"Ya Allah, Berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkan kami dari siksa Neraka"
Tampilkan postingan dengan label tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tulisan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 November 2012

Allah telah memanggilnya

Tadi malam aku mendapat sms dari ibuku yang mengatakan om ku meninggal dunia, Innalilahi wainnailaihi rojiun, terbesit rasa duka, namun rela karena sudah lama juga dia menderita sakit yang menahun, komplikasi, cuci darah berulang kali hingga seminggu dua kali, namun dia tegar menjalani semuanya, semoga Allah mengampunkan dosanya.

Pagi ini kusempatkan hadir untuk mengucapkan turut berduka cita dan memberikan semangat buat tanteku yang baik, aku izin dari kantor sebentar untuk ngelayat ke rumah tanteku yang tidak jauh dari tempatku bekerja, dengan menaiki kendaraan umum sekali dan tidak sampai lima menit aku sudah tiba dirumahnya.

Teras depan rumah tanteku yang sudah dipenuhi dengan bapak-bapak sanak saudara atau mungkin juga warga lingkungan setempat, aku masuk kedalam rumah, suasana hening, disamping jasad omku yang terbujur, duduk ibu-ibu yang telah selesai membaca surat Yassin, mereka duduk dengan rapi disamping jenazah dengan diam, aku mendekati tanteku yang ada duduk persis disamping kepala omku, terlihat jelas wajah duka di raut wajahnya, namun ketegaran tampak jelas, tiada tetes air mata sedikitpun, subhanallah wajah keikhlasan terlihat jelas, aku memeluknya sambil berkata “sabar ya tante”, dia menjawab “ya, maafin om ya” suaranya lirih terdengar.

Aku kemudian duduk bersebelahan dengan tanteku, dan aku menanyakan jam berapa meninggalnya omku, dia mengatakan bahwa meninggalnya jam setegah delapan tadi malam di Rumah Sakit, setelah tidak sadarkan diri selama empat hari, namun sebelum omku masuk Rumah Sakit dia masih sempat minta maaf kepada semua orang yang bertemu dengannya, mungkin omku sudah mendapat firasat, dan dia juga masih sempat menelefon anaknya yang ada diluar negeri untuk segera kembali, menurut tanteku omku masih sempat berbicara via telepon dengan anaknya dan mengatakan bahwa mereka nanti akan berada didua alam yang berbeda, dari ucapan tersebut tanteku sudah merasakan hal-hal yang tak biasa, itulah mungkin tanda-tanda yang sudah diberikan Allah sebelum Dia memanggilnya.

Tamu yang datang semakin banyak, aku bergeser duduk disebelah ibu-ibu yang hadir disitu, aku tatap wajah-wajah mereka satu persatu, hatiku berkata-kata, semua yang ada disini adalah saudara-saudara ibuku, semua sudah tua, mungkin sebaya dengan ibuku, tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, wajah-wajah cantik dahulu sudah mulai memudar, disini semua berkumpul, mengucapkan turut berduka cita, aku melihat sambil merenung, hari ini om ku yang dipanggil oleh Penguasa Alam Semesta, esok atau lusa giliran siapa lagi. Semuanya pasti ada saatnya hanya kita tidak tahu kapan giliran kita.

Ya Allah, masa demi masa telah berlalu, tiada satupun hari dapat kembali lagi, langkah baik dan buruk yang pernah kami kerjakan, hanya Engkau yang tau, ampunan dan maafMu kami harapkan ya Rabbi, Jika suatu hari nanti Engkau memanggil kami, janganlah Engkau matikan kami dalam kekufuran, tapi matikan kami dalam Khusnul Khotimah.

Semoga Amal Ibadah Omku diterima Allah SWT, dan diberikan termpat sebaik-baik tempat disisinya…Amin ya Rabbal Alamin.

Kamis, 15 November 2012

Ceritaku di Tahun Baru Hijriyah 1434H

Jakarta, 15 November 2012

Hujan dan gemericik air menghampiri pinggiran jendela ruanganku, dingin terasa karena derasnya hujan, disertai gemuruh kecil dari langit dan kilatan petir melengkapi sepinya hari ini. Hari yang bertepatan dengan 1 Muharram 1434 H, dimana semua umat muslim menyambut tahun baru Hijriyah ditandai dengan tanggal merah di kalender dan liburnya semua aktivitas pekerjaan. Namun hari ini aku hadir melaksanakan tugas pekerjaan sesuai schedule yang ditetapkan.

Sepi…karena semua temanku libur, tapi tak apalah karena aku juga ditemani putra kesayangaku. Hujan terus saja turun, aku mulai membereskan pekerjaanku satu persatu, sambil ditemani musik dan ocehan anakku yang ada didepan mejaku, dia asik dengan main games yang ada di HP-nya, sambil sekali-kali berkomentar, yach itulah dia, yang saat ini mulai beranjak anak baru gede (ABG), aku bekerja sambil sekali-kali menatap wajahnya yang persis berada dihadapanku, sambil tersenyum melihat tingkah lakunya...Subbhanallah....tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, dulu dia masih sangat kecil dan selalu menangis jika aku jauh darinya, tapi saat ini tanpa terasa dia sudah mulai tumbuh remaja. tapi Alhamdullilah dia masih mau menemaniku, walau kata sebahagian temanku biasanya anak laki-laki jika sudah beranjak remaja susah sekali diajak jalan orang tua, dia akan lebih senang bermain dengan teman-temannya, dia akan merasa malu kalau ikut orang tuanya, tapi anakku tidak, dia masih mau ikut jalan bersama orang tuanya, aku bersyukur sekali...

Hujan masih saja turun hingga menjelang sore, genangan air mulai membasahi jalanan. Aku menunggu hingga hujan reda, dan mengajak anakku untuk ikut serta menemaniku keliling untuk memeriksa Area, udara sejuk serta hembusan angin halus terasa mengikutiku, hari ini indahku rasa, semoga menjadi awal tahun yang baik bagiku dan kehidupanku kedepan, waktu akan terus berjalan, waktu yang tertinggal akan menjadi masa lalu, masa lalu yang tidak akan pernah terlupakan namun tidak akan pernah kembali, kulangkahkan lagi kaki ini kembali ke ruanganku dan kembali melanjutkan pekerjaanku.

Pemandangan Indah yang terlihat dari luar jendela ruang kerjaku

Rabu, 13 Juni 2012

Waktunya makan siang, yuk mare !!


Waktu makan siang sudah menjelang, perut yang tadinya lapar ingin segera diisi. aku siap berjalan menuju ruang makan, sebahagian temanku ada yang ingin menikmati makan siang diluar kantor, ada banyak pilihan juga di luar sana, jika kita ingin melangkahkan kaki berpanas ria, dan bila tidak ingin ikut serta juga tak masalah, bisa membawa bekal dari rumah, dan dinikmati bersama dengan rekan lainnya di ruang makan.

Nikmat, aku membawa bekal makanan dari rumah, yang aku masak dipagi hari sebelum berangkat kerja, lumayan juga dapat mengurangi pengeluaran , yang pastinya jika membeli makanan diluar jauh lebih mahal dari pada dimasak sendiri, masak sendiri lebih terjamin dan lebih terjaga, aku bergabung dengan teman-teman yang juga membawa bekal makanan di ruang makan, kami makan sambil membicarakan hal-hal yang lagi banyak diberitakan hingga cerita yang tidak jelas juntrungannya. tapi itulah kebahagian, yang tidak bisa dibayar dengan apapun. kebahagian karena dapat berkumpul bersama setelah setengah hari menjalankan aktifitas rutin.

Kebahagian letaknya di hati, setiap langkah yang kita lakukan baik bekerja maupun belajar dan dalam menjalani hidup, pasti kita dapat menemukan kebahagian jika kita ingin kebahagian itu selalu melekat dalam jiwa, berusahalah selalu bersyukur, bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah, bersyukur bahwa kita masih bisa makan, bersyukur bahwa kita masih bisa tertawa, dan bersyukur bahwa kita masih bisa menangis.  Menangis juga adalah suatu kenikmatan, bagaimana jika kita tidak bisa meneteskan air mata, bagaimana jika air mata tak ingin mengalir dari mata ini, keindahan dan kebahagian akan sirna,  karena air mata ini juga indah mengalir mengikuti perasaan hati pada saat kita bersujud mengharap ampunan dan keRidhaan Allah.

by; nini musmar


Jumat, 13 April 2012

Semangat !!


Satu kata untuk memulai aktifitas pagiku, diiringin dengan do’a, ku mulai membuka hari ini dengan semangat dan niat baik, semoga apa yang akan aku lakukan, apa yang aku kerjakan dan apa yang aku hasilkan dari usaha dan kerjaku hari ini selalu diberkahi dan selalu mendapatkan Ridho dari Nya, Amin.

Hari ini hari jumat hari dimana penutup hari kerja untuk kemudian melanjutkannya di hari senin minggu mendatang, banyak yang masih harus dibereskan, banyak pula yang masih perlu dirapikan, Semangat! Untuk memulainya dan Semangat ! pula untuk mengakhirinya. Indahnya hari ini membuatku bergairah untuk menyelesaikan tugas-tugasku, belajar mengerti, memahami dan melaksanakan apa yang harus aku kerjakan.

Disamping ruang kerjaku, Indahku lihat pemandangan hijau dedaunan, lapangan luas bak hamparan karpet hijau terbentang, pepohonan hijau buah Mahony, menambah indahnya suasana, sejuk damai inilah yang selalu membuatku rindu, loncatan tupai-tupai kecil menari-nari dari satu pohon palem ke lain pohon, sambil memakan biji buah palem yang memerah seakan tupai-tupai itu tak ingin digangu, lucu sekali, sambil tersenyum aku menikmati pandagan tupai tersebut, Indah ciptaanMu ya Rabb.

Kamis, 06 Mei 2010

Usil, Jahil, Nakal itulah sebutannya


Cerita ini terkumpul pada saat aku dan teman-temanku berkumpul, kami saling mengingat masa lalu kala masih menjadi pelajar, Unik, asyik, jahil, Nakal dan kelewatan, itu summary dari semua ceritanya.

-------

Awalnya cerita dimulai dari pertemuan reuni, salah satu sahabatku mulai membuka ceritanya sebut saja namanya Rio.

Rio bercerita kala masih duduk di bangku SMP dia mempunyai seorang teman, anak pejabat tinggi dipemerintahaan, dia selalu diberi jajan lebih oleh ayahnya, sedangkan Rio dan teman-temannya hanya jajan secukupnya, pada saat itu Rio mulai berfikir bagaimana memanfaatkan uang temannya ini, sedangkan temannya tersebut termasuk teman yang pelit sebut saja namanya Tio.

Suatu hari Rio berkumpul dengan teman-temannya yang lain, mulai timbul ide di fikirannya, bagaimana cara mendapatkan uang Tio, selidik punya selidik akhirnya dia tau bahwa Tio pantang sekali membawa dompetnya ke Toilet, karena menurutnya dia punya jimat yang diletakkan didompetnya, "hmmm ... baguslah" fikir Rio pada saat itu, dan dia mulai mencari tau dimana tempat dompet itu dititipkan, nah ...ternyata dompet tersebut dititipkan kesalah satu temannya yang bernama Ari, Ari ini terkenal paling jujur dikelas, Rio mulai mendekatinya dengan gaya preman, dia minta dompet Tio, awalnya Ari tidak mau memberinya, dengan sedikit gertakan akhirnya Ari memberi dompet tersebut ke Rio, dengan cekatan Rio mengambil beberapa lembar uang yang ada didompet itu. Dengan senyum manis dia kembalikan dompet itu ke Ari, sambil mengajak Ari untuk bertemu di jam Istrirahat sekolah.

Jam Istirahatpun tiba, Rio beserta teman-temannya menemui Ari dan Tio, dengan senyum mengembang Rio bilang ke Tio " Tio, gue mau traktir loe dan teman-teman yang lain makan dikantin, mau ngak?", mendengar ini Tio lalu menjawab "Wah dengan senang hati". akhirnya merekapun makan, tanpa Tio sadari, bahwa untuk membayar semua makanan itu adalah uang yang diambil dari dompetnya oleh Rio, dan kejadian ini berlanjut terus tanpa Tio Sadari.

"hahaha...kalau ingat waktu dulu aku merasa berdosa tuh sama temanku Tio, tapikan dia ikutan juga makan makanan yang aku pesan. jadi rasa bersalahku berkurang sedikit, hahaha...sangking kebanyakan uangnya, Tio tidak menyadari beberapa lembar uangnya telah aku ambil" kata Rio dengan tawa renyah. "Nakal sekali aku pada saat itu" katanya lagi.

-------

Lain lagi cerita temanku yang lain sebut saja namanya Hamid, dia bercerita waktu dia duduk di Sekolah Menengah dia pernah meniru gaya temannya yang Jahil, walaupun dia tau itu salah. "dulu didepan sekolahku ada tukang gorengan mangkal, setiap hari banyak anak sekolah yang ngumpul sambil makan gorengan, suatu hari aku melihat harun makan gorengan dengan banyak dan cepat, aku memperhatikannya, sambil menghabiskan gorengan yang ada ditanganku, setelah selesai, harun berkata ke pedagang itu "Bang udah, saya makan dua", sambil membayar dan berlalu, aku memperhatikannya lalu aku tiru apa yang dilakukan harun tersebut, eh ternyata jitu, abang tukang gorengan itu ternyata tidak mengetahui berapa jumlah yang sudah aku makan, aku bayar dan akupun berlalu. namun saat ini aku berfikir barangkali si abang tukang gorengan itu terlalu percaya, sehingga dia tidak menyangka banyak pelajar yang "ngembat" gorengannya termasuk aku" kata hamid senyum-senyum.

-------

Aku juga nimrung dalam cerita ini, aku katakan ke teman-temanku, aku juga punya cerita lucu dan aku tidak akan pernah lupa, ini temanku yang jahil dan kelewatan dan paling kelewatan. ceritanya begini. Aku punya teman bernama Rubi, Rubi ini terkenal sangat pelit atau tepatnya terlalu perhitungan, apa karena dia kuliah jurusan Akuntansi sampai semua dikakulasiin, mungkin juga. pada suatu hari, kami mempunyai tugas kelompok yang harus dikerjakan, nah kami mulai berjanji untuk berkumpul dirumah salah satu temanku untuk mengerjakan tugas kelompok tersebut.

Pada saat kami mengerjakan tugas tersebut semuanya serius, hingga selesai. Salah satu temanku mulai berkata "Duh laper nih, enaknya makan apa ya" dan dengan tiba-tiba sahabatku Rubi menjawab "Wah pada laper ya? mau ngak aku traktir?". kami semua saling berpandangan, temenku yang lain berkata "Tumben?, ada angin apa nih?, kalau aku sih mau aja, jarang-jarang Rubi mau nraktir kita". katanya sambil lompat-lompat. Akupun demikian, aku katakan pada rubi "Bi dapat rezeki dari mana kamu? tumben banget mau traktir kita-kita". kata ku

Dengan senyum mengembang dia menjawab "Udah ikut aja, aku mau ajak kalian makan di Texas Chiken, mau ngak?". kami serentak menjawab "mau...mau...mau.."

dengan mobil temanku kami pun meluncur ke kawasan dimana tempat Restauran Texas chiken itu berada, tidak terlalu jauh dari rumah temanku, kira-kita 1 km. dengan rasa senang kami pun mulai memesan apa yang kami inginkan, rubipun datang menghampiri dengan berkata " Ayo makan sepuasnya, pesan aja yang enak-enak, tenang, ntar aku bayar semua, jangan lupa pada nambah ya" katanya sambil ikutan makan.

Setelah semua selesai makan dan kenyang, kitapun kembali lagi pulang ke rumah temanku Ita, dengan perut kenyang dan hati girang, mulai lagi kami bertanya ke Rubi " Bi kami senang nih, coba kalau sering-sering pasti lebih enak" kata Ita. "tapi ngomong-ngomong kamu dapat rezeki dari mana?" kata Ita lagi, lalu aku menyambung pertanyaan temanku tadi "Iya..bi, ngomong dong, kita kan ikutan senang bila teman dapat rezeki" kataku pula. Kami tau disamping kuliah rubi juga mengajar disalah satu sekolah menengah atas tidak jauh dari rumahnya. Aku beranggapan dia baru terima gaji, bonus, rapelan atau apalah dari tempat kerjanya. "Ada dech...nanti aku bilang kalian kaget lagi" katanya sambil tertawa-tawa. " Ngaklah, kita malah senang", celetuk temanku yang lain. "Bener nih?" kata Rubi lagi. "Aku sih senang kalau kalian semua pada senang, tapi okelah aku jujur, aku dapat rezeki nomplok tadi malam". "dari mana?" tanya Ita dengan semangat. dengan santai Rubi menjawab "Aku menang Togel...hahahaha, sama rata sama rasa, udah pada kenyangkan". katanya dengan gelak tawa kemenangan, menang sudah mengerjai kami semua, senang ternyata uang yang dia pakai untuk membayar bukan uangnya sendiri tapi dari hasi judi, kami serentak semuanya mengeroknya sambil memaki-maki, temanku yang lain pada uagh..uagh pengen muntah, tapi ngak keluar, maklum udah ketelan dan terdorong air...hihihi. itulah kejahilan temanku yang sungguh-sungguh kelewatan

by: nini musmar

Kamis, 22 April 2010

Perbuatan baik dan buruk

Dengan langkah gontai, Ibu tua itu mulai berjalan, menelusuri jalanan sempit bertikung, tanpa arah, tanpa tujuan, kaki lemahnya dia paksakan untuk berjalan, mata yang mulai buram dia paksakan untuk melihat, baju kumuh yang dia gunakan tidak membuat iba orang disekelilingnya, "begitu keraskah kehidupan ini", fikirnya dalam hati, sampai tidak seorangpun mau menegurnya, menyapa kemana arah tujuannya.


Andai waktu bisa diputar kembali, andai masa lalu bisa kembali lagi, ah semua semu, hidup ini hanya persinggahan, ibu tandi berhenti sejenak, mencoba meluruskan kakinya yang letih, dilihatnya kembali disekelilingnya, suasana ramai dan semua orang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Mereka seolah tak melirik sedikitpun atas keberadaanya, kejam sekali pikirnya, "kemana lagi akan aku ayunkan langkah kakiku ini? kemana lagi akan kubawa penderitaan ini" bisiknya lirih.
"Telah jauh aku melangkah, telah letih hati dan perasaan ini, mengapa penderitaan ini seolah tiada pernah ada akhirnya, mengapa derita ini selalu menemaniku", dengan air mata tertahan Ibu itu mencoba melanjutkan perjalanannya walau dengan haus dan lapar yang dia tahan.


Kenangannya kembali kemasa lalu, dimana ia merasa bahagia, memiliki keluarga yang lengkap, harmonis, serta mapan, semua itu dia rasakan indah, hingga suatu saat cobaan datang tanpa diundang, suami tercinta diambil yang Kuasa, Harta yang ada telah tersita, semua tanpa tanda, tanpa firasat, terasa terhenyak dan terhempas, gemuruh didada serasa susah untuk diungkapkan, "apa salahku" gumamnya pada saat itu, airmata tertumpah tak terbendung, perih dihati menghujam sampai kehulu hati. "Apakah aku terlalu sombong pada saat itu, sehingga aku lupa berterimakasih kepada yang memberi rezeki, apakah aku terlalu congkak pada saat itu hingga sedikitpun aku tak ingin berbagi pada siapapun, atau terlalu tinggi hatikah aku pada saat itu sehingga aku tidak pernah perduli dengan apa yang ada disekelilingku, aku terlalu sibuk dengan duniaku, aku terlalu sibuk dengan kemewahanku, aku terlalu bangga akan diriku, seakan yang aku miliki saat itu tidak akan pernah berakhir".


Airmatanya kembali mengalir tak kala teringat akan seseorang tetangga yang datang kerumahnya meminta bantuan dengan memohon dan berharap. tapi apa yang ia katakan mungkin lebih menyakitkan dari belati yang digoreskan dihati. "Ngapain kamu ke saya? kamukan masih muda masih bisa toh cari duit?, usaha dong, kalau kamu punya anak yatim coba minta ke Yayasan agar anak kamu ada yang membantu" jawabnya ketus pada saat itu, padahal tetangganya itu datang hanya untuk meminjam uang yang nilainya sebenarnya sangat tidak berarti baginya.

"Ah dosaku sangat besar, hingga ini yang aku terima di akhir usia senjaku, aku telah hancur, aku tak tau harus kemana lagi, aku malu, aku malu pada orang-orang dilingkunganku, aku malu pada diriku, aku malu pada tuhanku, tapi apa yang aku harus lakukan, ingin berdoa aku tak tau apa yang harus aku minta, ingin sembahyang aku tak tau apa yang harus aku baca, karena selama ini aku tak pernah belajar, aku banyak terlena dengan dunia, aku terlalu lupa segalanya, hingga rukun shalat saja aku tak tahu, ternyata bodoh sekali aku ini" gumamnya dalam hati.




Inilah sekelumit cerita yang terjadi dilingkungan kita pada saat ini, banyak orang yang lemah imannya karena harta, banyak orang yang tertutup hatinya dan terlupa akan kodratnya sebagai manusia, dia lupa akan hak dan kewajibannya hidup didunia, hingga inilah peringatan yang diberikan Allah kepadanya, sadarkah dia, kembali berserah dirikah dia kepada yang Maha Menciptakan ataukah dia akan mendapatkan Azab yang lebih berat, karena semua yang ia terima, adalah akibat dari perbuatannya sendiri. Jika ia berbuat baik maka baiklah yang ia dapatkan, namun jika dia berbuat buruk maka keburukan itu akan kembali lagi kepadanya.


Mana yang kita pilih? Baik atau buruk? itulah yang akan kita dapatkan.


Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Allah Taala berfirman (kepada malaikat pencatat amal): "Bila hamba-Ku berniat melakukan perbuatan jelek, maka janganlah kalian catat sebagai amalnya. Jika ia telah mengerjakannya, maka catatlah sebagai satu keburukan. Dan bila hamba-Ku berniat melakukan perbuatan baik, lalu tidak jadi melaksanakannya, maka catatlah sebagai satu kebaikan. Jika ia mengamalkannya, maka catatlah kebaikan itu sepuluh kali lipat"
----
Firman Allah dalan surat An-Nass Ayat 36;
Artinya: "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri"
----
Semoga kita termasuk orang-orang yang berserah diri dan selalu dalam lindungan Allah SWT.
Amin
by: nini musmar

Rabu, 21 April 2010

UPIN IPIN



Kalau anak udah maniak kartun upin ipin wah udah susah disuruh belajar, pasti jawabannya "Ntar dulu mama" lagi nonton upin ipin, "nanti kalau udah habis filmnya, baru belajarnya, ya ma".
Upin dan Ipin adalah sebuah film animasi anak-anak yang dirilis pada tanggal 14 September,2007 di Malaysia dan di siarkan di TV9, dan diproduksi oleh Les' Copaque. Awalnya film ini bertujuan untuk mendidik anak-anak agar menghayati bulan Ramadhan.Di Indonesia Upin dan Ipin hadir di TPI dan di tayangkan setiap hari pukul 19.00 WIB. Walau bahasanya berbeda dengan bahasa Indonesia, dengan logat Melayu yang sangat kental ternyata film ini banyak mendapat perhatian anak-anak diIndonesia, misalnya dari cara meniru logat tersebut yang mendengarkan pasti akan tau bahwa itu logat dari film kartun Upin-Ipin.
anakku contohnya bila pulang sekolah sesampai dirumah dia akan mengucapkan "Assalamualaikum, tok, tok atok" kadang aku geli mendengarnya, karena logatnya seakan dipaksakan, aku akan berkata padanya "waalaikumsalam, sayang ini mama yang dirumah, bukan atok" dia akan tersenyum dan menjawab"betul...betul...betul"

Senin, 19 April 2010

Berbuat Baik dan Bersabar

Seorang lelaki bertanya: “Wahai Rasulullah sesungguhnya aku mempunyai beberapa orang kerabat, yang hubungan aku erat dengan mereka tetapi mereka memutuskannya. Aku berbuat baik kepada mereka tetapi mereka berperangai buruk kepadaku. Aku bersabar menghadapi sikap mereka itu tetapi mereka menganggap sikapku itu adalah bodoh.”
Kemudian Baginda menjawab: ”Sekiranya benar seperti yang engkau katakan itu, maka seolah-olah engkau menyuap mereka dengan abu yang panas, sedangkan engkau senantiasa mendapat pertolongan dari Allah selama engkau berada dalam kebenaran”.
==>Islam mengajar umatnya supaya banyak bersabar baik dalam keadaaan senang atau pun susah, karena ia merupakan pengukur derajat keimanan seseorang. Allah sentiasa memberi pertolongan kepada orang yang sentiasa bersabar dan benar dalam bertindak.
==>Islam mengajar umatnya supaya jangan membalas keburukan orang lain, sebaliknya selalu berbuat baik kepada setiao manusia.
==>Setiap umat Islam wajib menyambung tali silaturrahim dan haram memutuskannya.

Rabu, 14 April 2010

Kenangan yang tak terlupakan


Tak terasa sudah setahun semenjak kepergiannya keharibaan yang Kuasa, tak terasa waktu begitu cepat berlalu, hari demi hari terlewati, sedih dan kehilangan masih membekas dihatinya, tapi apa mau dikata semuanya milik-Nya dan akan kembali kepada-Nya, kita manusia hanya menunggu giliran yang berikutnya, inilah segores cerita tentang kemanakanku yang meninggal pada usia 1 tahun 11 bulan yang bernama Muhammad Aiditya Miftah Hafiz.

Minggu lalu Adikku Aidil ayah dari kemanakanku tersebut diatas, mampir kerumahku pada saat menjelang Magrib, dia pulang kerja dengan naik kereta Api, setelah selesai shalat, aku mulai melihat foto-foto yang tersimpan di laptop anakku, pada saat itu tangganku terhenti pada foto ananda miftah, dari sini mulai tergulir kembali cerita mengenai kemanakanku, dengan airmata yang mengambang Aidil mulai berkata, "kak jangan dihapus fotonya ya, biarkan dia menjadi kenaganku". aku katakan pada adikku bahwa foto ini tidak akan pernah kakak hapus. Dia mulai mengingat kembali setahun yang lalu tentang kejadiannya. Adikku mulai bercerita."kak, Aidil ingat, sehari sebelum kepergiaannya, hati Aidil terasa sedih, sakit sekali didada ini tapi pada saat itu Aidil ngak tau apa yang akan terjadi karena si Miftah sehat-sehat saja, sedih itu sangat menusuk hati hingga Aidil berkata pada Allah, ya Allah ada apa ini? mengapa hatiku sedih sekali apa yang akan terjadi? ya Allah jika ini yang terbaik bagi-Mu aku Rela dan Ikhlas itu bisik hatiku".
Sesampai Aidil dirumah, tidak ada terjadi apa-apa, biasanya Aidil langsung mengendong si Miftah dan bercanda dengannya. namun menjelang malam Aidil mulai bingung karena dia tidak mau bobo, ketika Aidil suruh tidur dia tetap tidak mau, tiba-tiba menjelang tengah malam badannya panas dan dia menunjuk ke langit-langit rumah sambil menangis. hati Aidil sedih sekali melihat keadaan ini, Aidil langsung mengambil inisiatif untuk membawanya dengan segera ke klinik terdekat. setelah menerima obat-obatan dari klinik tersebut Aidil segera pulang, namun tangis si Miftah tak terhenti, dia tetap menangis, Aidil tak tau apa yang ia rasakan karena diapun tidak mengatakan apa yang dia rasakan. Aidil dan Ibunya bingung hingga akhirnya aku telphone kakak.
Setelah pembicaraan lewat telphone kakak mengatakan agar dibawa ke RS yang lebih besar untuk dirawat, Aidil dengan segera membawanya ke RS yang dituju, tapi apa yang Aidil dapat dirumah sakit tersebut, belum sempat mereka memeriksa anakku mereka menyurukku membawa anakku ke RS yang lain. dengan alasan kamar yang ada diRS tersebut penuh. Dengan rasa cemas dan sedih aku bawa anakku ke RS yang lainnya. Alhamdullillah dokternya menangani secara cepat, anakku langsung diperiksa, tapi sekali lagi perasaanku terkoyak, dokter tersebut menyuruhku membawa dengan segera anakku ke RS yang lain yang lengkap peralatannya, karena menurut dokter tersebut ada ganguan pencernaan di perut anakku dan harus ditangani di RS yang lengkap peralatannya. Hatiku mulai galau saat itu, pertanda apa ini, mengapa semua RS yang aku datangi seolah tak menerima anakku. namun prasangka buruk itu aku tepis dari fikiranku. aku harus menyelamatkan anakku, dengan cepat aku pindahkan anakku kerumah sakit yang lainnya.
Sesampainya disana anakku langsung masuk UGD, cukup cepat kerja dokter-dokter disini, mereka menangani dengan baik. aku ingat pada saat itu kakak masih diperjalanan menuju rumah sakit. "Iya kataku". dan aku menyambung ceritanya. pada saat itu kakak ingat, kakak langsung ke dokter dan menanyakan apa sebenarnya yang dirasakan oleh Miftah, dokter mengatakan bahwa adanya kelainan di lambung dan masalah dipencernaannya, yang membuat kakak kaget adalah pada saat Dokter mengatakan bahwa ananda miftah ada history berhenti nafas, pada saat itu jam menunjukkan pukul 4 pagi, kakak pegang tangan si Miftah, dia lalu mengengam tangan kakak dengan erat seolah tak ingin untuk melepaskannya, kakak katakan padanya "miftah ini bunda sayang, sembuh ya sayang, kakak melihat dia menatap kakak sambil gengamannya dipererat kakak merasakan hal yang aneh pada saat itu, kakak pegang kakinya dingin sekali tetapi dari perut ke atas hangat, kakak minta ibunya untuk menyelimutinya. setelah kakak cium dan kakak bacakan salawat dia mulai tenang, dan dokternya mengatakan "bu biarkan dia istirahat dulu". lalu kakak ke dokter yang memeriksa denyut nadi dan lainnya. kakak berbicara pada dokter tersebut "dokter gimana, saya ingin dia dirawat dan diperiksa seluruhnya agar diketahuan apa yang ia rasakan". dokter tersebut menjawab dengan tenang "ibu sabar ya kita lagi menunggu dokter anak, dia akan kita pindahkan ke ruangan khusus, untuk pemeriksaan lebih lanjut." lalu kakak bertanya lagi." sekitar jam berapa Dok?" dokter tersebut menjawab "sekitar jam 8 bu, tapi saya minta kesabaran ibu dan menyerahkan semuanya atas kehedak Tuhan, apapun yang terjadi diluar kuasa kita dan ibu harus dapat menerimanya".

Adzan Subuh telah berkumandang, memanggil para ummat Muhammad untuk bersujud, kakakpun melangkahkan kaki untuk shalat subuh mushola belakang UGD tersebut, kakak berdoa untuk kesembuhan ananda Miftah dan meminta yang terbaik pada-Nya.

setelah selesai shalat kakak berfikir apa maksud ucapan dokter tadi. tapi sudahlah yang penting kakak sekarang ada disamping anakmu, dengan doa-doa yang kakak panjatkan ke hadirat-Nya, kakak masih melihat anakmu tidur dengan tenang, pada saat itu kakak juga bertanya pada asisten dokter tersebut jam berapa dokter anak datang, tapi menurutnya sudah datang dari tadi, kakak mulai berfikir lagi kenapa belum juga dibawa ke ruang rawat, tapi sudahlah kakak fikir dokter-dokter itu juga pasti tau tindakan apa yang harus mereka lalukan.

Kakak duduk disebelah si Miftah sambil mengenggam tangannya, sedih sekali perasaan kakak saat itu. Sekitar jam setengah tujuh pagi ananda Mifta terbangun matanya melihat sekeliling dan menatap keatas dia merengek, rengekan tersebut biasa kakak dengar apabila ada yang mau mengendongnya tapi dia tidak mau. makanya pada saat itu kakak panggil Aidil, fikiran kakak dia pasti ingin digendong sama Aidil. tapi suasana saat itu tiba-tiba berubah, kakak melihat rengekannya bekurang, kakak melihat gerakan perutnya sangat cepat, kemudian naik keatas, dia seperti sesak nafas, batas kerongkongannya mulai berbunyi seperti dia mulai mengorok, kejadian cepat sekali kakak masih ingat saat itu dia sakaratul maut, setelah sampai kekerongkongan matanya menatap keatas dan suara itu terhenti seiring dengan nafasnya yang telah kembali kehadirat-Nya, airmata kakak mengalir kencang sedih sekali hati ini melihatnya, dokter memberi bantuan pacu jantung tapi semua itu tidak menolong, karena Allah lebih cinta padanya, buah hatimu yang ganteng, baik budi.
Ya kak, kalau ingat semua itu Aidil sedih, sekarang Aidil hanya bisa menatap makamnya disitu juga tertulis nama Aidil, ya Allah ternyata Engkau lebih mencintai anakku.
Aku berkata, sembari menghiburnya," ya sudahlah, tenangkan hatimu, banyaklah berdoa, dan bertaqwa, jangan pernah meninggalkan perintah-Nya, anakmu milik Allah dia bahagia disana dengan para malaikat dan bidadari-bidadari, dia akan selalu mendoakanmu, maka dari itu kuatkan imanmu, ini semua rahasia Allah, hanya Dia yang tau apa yang terbaik bagi hambanya.
Hadis riwayat Anas bin Malik ra.: Sesungguhnya Allah Taala mengutus seorang malaikat di dalam rahim. Malaikat itu berkata: Ya Tuhan! Masih berupa air mani. Ya Tuhan! Sudah menjadi segumpal darah. Ya Tuhan! Sudah menjadi segumpal daging. Manakala Allah sudah memutuskan untuk menciptakannya menjadi manusia, maka malaikat akan berkata: Ya Tuhan! Diciptakan sebagai lelaki ataukah perempuan? Sengsara ataukah bahagia? Bagaimanakah rezekinya? Dan bagaimanakah ajalnya? Semua itu sudah ditentukan dalam perut ibunya

Selasa, 13 April 2010

tersinggung dan tersakiti

Kadang sempat terfikir, mengapa orang bisa menaruh dendam sebegitu lama hanya karena soal becanda?.

Ketersinggungan seseorang bisa saja muncul apabila suasana hatinya sendang tidak enak atau adanya suatu masalah yang dia rasakan pada saat itu, sedangkan dia tidak dapat mengatasi masalah tersebut dengan cepat sehingga terbawa atau terpengaruh pada pribadinya. Semua itu dapat terlihat dari raut wajahnya yang mengambarkan suasana hatinya, atau kecendrungan untuk lebih berdiam diri, menahan gejolak perasaannya. Pada saat ini apapun yang orang lain katakan, mau itu dalam serius atau pun bencanda dia tidak akan dapat memberikan respon positif terhadap lawan bicaranya. Banyak kita temui hal seperti ini dimasyarakat kita, seseorang yang senang dicandai tetapi apabila temannya berbalik mencandainya dia akan tersinggung setengah mati, dalam hal ini ketersinggungan yang mendalam dapat membuat terjadinya perkelahian hingga pembunuhan yang berakibat melenyapkan nyawa seseorang. Rasa sakit hati dan dendam yang mendalam inilah yang dapat membuat seseorang tidak berfikir panjang akan sebab akibat yang ditimbulkan, dia hanya merasa puas atas apa yang telah dia lakukan, yang ia rasa dapat mengurangi rasa sakit hatinya itu.

Atau sakit hati yang berkepanjangan dalam rumah tangga yang berakibat dendam, contohnya:
Sepasang suami istri yang mengadakan liburan bersama teman-teman lingkungannya ke kawasan Puncak, di sana mereka berkumpul dan melakukan berbagai aktifitas untuk membahagiakan keluarga dan anak-anak. Semua gembira, canda ria, berbaur dalam bahagia, setelah selesai makan siang, anak-anak dibiarkan bermain sedang para ibu dan bapak berkumpul, mereka mulai mengadakan permainan yang dipimpin oleh seorang moderator, permainan ini tidak terlalu serius hanya ingin mengetahui pendapat masing-masing pasangan, mulailah sang moderator memberi pertanyaan kepada para suami “ Apabila anda ikut berlayar dalam suatu kapal, disana ikut Ibu dan Istri Anda , pada saat itu angin kencang dan ombak laut mulai meninggi, cuaca buruk menghadang, semua orang didalam kapal panik, pada saat itu apa yang anda harus lakukan bila anda diberi dua pilihan yaitu menyelamatkan Ibu anda atau Isteri Anda? Hampir semua suami menjawab “ apabila itu terjadi pada saya, saya akan bertanya pada ibu saya, ibu bagai mana ini, siapa yang harus saya selamatkan, sedang saya sayang sama kalian berdua, sebenarnya saya tidak ingin memilih tapi apa yang harus saya lakukan? Dan pasti pada saat itu Ibu saya akan menjawab “ Selamatkanlah Istrimu karena Ibu sudah tua, sudah puas menjalani hidup ini, sedangkan kamu baru melangkah, apabila kamu memilih Ibu, kasihan anak-anakmu akan kehilangan Ibu mereka, Istrimu lebih penting kamu selamatkan, berarti kamu juga akan menyelamatkan jiwa dan perasaan anak-anakmu, dia Adalah teman hidupmu, dia akan menjagamu dikala suka dan duka, dia akan menemimu diusia senjamu, pada saat kau sakit dia akan merawatmu penuh keihklasan karena kamu ayah dari anak-anakmu. Untuk itu aku akan menyelamatkan Istriku dan minta maaf pada Ibuku dan doaku selalu bersama cinta kasihnya”. tapi ”Salah satu suami ada yang memberi jawaban “Kalau saya yang pertama saya selamatkan adalah Ibu saya karena Ibu saya tidak akan tergantikan oleh orang lain sedangkan Istri kapan saja bisa diganti”.
Sebenarnya jawaban ini juga tidak buruk, karena disini dia menunjukkan betapa baktinya dia kepada Ibu yang telah melahirkannya, betapa cintanya dia terhadap ibunya. Tapi saat pertanyaan ini ada, yang menemaninya adalah istrinya yang juga ingin mengetahui berapa besar rasa sayang dan cinta suaminya serta bagaimana cara suaminya menjaga dan melindunginya apabila kejadian tersebut mereka alami, barangkali jika suaminya bisa sedikit berargumentasi atau memberi alas an tanpa menyinggung perasaan sang istri keadaan mungkin akan lebih baik. Tatapi dengan jawaban yang diberikan suami membuat Istrinya merasa tersinggung, ia merasa sedih atas jawaban suaminya, paling tidak dia ingin jawaban seperti suami-suami temannya yang lain, airmukanya merah, dia malu, paling tidak sahabatnya yang lain dapat menilai rumah tangganya tidak harmonis atau tidak ada kecocokan, dia kesal atas perlakuan suaminya, yang ia rasakan suaminya tidak memujanya atau memberikan sesuatu penilaian yang baik atas dirinya apalagi jawaban itu diberikan didepan teman-temannya, timbul rasa dendam dalam hatinya untuk membalasnya suatu saat.

Hal-hal demikian yang sering kita temui dimasyarakat kita saat ini, bercanda, dicandai yang akhirnya timbul rasa tersinggung dan saling menyinggung. Bagaimana bisa kita rasakan nikmat dan bahagia hidup ini.

Bersabda Nabi s.a.w :”Berfirman Allah Ta’ala :”Hai hambaku! Semua kamu berdosa, kecuali orang yang telah aku maafkan. Maka minta ampunlah kepadaKu, niscaya Aku ampunkan dosamu! Dan siapa yang mengetahui, bahwa Aku mempunyai kekuasaan untuk mengampunkan dosanya, niscaya Aku ampunkan baginya dan tidak aku hiraukan yang lain”

Selasa, 23 Februari 2010

Perjalanan Ziarah ke Banten

Kemaren lusa tanggal 21 Februari 2010 aku dan keluarga pergi berziarah ke Makam para Wali Allah, di mulai dengan bangun pagi setelah sholat subuh aku dan keluarga mulai dengan persiapan munuju rumah kakak iparku yang tidak jauh dari rumahku, semua berkumpul disana dan setelah lengkap semua yang akan ikut, baru kita pergi bersama-sama ke sana.

Jam 7.00 wib kita mulai berangkat naik ELF menuju tempat yang kita rencanakan. Kendaraan sudah mulai melaju menuju Bintaro untuk sementara mengisi bensin untuk bekal persediaan selama perjalanan pulang pergi, lalu kita masuk tol pondok aren menuju Merak.

Sesampainya ditempat tujuan kita semua munuju tempat yang dituju yang pertama yaitu Makam syeh Hassanuddin, banyak sekali ibu-ibu yang dikatakan “ berdagang uang recehan” atau apalah itu namanya, karena dengan menukarkan uang yang kita miliki ke dalam bentuk recehan untuk dibagikan sedekah kepada orang-orang yang sepanjang jalan menuju makan untuk diberi sedekah, entah ini kebiasaan atau kebudayaan turun temurun atau emang keharusan aku juga tidak tahu, dengan membagikan uang recehan seratus rupiah kepada anak-anak yang berkerumunan meminta-minta sedekah dan ibu-ibu tua maupun muda serta kotak-kotak amal yang diteriak-teriakin agar dibagi sedekah recehan, namun demikian ribuan orang yang hadir disana memberi sedekah dengan rasa bahagia. Setelah tiba dipintu makan, berduyung duyung orang yang datang berziarah antri untuk masuk, menunggu penziarah yang sebelumnya masih berdoa didalam. Aku mengikuti keluarga untuk masuk ke makan Syeh Hassanuddin, setelah berada didalam makam kami semua yang sudah masuk dipersilahkan untuk duduk dan do’apun dimulai, selama berdo’a tidak ada hentinya beberapa orang meminta sedekah recehan dengan menggunakan wadah keranjang kecil. Doa dilakukan tidak begitu lama sekitar Lima menit-an, setelah itu rombongan keluar dan digantikan oleh rombongan yang antri kemudian.

Kami keluar dengan desak-desakan anak-anak tepaksa di pegang erat, sepanjang jalan lorong keluar banyak penjaja hiasan anak-anak, mainan dan makanan, aku membeli telur asin dengan harga Rp. 1,500 per biji yang aku rasa harganya cukup murah dari pada harga telur asin yang di Jakarta sekitar Rp. 2,750-Rp.3,000.

Setelah tiba diluar kami mampir kesalah satu warung yang ada didepan parkiran, disana kami beristirahat sambil memberi makan anak-anak yang ikut dalam perjalanan, cukup lumayan enak dan murah makanan yang ada di sekitar makam ini.

Gerbang Makam Syeh Maulana Yusuf

Perjalanan kami lanjutkan lagi menuju makam Sultan Banten II, Syeh Maulana Yusuf, Serang Banten, makam ini letaknya tidak terlalu jauh dari Makam Syeh Hasanuddin. Memasuki makam melewati pintu yang lebih luas dari tempat makam sebelumnya, kami semua masuk tanpa antrian, sesampai didepan makam kami berdoa bersama-sama, banyak juga yang datang, sepertinya dari rombongan pengajian-pengajian, dilihat dari seragam yang mereka pakai. Dimakam ini aku melihat Al-Quran kuno yang ditulis dengan menggunakan tulisan tangan. Tulisan itu begitu indah bayangkan saja sudah berapa abad itu Alquran tapi tulisannya masih terlihat jelas. Dimakam ini juga kita semua tidak lama karena kita akan menuju makam berikutnya.

Al-Quran Tulisan tangan                              Makam Syeh Maulana Yusuf

Tujuan kita berikutnya adalah Makam Syeh Muhammad Soleh bin Abdurrahman yang letaknya ada dia atas gunung yang dinamakan Gunung Santri. Ditempat ini juga banyak sekali orang yang berziarah, walaupun harus mendaki gunung para penziarah berbondong-bondong naik, sesekali mereka istirahat di bangku-bangku pingiran yang disediakan oleh masyarakat yang berdagang disekitar kaki gunung tersebut. Sesampainya di atas makam tersebut hanya terdiri dua pintu, yaitu pintu masuk dan pintu keluar. Di pintu masuk antrian sudah memadati, ketika pintu dibuka terjadilah saling dorong mendorong aku masuk sambil memeluk kemanakanku yang baru duduk di kelas III, hati ini agak gusar juga pada saat mau masuk, melihat banyaknya orang yang saling dorong aku takut kemanakanku terjepit, tapi akhirnya aku masuk juga, didalam aku melihat satu makam yang lumayan panjang dari makam sebelumnya, didinding makam tertulis nama Syeh Muhammad Sholeh, sama seperti makam sebelumnya kita berdoa bersama, juga hanya sebentar saja, setelah itu kita keluar, seperti masuk tadi dengan berdesak-desakan dan saling dorong karena dari pintu masuk sudah banyak yang masuk rombongan berikutnya.

Gunung Santri

Setelah berada diluar makam kita semua mampir ke sebelah warung yang berada persis disebelah makam, disini anak-anak bisa belanja makanan baso, gado-gado, peyek kacang, teh manis dll. Dan yang lainnya bisa mengerjakan Sholat Zuhur di Musholah yang ada persis di depan pintu keluar makam dengan membayar seribu rupiah untuk mengambil air wudhu. Setelah istirahat sekitar setengah jam lalu perjalanan akan kita lanjutkan ke makam yang lain tetapi ketika kita semua telah berkumpul, anakku dan anak kakak iparku tidak ada, kami panik semuanya karena sebelumnya anakku cuma pamit mau pipis tetapi setelah kita keliling mencari dan bertanya keorang-orang sekitar tidak ada yang tahu, hatiku cemas sekali saat itu, aku dan suamiku berpencar mencari juga kakak iparku serta yang lainnya. Aku berfikir mungkin anakku sudah turun gunung lebih dahulu, tapi yang lain mengatakan tidak mungkin, walau aku cemas tapi ada ketenangan dihatiku bahwa anakku tidak mungkin pergi kemana-mana. Kakak iparku lebih dulu sampai dibawah dengan komunikasi via HP aku tanya padanya apakah sudah menemukan anak-anak kami, dia menjawab” tidak ada dibawah “ pada saat aku mendengar jawaban tersebut disini baru hatiku mulai gundah dan deg..degan aku lansung telephone suamiku yang masih berada diatas sedang aku berada dipertengahan jalan menuju kaki gunung dengan nada sedih aku katakan bahwa anakku tidak ada di bawah, suamiku lalu mengatakan udah tenang aja abang cari terus sekitar sini.

Pemandangan dari atas Gunung santri

Tidak berapa lama kakak iparku kembali menelpone dan mengatakan anakku dan anaknya sudah ketemu dibawah, rupanya mereka turun gunung berdua mengikuti orang-orang kemudian bermain berdua. Tapi sudahlah mendengar mereka sudah ketemu hatiku lega aku berlari kearah anakku dan aku mengatakan padanya agar tidak meninggalkan rombongan karena nanti bisa hilang dan membuat cemas hati orang tua. Anakku dengan tertunduk minta maaf. Perjalananpun kemudian kita lanjutkan kembali.

Sebenarnya masih ada dua makam lagi yang akan kita kunjungi tetapi dikarenakan hari sudah menjelang petang, dan kelamaan mencari anakku kita memutuskan pergi ke tujuan terakhir yaitu tempat yang bisa disebut orang “Batu Quran”. Setalah sampai disini aku dan rombongan turun melewati anak tangga tidak terlalu jauh dari jalanan dimana kendaraan kami parkirkan. Aku melihat danau kecil yang “katanya” disinilah letak batu quran tersebut, tetapi karena air danau itu lagi tinggi sehingga batunya tidak kelihatan, aku tidak begitu tau mengenai sejarah batu quran ini karena aku juga baru pertama kali ke sini, Ketika anakku melihat air danau tersebut ia langsung ingin mandi, karena banyak juga yang mandi, tetapi anakku tidak mau mandi sendiri dia minta ditemani baba’nya. Walaupun tadinya suamiku tidak ingin mandi tapi karena didesak oleh anakku akhirnya iapun mandi juga, tidak begitu lama suamiku dan anakku sudah keluar dari tempat pemandian tersebut karena airnya yang begitu dingin, anakku sampai menggigil kedinginan. Danau tempat pemandian ini dipisahkan dua tempat yaitu pemandian untuk pria dan pemandian untuk wanita tertutup tembok tinggi.

Mata air "Batu Quran"

Setelah semua berkumpul kamipun berencana ingin pulang, tapi sekali lagi kami mampir di warung dekat situ karena anakku ingin makan nasi uduk yang satu bungkusnya seribu rupiah, anakku makan sampai delapan bungkus, mungkin karena habis mandi dan dingin jadi nafsu makannya meningkat, sambil menunggu anakku makan, aku bertanya ke ibu penjual nasi uduk tentang mengapa banyak yang mandi di danau kecil yang menurutnya air itu berasal dari mata air dan tidak pernah surut, menurutnya cerita-cerita terdahulu bahwa siapa yang mandi disini akan mendapat berkah, itu menurut kepercayaan mereka selama ini, wallahu’alam.

Setelah semua berkumpul kami pun bersegera untuk pulang. sebelum naik kekendaraan rombonganku mampir membeli oleh-oleh. Dan menjelang magrib kamipun berangkat pulang dengan diiringi hujan gerimis disepanjang jalan.

Kamis, 02 Juli 2009

" Jangkrik "




Sebutan ini ditujukan buat mobil Jadul kesayangan anakku. Mobil ini hadiah untuknya karena dia mau disunat pada hari Senin tanggal 15 Desember 2008 lalu. Mobil keluaran tahun 1981 yang telah dimodifikasi oleh suamiku dari warna aslinya Biru menjadi Merah, warna kesukaan anakku. Dengan aksesioris yang menghiasi mobil ini membuatnya kelihatan gagah. Tampak depan atas bagasi dihiasi berbagai macam lampu hasil design suamiku. Jok mobil yang berwarna merah berbahan beludru dengan model kursi balap dilengkapi juga dengan besi rollbar menambah kokoh si “ Jangrik Merah” berbody kecil ini atau lebih enak disebut mungil.