"Ya Allah, Berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkan kami dari siksa Neraka"
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 April 2010

LOVE YOU PARENTS

I LOVE U MOM, I LOVE U DAD .... !!!!





Waktu kamu berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu .... sebagai balasannya .... kau menangis sepanjang malam


Waktu kamu berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan, sebagai balasannya .... kamu kabur waktu dia memanggilmu


Waktu kamu berumur 3 tahun, dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang .... sebagai balasannya .... kamu buang piring berisi makananmu ke lantai


Waktu kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna ..... sebagai balasannya .... kamu corat coret tembok rumah dan meja makan


Waktu kamu berumur 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah .... sebagai balasannya .... kamu memakainya bermain di kubangan lumpur


Waktu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah ... sebagai balasannya .... kamu berteriak " N GGAK MAU ....!"


Waktu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola .... sebagai balasannya kamu melemparkan bola ke jendela tetangga


Waktu berumur 8 tahun, dia memberimu es krim .... sebagai balasannya .... kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu


Waktu kamu berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu, sebagai balasannya .... kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar


Waktu kamu berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun .... sebagai balasannya .... kamu melompat keluar mobil tanpa memberi salam


Waktu kamu berumur 11 tahun, dia mengantar kamu dan temen-temen kamu kebioskop .... sebagai balasannya .... kamu minta dia duduk di barisan lain


Waktu kamu berumur 12 tahun, dia melarangmu melihat acara tv khusus untuk orang dewasa .... sebagai balasannya .... kamu tunggu sampai dia keluar rumah


Waktu kamu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya, sebagai balasannya .... kamu bilang dia tidak tahu mode


Waktu kamu berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan .... sebagai balasannya .... kamu nggak pernah menelponnya


Waktu kamu berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu .....sebagai balasannya .... kamu kunci pintu kamarmu


Waktu kamu berumur 16 tahun, dia mengajari kamu mengemudi mobil .... sebagai balasannya .... kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa mempedulikan kepentingannya


Waktu kamu berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting .... sebagai balasannya .... kamu pakai telpon nonstop semalaman


waktu kamu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA .... sebagai balasannya .... kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi


Waktu kamu berumur 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama ..... sebagai balasannya .... kamu minta diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama temen-temen


Waktu kamu berumur 20 tahun, dia bertanya "Darimana saja seharian ini?".... sebagai balasannya .... kamu menjawab "Ah, cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang"


Waktu kamu berumur 21 tahun, dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karier masa depanmu .... sebagai balasannya .... kamu bilang "Aku nggak mau seperti kamu"


Waktu kamu berumur 22 tahun, dia memelukmu dan haru waktu kamu lulusperguruan tinggi .... sebagai balasanmu .... kamu nanya kapan kamu bisa main ke luar negeri


Waktu kamu berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumahbarumu .... sebagai balasannya .... kamu ceritain ke temanmu betapa jeleknya furniture itu


Waktu kamu berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanyatentang rencana di masa depan ..... sebagai balasannya .... kamu mengeluh "Aduh gimana sih kok bertanya seperti itu"


Waktu kamu berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu .... sebagai balasannya .... kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km


Waktu kamu berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawatbayimu .... sebagai balasannya ..... kamu katakan "Sekarang jamannya sudah beda"


Waktu kamu berumur 40 tahun, dia menelponmu untuk memberitahu pesta salahsatu saudara dekatmu .... sebagai balasannya kamu jawab "Aku sibuk sekali, nggak ada waktu"


Waktu kamu berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu .... sebagai balasannya .... kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya dan hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan tenang .... dan tiba-tiba kamu teringat semua yang belum pernah kamu lakukan .... dan itu menghantamHATIMU bagaikan pukulan godam


MAKA .....JIKA ORA NG TUAMU MASIH ADA ... BERIKAN LAH KASIH SAYANG DAN PERHATIAN LEBIH DARI YANG PERNAH KAMU BERIKAN SELAMA INI
JIKA ORANG TUAMU SUDAH TIADA ....
INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTA NYA YANG TELAH DIBERIKAN NYA DENGAN TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU

I LOVE U MOTHER

Buat renungan bersamaDi

sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiapharinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, "Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya" .Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.Setelah wafatnya Rasulullah SAW praktis tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat te rdekat Rasulullah SAW yakni Abubak ar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan istri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, "Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?".* Aisyah RA menjawab, "Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja".
"Apakah Itu?", tanya Abubakar RA. "Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana ", kata Aisyah RA.Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil enghardik, "Siapakah kamu ?".
Abubakar RA menjawab, "Aku orang yang biasa." "Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku" , ban tah si pengemis buta itu."Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku", pengemis itu melanjutkan perkataannya.Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW".Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, "Benarkah demikian?Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... "Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.Nah, wahai saudaraku, bolehkah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW?Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau? Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq. Kalaupun tidak boleh kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya.Pengemis yang buta itu lagikan mengetahui orang yang biasa mendatanginya selalu, tidakkan sama dari yang biasa.

Jumat, 26 Maret 2010

SINAR CAHAYA AYAT KURSI

Dalam sebuah hadis, ada menyebut perihal syaitan yang duduk di atas pintu rumah. Tugasnya ialah untuk menanam keraguan di hati suami terhadap kesetiaan isteri di rumah dan keraguan dihati isteri terhadap kejujuran suami di luar rumah.

Sebab itulah Rasulullah tidak akan masuk rumah hingga Baginda mendengar jawaban salam dari isterinya. Di saat itu syaitan akan lari bersama-sama dengan salam itu.

Hikmat Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-hadis:


1. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya, Allah SWT mewakilkan dua orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.

2. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang Fardhu, dia akan berada dlm lindungan Allah SWT hingga sembahyang yang lain.

3. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang, tidak mencegah dia untuk masuk surga kecuali maut dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, Allah SWT memelihara akan dia ke atas rumahnya, rumah jirannya dan ahli rumah-rumah disekitarnya.

4. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir shalat fardhu, Allah SWT menganugerahkan dia setiap hati orang yang bersyukur, setiap perbuatan orang yang benar, pahala para nabi serta Allah melimpahkan padanya rahmat.

5. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah SWT mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya - mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya.

6. Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang Allah SWT akan mengendalikan pengambilan rohnya dan dia adalah seperti orang yang berperang bersama Nabi Allah sehingga mati syahid.

7. Barang siapa yang membaca ayat Al-Kursi ketika dalam kesempitan nescaya Allah SWT berkenan memberi pertolongan kepadanya.

Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah S.A.W. bersabda, “Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..."

"Utamakan SELAMAT dan SEHAT untuk Dunia Mu, Utamakan SHOLAT dan ZAKAT untuk Akhirat Mu"

Subhanallah. ..

"Sedekah"

Daripada Abu Zar r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Setiap ruas tulang
dari seseorang di antara kamu harus bersedekah setiap pagi. Maka setiap sekali
bacaan tasbih adalah sedekah, setiap sekali bacaan tahmid adalah sedekah, setiap
sekali bacaan tahlil adalah sedekah, setiap sekali bacaan takbir adalah sedekah,
memerintahkan kepada kebaikan juga sedekah, mencegah dari kemungkaran juga
sedekah dan keseluruhannya itu dapat dicukupi oleh dua rakaat yang dikerjakan
oleh seseorang itu dari shalat Dhuha."

(Riwayat Muslim)

KEDAHSYATAN SIKSAAN DIALAM KUBUR

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Albaraa' bin Aazib r.a. berkata: "Kami bersama Nabi Muhammad s.a.w keluar menghantar jenazah seorang sahabat Anshar, maka ketika sampai kekubur dan belum dimasukkan dalam lahad, Nabi Muhammad s.a.w duduk dan kami duduk disekitarnya diam menundukkan kepala bagaikan ada burung diatas kepala kami, sedang Nabi Muhammad s.a.w mengorek-ngorek dengan dahan yang ada ditangannya, kemudian ia mengangkat kepala sambil bersabda: "Berlindunglah kamu kepada Allah dari siksaan kubur.". Nabi Muhammad s.a.w mengulangi sebanyak 3 kali." Lalu Nabi Muhammad s.a.w bersabda:
"Sesungguhnya seorang mukmin jika akan meninggal dunia dan menghadapi akhirat (akan mati), turun padanya malaikat yang putih-putih wajahnya bagaikan matahari, membawa kafan dari syurga, maka duduk didepannya sejauh pandangan mata mengelilinginya, kemudian datang malaikulmaut dan duduk didekat kepalanya dan memanggil: "Wahai roh yang tenang baik, keluarlah menuju pengampunan Allah dan ridhaNya."
Nabi Muhammad s.a.w bersabda lagi: "Maka keluarlah rohnya mengalir bagaikan titisan dari mulut kendi tempat air, maka langsung diterima dan langsung dimasukkan dalam kafan dan dibawa keluar semerbak harum bagaikan kasturi yang terharum diatasbumi, lalu dibawa naik, maka tidak melalui rombongan malaikat melainkan ditanya: "Roh siapakah yang harum ini?" Dijawab: "Roh fulan bin fulan sehingga sampai kelangit, dan disana dibukakan pintu langit dan disambut oleh penduduknya dan pada tiap-tiap langit dihantar oleh Malaikat Muqarrbun, dibawa naik kelangit yang atas hingga sampai kelangit ketujuh, maka Allah berfirman: "Catatlah suratnya di illiyyin. Kemudian dikembalikan ia kebumi, sebab daripadanya Kami jadikan, dan didalamnya Aku kembalikan dan daripadanya pula akan Aku keluarkan pada saatnya." Maka kembalilah roh kejasad dalam kubur, kemudian datang kepadanya dua Malaikat untuk bertanya: "Siapa Tuhanmu?" Maka dijawab: Allah Tuhanku. Lalu ditanya: "Apakah agamamu?" Maka dijawab: "Agamaku Islam" Ditanya lagi: "Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutuskan ditengah-tengah kamu?" Dijawab: "Dia utusan Allah". Lalu ditanya: "Bagaimanakah kamu mengetahui itu?" Maka dijawab: "Saya membaca kitab Allah lalu percaya dan membenarkannya" Maka terdengar suara: "Benar hambaku, maka berikan padanya hamparan dari syurga serta pakaian syurga dan bukakan untuknya pintu yang menuju kesyurga, supaya ia mendapat bau syurga dan hawa syurga, lalu luaskan kuburnya sepanjang pandangan mata." Kemudian datang kepadanya seorang yang bagus wajahnya dan harum baunya sambil berkata: "Terimalah khabar gembira, ini saat yang telah dijanjikan Allah kepadamu." Lalu bertanya: "Siapakah kau?" Jawabnya: "Saya amalmu yang baik." Lalu ia berkata: Ya Tuhan, segerakan hari kiamat supaya segera saya bertemu dengan keluargaku dan kawan-kawanku."
Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Adapun hamba yang kafir, jika akan meninggal dunia dan menghadapi akihirat, maka turun kepadanya Malaikat dari langit yang hitam mukanya dengan pakaian hitam, lalu duduk dimukanya sepanjang pandangan mata, kemudian datang Malaikulmaut dan duduk disamping kepalanya lalu berkata: "Hai roh yang jahat, keluarlah menuju murka Allah." Maka tersebar disemua anggota badannya, maka dicabut rohnya bagaikan mencabut besi dari bulu yang basah, maka terputus semua urat dan ototnya, lalu diterima akan dimasukkan dalam kain hitam, dan dibawa dengan bau yang sangat busuk bagaikan bangkai, dan dibawa naik, maka tidak melalui malaikat melainkan ditanya: "Roh siapakah yang jahat dan busuk itu?" Dijawab: "Roh fulan bin fulan." dengan sebutan yang amat jelek sehingga sampai dilangit dunia, maka minta dibuka, tetapi tidak dibuka untuknya. Kemudian Nabi Muhammad s.a.w membaca ayat: "Laa tufattahu lahum abwabus samaa'i, wala yad khuluunal jannata hatta yalijal jamalu fisamil khiyaath." (Yang Bermaksud) "Tidak dibukakan bagi mereka itu pintu-pintu langit dan tidak dapat masuk syurga sehingga unta dapat masuk dalam lubang jarum."
Kemudian diperintahkan: "Tulislah orang itu dalam sijjin." Kemudian dilemparkan rohnya itu bagitu sahaja sebagaimana ayat "Waman yusyrik billahi fakaan nama khorro minassama'i fatakh thofuhuth thairu au tahwi bihirrihu fimakaanin sahiiq." (Yang bermaksud) "Dan siapa mempersekutukan Allah, maka bagaikan jatuh dari langit lalu disambar helang atau dilemparkan oleh angin kedalam jurang yang curam."
Kemudian dikembalikan roh itu kedalam jasad didlam kubur, lalu didatangi oleh dua Malaikat yang mendudukkannya lalu bertanya: ""Siapa Tuhanmu?" Maka dijawab: "Saya tidak tahu". Lalu ditanya: "Apakah agamamu?" Maka dijawab: "Saya tidak tahu" Ditanya lagi: "Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutuskan ditengah-tengah kamu?" Dijawab: "Saya tidak tahu". Lalu ditanya: "Bagaimanakah kamu mengetahui itu?" Maka dijawab: "Saya tidak tahu" Maka terdengar suara seruan dari langit: "Dusta hambaku, hamparkan untuknya dari neraka dan bukakan baginya pintu neraka, maka terasa olehnya panas hawa neraka, dan disempitkan kuburnya sehingga terhimpit dan rosak tulang-tulang rusuknya, kemudian datang kepadanya seorang yang buruk wajahnya dan busuk baunya sambil berkata: "Sambutlah hari yang sangat jelek bagimu, inilah saat yang telah diperingatkan oleh Allah kepadamu." Lalu ia bertanya: "Siapakah kau?" Jawabnya: "Aku amalmu yang jelek." Lalu ia berkata: "Ya tuhan, jangan percepatkan kiamat, ya Tuhan jangan percepatkan kiamat."
Abul-Laits dengan sanadnya meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. berkata: "Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Seorang mukmin jika sakaratulmaut didatangi oleh Malaikat dengan membawa sutera yang berisi masik (kasturi) dan tangkai-tangkai bunga, lalu dicabut rohnya bagaikan mengambil rambut didalam adunan sambil dipanggil: "Ya ayyatuhannafsul muth ma'innatur ji'i ila robbiki rodhiyatan mardhiyah." (Yang bermaksud) "Hai roh yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan perasaan rela dan diridhoi. Kembalilah dengan rahmat dan keridhoan Allah." Maka jika telah keluar rohnya langsung ditaruh diatas misik dan bunga-bunga itu lalu dilipat dengan sutera dan dibawa keilliyyin. Adapun orang kafir jika sakaratulmaut didatangi oelh Malaikat yang membawa kain bulu yang didalamnya ada api, maka dicabut rohnya dengan kekerasan sambil dikatakan kepadanya: "Hai roh yang jahat keluarlah menuju murka Tuhammu ketempat yang rendah hina dan siksaNya, maka bila telah keluar rohnya itu, diletakkan diatas api dan bersuara seperti sesuatu yang mendidih kemudian dilipat dan dibawa kesijjin."
Alfaqih Abu Ja'far meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Umar r.a. berkata: "Seorang mukmin jika diletakkan dikubur maka diperluaskan kuburnya itu hingga 70 hasta dan ditaburkan padanya bunga-bunga dan dihamparkan sutera, dan bila ia hafal sedikit dari al-quran sukup untuk penerangannya jika tidak maka Allah s.w.t. memberikan kepadanya nur cahaya penerangan yang menyerupai penerangan matahari, dan didalam kubur bagaikan pengantin baru, jika tidur maka tidak ada yang berani membangunkan kecuali kekasihnya sendiri, maka ia bangun dari tidur itu bagaikan masih kurang masa tidurnya dan belum puas. Adapun orang kafir maka akan dipersempit kuburnya sehingga menghancurkan tulang rusuknya dan masuk kedalam perutnya lalu dikirimkan kepadanya ular segemuk leher unta, maka makan dagingnya sehingga habis dan sisa tulang semata-mata, lalu dikirim kepadanya Malaikat yang akan menyiksa iaitu yang buta tuli dan bisu dengan membawa puntung dari besi yang langsung dipukulkannya, sedang Malaikat itu tidak mendengar suara jeritannya dan tidak melihat keadaannya supaya tidak dikasihaninya, selain itu lalu dihidangkan siksa neraka itu tiap pagi dan petang."
Abu-Laits berkata: "Siapa yang ingin selamat dari siksaan kubur maka harus menlazimi empat dan meninggalkan empat iaitu:
 Menjaga sembahyang lima waktu
 Banyak bersedekah
 Banyak membaca al-quran
 Memperbanyak bertasbih (membaca: Subhanallah walhamdulillah wal'aa ilaha illallah wallahu akbar, walahaula wala quwata illa billah)
Semua yang empat ini dapat menerangi kubur dan meluaskannya. Adapun empat yang harus ditinggalkan ialah:
 Dusta
 Kianat
 Adu-adu
 Menjaga kencing, sebab Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Bersih-bersihlah kamu daripada kencing, sebab umumnya siksa kubur itu kerana kencing. (Yakni hendaklah dicuci kemaluan sebersih-bersihnya.)
Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Innallahha ta'ala kariha lakum arba'a: Al'abatsu fishsholaati, wallagh wu filqira'ati, warrafatsu fisshiyami, wadhdhahiku indal maqaabiri. (Yang bermaksud) Sesungguhnya Allah tidak suka padamu empat, main-main dalam sembahyang dan lahgu (tidak hirau), dalam bacaan quran dan berkata keji waktu puasa dan tertawa didalam kubur."
Muhammad bin Assammaak ketika melihat kubur berkata: "Kamu jangan tertipu kerana tenangnya dan diamnya kubur-kubur ini, maka alangkah banyaknya orang yang sudah bingung didalamnya, dan jangan tertipu kerana ratanya kubur ini, maka alangkah jauh berbeza antara yang satu pada yang lain didalamnya. Maka seharusnya orang yang berakal memperbanyak ingat pada kubur sebelum masuk kedalamnya."
Sufyan Atstsauri berkata: "Siapa yang sering (banyak) memperingati kubur, maka akan mendapatkannya kebun dari kebun-kebun syurga, dan siapa yang melupakannya maka akan mendapatkannya jurang dari jurang-jurang api neraka."
Ali bin Abi Thalib r.a. berkata dalam khutbahnya: "Hai hamba Allah, berhati-hatilah kamu dari maut yang tidak dapat dihindari, jika kamu berada ditempat, ia datang mengambil kamu, dan bila kamu lari pasti akan terpegang juga, maut terikat selalu diubun-ubunmu, maka carilah jalan selamat, carilah jalan selamat dan segera-segera, sebab dibelakangmu ada yang mengejar kamu yaitu kubur, ingatlah bahawa kubur itu adakalanya kebun dari kebun-kebun syurga atau jurang dari jurang-jurang neraka dan kubur itu tiap-tiap hari berkata-kata: Akulah rumah yang gelap, akulah tempat sendirian, akulah rumah ulat-ulat."
Ingatlah sesudah itu ada hari (saat) yang lebih ngeri, hari dimana anak kecil segera beruban dan orang tua bagaikan orang mabuk, bahkan ibu yang meneteki lupa terhadap bayinya dan wanita yang bunting menggugurkan kandungannya dan kau akan melihat orang-orang bagaikan orang mabuk tetapi tidak mabuk khamar, hanya siksa Allah s.w.t. yang sangat ngeri dan dahsyat.
Ingatlah bahawa sesudah itu ada api neraka yang sangat panas dan suram dalam, perhiasannya besi dan sirnya darah bercampur nanah, tidak ada rahmat Allah s.w.t. disana. Maka kaum muslimin yang menangis. lalu ia berkata: "Dan disamping itu ada syurga yang luasnya selebar langit dan bumi, tersedia untuk orang-orang yang takwa. Semoga Allah s.w.t. melindungi kami dari siksa yang pedih dan menempatkan kami dalam darunna'iem (Syurga yang serba kenikmatan).
Usaid bin Abdirrahman berkata: "Saya telah mendapat keterangan bahawa seorang mukmin jika mati dan diangkat, ia berkata: "Segerakan aku.", dan bila telah dimasukkan dalam lahad (kubur), bumi berkata kepadanya: "Aku kasih padamu ketika diatas punggungku, dan kini lebih sayang kepadamu." Dan bila orang kafir mati lalu diangkat mayatnya, ia berkata: "Kembalikan aku." dan bila diletakkan didalam lahadnya, bumi berkata: "Aku sangat benci kepadamu ketika kau diatas punggungku, dan kini aku lebih benci lagi kepadamu."
Usman bin Affan r.a. ketika berhenti diatas kubur, ia menangis, maka ditegur: "Engkau jika menyebut syurga dan neraka tidak menangis, tetapi kau menangis kerana kubur?" Jawabnya: "Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Alqabru awwalu manazilil akhirah, fa in naja minhu fama ba'dahu aisaru minhu, wa in lam yanju minhu fama ba'dahu asyaddu minhu." (Yang bermaksud)"Kubur itu pertama tempat yang menuju akhirat, maka bila selamat dalam kubur, maka yang dibelakangnya lebih ringan, dan jika tidak selamat dalam kubur maka yang dibelakangnya lebih berat daripadanya."
Abdul-Hamid bin Mahmud Almughuli berkata: "Ketika aku duduk bersama Ibn Abbas r.a., tiba-tiba datang kepadanya beberapa orang dan berkata: "Kami rombongan haji dan bersama kami ini ada seorang yang ketika sampai didaerah Dzatishshahifah, tiba-tiba ia mati, maka kami siapkan segala keperluannya, dan ketika menggali kubur untuknya, tiba-tiba ada ular sebesar lahad, maka kami tinggalkan dan menggali lain tempat juga ada ular, maka kami biarkan dan kami menggali lain tempat juga kami dapatkan ular, maka kami biarkan dan kini kami bertanya kepadamu, bagaimanakah harus kami perbuat tehadap mayat itu?" Jawab Ibn Abbas r.a.: "Itu dari amal perbuatannya sendiri, lebih baik kamu kubur sajan demi Allah andaikan kamu galikan bumi ini semua niscaya akan kamu dapat ular didalamnya." Maka mereka kembali dan menguburkan mayat itu didalam salah satu kubur yang sudah digali itu dan ketika mereka kembali kedaerahnya mereka pergi kekeluarganya untuk mengembalikan barang-barangnya sambil bertanya kepada isterinya apakah amal perbuatan yang dilakukan oelh suaminya? Jawab isterinya: "Dia biasa menjual gandum dalam karung, lalu dia mengambil sekadar untuk makanannya sehari, dan menaruh tangkai-tangkai gandum itu kedalam karung seberat apa yang diambilnya itu."
Abul-Laits berkata: "Berita ini menunjukkan bahawa kianat itu salah satu sebab siksaan kubur dan apa yang mereka lihat itu sebagai peringatan jangan sampai kianat."
Ada keterangan bahawa bumi ini tiap hari berseru sampai lima kali dengan berkata:
 Hai anak Adam, anda berjalan diatas punggungku dan kembalimu didalam perutku.
 Hai anak Adam, anda makan berbagai macam diatas punggungku dan anda akan dimakan ulat didalam perutku.
 Hai anak Adam, anda tertawa diatas punggungku, dan akan menangis didalam perutku.
 Hai anak Adam, anda bergembira diatas punggungku dan akan berduka didalam perutku.
 Hai anak Adam, anda berbuat dosa diatas punggungku, maka akan tersiksa didalam perutku.
Amr bin Dinar berkata: "Ada seorang penduduk kota Madinah yang mempunyai saudara perempuan dihujung kota, maka sakitlah saudaranya itu kemudian mati, maka setelah diselesaikan persiapannya dibawa kekubur, kemudian setelah selesai menguburkan dan kembali pulang kerumah, ia teringat pada kantongan yang dibawa dan tertinggal dalam kubur, maka ia minta bantuan orang untuk menggali kubur itu kembali, dan sesudah digali kubur itu maka bertemulah dia akan kantongannya itu, ia berkata kepada orang yang membantunya itu: "Tolong aku ketepi sebentar sebab aku ingin mengetahui bagaimana keadaan saudaraku ini." Maka dibuka sedikit lahadnya, tiba-tiba dilihatnya kubur itu menyala api, maka segera ia meratakan kubur itu dan kembali kepada ibunya lalu bertanya: "Bagaimanakah kelakuan saudaraku dahulu itu?" Ibunya berkata: "Mengapa kau menanyakan kelakuan saudaramu, padahal ia telah mati?" Anaknya tetap meminta supaya diberitahu tentang amal perbuatan saudaranya itu, lalu diberitahu bahawa saudaranya itu biasanya mengakhirkan sembahyang dari waktunya, juga cuai dalam kesucian dan diwaktu malam sering mengintai rumah-rumah tetangga untuk mendengar perbualan mereka lalu disampaikan kepada orang lain sehingga mengadu domba antara mereka, dan itulah sebabnya siksa kubur. Kerana itu siapa yang ingin selamat dari siksaan kubur haruslah menjauhkan diri dari sifat namimah (adu domba diantara tetangga dan orang lain) supaya selamat dari siksaan kubur dan mudah baginya menjawab pertanyaan Malaikat Munkar Nakier.
Alabarra' bin Aazib r.a. berkata: "Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Seorang mukmin jika ditanya dalam kubur, maka ia langsung membaca Asyhadu an laa ilaha illallah wa anna Muhammad abduhu warasuluhu, maka itulah yang tersebut dalam firman Allah: Yutsabbitullahul ladzina aamanu bil qaulits tsabiti filhayatiddun ya wafil akhirah (Allah menetapkan orang-orang yang beriman dengan khalimah yang teguh dimana hidup didunia dan diakhirat (yakni khalimah laa ilaha illallah, Muhammad Rasullullah).
Dan ketetapan itu terjadi dalam tiga masa iaitu:
 Ketika melihat Malakulmaut
 Ketika menghadapi pertanyaan Mungkar Nakier
 Ketika menghadapi hisab dihari kiamat
Dan ketetapan ketika melihat Malaikulmaut dalam tiga hal iaitu:
 Terpelihara dari kekafiran, dan mendapat taufiq dan istiqamah dalam tauhid sehingga keluar rohnya dalam Islam
 Diberi selamat oleh Malaikat bahawa ia mendapat rahmat
 Melihat tempatnya disyurga sehingga kubur menjadi salah satu kebun syurga.
Adapun ketetapan ketika hisab juga dalam tiga perkara iaitu:
 Allah s.wt. memberinya ilham sehingga dapat menjawab segala pertanyaan dengan benar
 Mudah dan ringan hisabnya
 Diampunkan segala dosanya
Ada juga yang mengatakan bahawa ketetapan itu dalam empat masa iaitu:
 Ketika mati
 Didalam kubur sehingga dapat menjawab pertanyaan tanpa gentar atau takut
 Ketika hisab
 Ketika berjalan diatas sirat sehingga berjalan bagaikan kecepatan kilat
Jika ditanya tentang soal kubur bagaimanakah bentuknya, maka ulama telah membicarakannya dalam berbagai pendapat. Sebahagiannya berkata pertanyaan itu hanya kepada roh tanpa jasad dan disaat itu roh masuk kedalam jasad hanya sampai didada. Ada pendapat berkata bahawa rohnyanya diantara jasad dan kafan dan sebaiknya seorang mempercayai adanya pertanyaan dalam kubur tanpa menanyakan dan sibuk dengan caranya. Dan kita sendiri akan mengetahui bila sampai disana, maka bila ada orang menolak adanya soal Mungkar Nakier dalam kubur, maka penolakannya dari dua jalan iaitu:
 Mereka berkata: "Ia tidak mungkin menurut perkiraan akal, sebab menyalahi kebiasaan tabiat alam."
 atau mereka berkata: "Tidak ada dalil yang menguatkan."
Pendapat pertama bahawa ia tidak mungkin dalam akal kerana menyalahi kebiasaa tabiat alam. Pendapat ini bererti menidakkan kenabian dan mukjizat, sebab para Nabi itu semuanya dari manusia biasa dan tabiatnya mereka sama, tetapi mereka telah dapat bertemu dengan Malaikat dan menerima wahyu, bahkan laut telah terbelah untuk Nabi Musa a.s., demikian pula tongkatnya menjadi ular, semua kejadian itu menyalahi tabiat alam, maka orang yang menolak semua itu bererti keluar dari Islam. Jika ia berkata: "Tidak ada dalil.", maka hadis-hadis yang diterangkan sudah cukup untuk menjadi alasan bagi orang yang akan mahu terima.
Firman Allah s.w.t. yang berbunyi: "Wa man a'rodho an dzikri fa inna lahu ma'i syatan dhanka wanah syuruhu yaumal qiyaamati a'ma. (Yang bermaksud) "Dan siapa yang mengabaikan peringatanKu (ajaranKu) maka ia akan merasakan kehidupan yang sukar (kehidupan sukar ini ketika menghadapi pertanyaan dalam kubur)."
Demikian pula ayat: "Yu tsabbitulladzina aamanu bil qoulaits tsabiti filhayatiddunia wafil akhirati. (Yang bermaksud) "Allah akan menetapkan hati orang-orang mukmin dengan khalimah yang teguh didunia dan diakhirat."
Abu-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Saad bin Almusayyab dari Umar r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Jika seorang mukmin telah masuk kedalam kubur, maka didatangi oleh dua Malaikat yang menguji dalam kubur, lalu mendudukkannya dan menanyainya, sedang ia mendengar suara derap sandal sepatu mereka ketika kembali, lalu ditanya oleh kedua Malaikat itu: Siapa Tuhammu, dan apakah agamamu, dan siapa Nabimu, lalu dijawab: Allah tuhanku, dan agamaku Islam dan Nabiku Nabi Muhammad s.a.w. Lalu Malaikat itu berkata: Allah yang menetapkan kau dalam khalimah itu, tidurlah dengan tenang hati. Itulah ertinya Allah menetapkan mereka dalam khalimah hak. Adapun orang kafir zalim maka Allah menyesatkan mereka dengan tidak memberi petunjuk taufiq pada mereka, sehingga ketika ditanya oleh Malaikat: Siapa Tuhanmu, apa agamamu dan siapa Nabimu, maka jawab orang kafir atau munafiq: Tidak tahu. Maka oleh Malaikat dikatakan: Tidak tahu, maka langsung dipukul sehingga jeritan suaranya terdengar semua yang dialam kecuali manusia dan jin. (Dan andaikan didengar oleh manusia pasti pingsan)
Abu Hazim dari Ibn Umar r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w bersabda kepada Umar r.a : "Bagaimanakah kau hai Umar jika didatangi oleh kedua Malikat yang akan mengujimu didalam kubur iaitu Mungkar Nakier hitam keduanya kebiru-biruan siung keduanya mengguriskan bumi, sedang rambut keudanya sampai ketanah dan suara keduanya bagaikan petir yang dahsyat, dan matanya bagaikan kilat yang menyambar?" Umar bertanya: "Ya Rasullullah, apakah ketika itu aku cukup sedar sebagaimana keadaanku sekarang ini?" Nabi Muhammad s.a.w menjawab: "Ya." Umar berkata: "jika sedemikian maka saya selesaikan keduanya dengan izin Allah s.w.t.. Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "sesungguhnya Umar seorang yang mendapat taufiq."
Abul-Laits berkata: "saya telah diberitahu oleh Abul-Qasim bin Abdurrahman bin Muhammad Asysyabadzi dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Tiada seorang yang mati melainkan ia mendengkur yang didengari oleh semua binatang kecuali manusia, dan andaikata ia mendengar pasti pingsan, dan bila dihantar kekubur, maka jika solih (baik) berkata: "Segerakanlah aku, andaikan kamu mengetahui apa yang didepanku daripada kebaikan, nescaya kamu akan menyegerakan aku. Dan bila ia tidak baik maka berkata: "Jangan keburu, andaikata kamu mengtahui apa yang didepan aku daripada bahaya, nescaya kamu tidak akan keburu. Kemudian jika telah ditanam dalam kubur, didatangi oleh dua Malaikat yang hitam kebiru-biruan datang dari arah kepalanya, maka ditolak oleh sembahyangnya: Tidak boleh datang dari arahku sebab adakalanya ia semalaman tidak tidur kerana takut dari saat yang seperti ini, lalu datang dari bawah kakinya, maka ditolak oleh baktinya pada kedua orang tuanya: Jangan datang dari arahku, kerana ia biasa berjalan tegak kerana ia takut dari saat seperti ini, lalu datang dari arah kanannya, maka ditolak oleh sedekahnya: Tidak boleh datang dari arahku, kerana ia pernah sedekah kerana ia takut dari saat seperti ini, lalu ia datang dari kirinya maka ditolak oleh puasanya: Jangan datang dari arahku, kerana ia biasa lapar dan haus kerana takut saat seperti ini, lalu ia dibangunkan bagaikan dibangunkan dari tidur, lalu ia bertanya: Bagaimana pendapatmu tentang orang yang membawa ajaran kepadamu itu? Ia tanya: Siapakah itu? Dijawab: Muhammad s.a.w? Maka dijawab: Saya bersaksikan bahawa ia utusan Allah. Lalu berkata kedua Malaikat: Engkau hidup sebagai seorang mukmin, dan mati juga mukmin. Lalu diluaskan kuburnya, dan dibukakan baginya segala kehormatan yang dikurniakan Allah kepadanya. Semoga Allah memberi kita taufiq dan dipelihara serta dihindarkan dari hawa nafsu yang menyesatkan, dan menyelamatkan kami dari siksa kubur kerana Nabi Muhammad s.a.w juga berlindung kepada Allah dari siksa kubur."
A'isyah r.a. berkata: "Saya dahulunya tidak mengetahui adanya siksa kubur sehingga datang kepadaku seorang wanita Yyahudi, minta-minta dan sesudah saya beri ia berkata: "Semoga Allah melindungi kamu dari siksa kubur. Maka saya kira keterangannya itu termasuk tipuan kaum Yahudi, lalu saya ceritakan kepada Nabi Muhammad s.a.w maka Nabi Muhammad s.a.w memberitahu kepadaku bahawa siksa kubur itu hak benar, maka seharusnya seorang muslim berlindung kepada Allah s.w.t. dari siksa kubur, dan bersiap sedia untuk menghadapi kubur dengan amal yang soleh, sebab selama ia masih hidup maka Allah s.w.t. telah memudahkan baginya segala amal soleh. Sebaliknya bila ia telah masuk kedalam kubur, maka ia akan ingin kalau dapat diizinkan, sehingga ia sangat menyesal semata-mata, kerana itu seorang yang berakal harus berfikir dalam hal orang-orang yang telah mati, kerana orang-orang yang telah mati itu, mereka sangat ingin kalau dapat akan sembahyang dua rakaat, berzikir dengan tasbih, tahmid dan tahlil, sebagaimana ketika didunia, tetapi tidak diizinkan, lalu mereka hairan pada orang-orang yang masih hidup menghambur-hamburkan waktu dalam permainan dan kelalaian semata-mata. Saudaraku jagalah dan siap-siapkan harimu, sebab ia sebagai pokok kekayaanmu, maka mudah bagimu mendapatkan atau mencari untung laba, sebab kini dagangan akhirat agak sepi dan tidak laku, kerana itu rajin-rajinlah kau mengumpulkan sebanyak mungkin daripadanya, sebab akan tiba masa dagangan itu sangat berharga sebab pada saat itu ia berharga, maka kau tidak akan dapat mencari atau mencapainya. Kami mohon semoga Allah s.w.t. memberi taufiq untuk bersiap-siap menghadapi saat keperluan dan jangan sampai menjadikan kami dari golongan yang menyesal sehingga ingin kembali kedunia tetapi tidak diizinkan, juga semoga Allah s.w.t. memudahkan atas kami sakaratulmaut, dan kesukaran kubur, demikian pula pada semua kaum muslimin dan muslimat.
Aamin ya Robbal aalamin. Engkau arhamurrahimin, wahasbunallahu wani'mal wakiel, walahaula wala quwwata illa billahil aliyil adhiem."

SELAMATKAN DIRIMU DARI SIKSAAN NERAKA

Jumat, 01 Juni 2007 - 05:00 PM, Penulis: Al Ustadz Muhaimin
WAHAI SAUDARIKU MUSLIMAH
SELAMATKAN DIRIMU DARI SIKSAAN NERAKA
Nabi Shalallahu 'alahi wa sallam bersabda :
قُمْتُ عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ فَكَانَ عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا الْمَسَاكِينَ
وَأَصْحَابُ الْجَدِّ مَحْبُوسُونَ غَيْرَ أَنَّ أَصْحَابَ النَّارِ قَدْ
أُمِرَ بِهِمْ إِلَى النَّارِ وَقُمْتُ عَلَى بَابِ النَّارِ فَإِذَا عَامَّةُ
مَنْ دَخَلَهَا النِّسَاءُ
" Aku pernah berdiri di pintu sorga , maka keumuman orang yang memasukinya
adalah orang-orang yang miskin , dan orang-orang yang berharta tertahan (
untuk di hisab ) kecuali yang menjadi penduduk neraka , mereka diperintahkan
memasuki neraka , dan aku pernah berdiri di pintu neraka , ternyata keumuman
orang yang memasukinya adalah kaum wanita " . (1)
Rasulullah Shalallahu 'alahi wa sallam bersabda :
اطَّلَعْتُ فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ
وَاطَّلَعْتُ فِي النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ
" Aku pernah memperhatikan surga , maka aku lihat kebanyakan penduduknya
adalah kaum fakir , dan aku pernah memperhatikan neraka , maka aku lihat
kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita " . (2)
كَانَ لِمُطَرِّفِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ امْرَأَتَانِ فَجَاءَ مِنْ عِنْدِ
إِحْدَاهُمَا فَقَالَتْ الْأُخْرَى جِئْتَ مِنْ عِنْدِ فُلَانَةَ فَقَالَ
جِئْتُ مِنْ عِنْدِ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ فَحَدَّثَنَا أَنَّ رَسُولَ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَقَلَّ سَاكِنِي
الْجَنَّةِ النِّسَاءُ
Bahwasanya Mutharrif bin Abdullah memiliki dua istri , ketika dia datang
dari sisi salah satu dari keduanya , maka istri yang lain berkata ; engkau
datang dari sisi Fulanah , maka dia berkata ; saya datang dari sisi Imron
bin Husain , dia telah mengabarkan kepada kami bahwasanya rasulullah
shalallahu alaihi wasallam bersabda ; " Sesungguhnya penduduk surga yang
paling sedikit adalah kaum wanita " .(3)
Kaum wanita menjadi mayoritas penduduk neraka hanyalah disebabkan
perbuatan-perbuatan mereka .
وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا
Artinya : " Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun". (QS Al Kahfi : 49)
Al Imam Al Qurthubi berkata : " Sesungguhnya kaum wanita sebagai minoritas
penduduk surga karena dikuasai oleh hawa nafsu , cenderung kepada perhiasan
dunia yang sementara , dan berpaling dari akhirat dikarenakan kurangnya akal
mereka serta cepat tertipu " .
Beliau Shalallahu 'alahi wa sallam bersabda :
يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ فَإِنِّي أُرِيتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ
النَّارِ , فَقُلْنَ : وَبِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : تُكْثِرْنَ
اللَّعْنَ , وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ , مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ
وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ , قُلْنَ :
وَمَا نُقْصَانُ دِينِنَا وَعَقْلِنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : أَلَيْسَ
شَهَادَةُ الْمَرْأَةِ مِثْلَ نِصْفِ شَهَادَةِ الرَّجُلِ ؟ قُلْنَ : بَلَى .
قَالَ : فَذَلِكِ مِنْ نُقْصَانِ عَقْلِهَا. أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ
تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ ؟ قُلْنَ : بَلَى . قَالَ : فَذَلِكِ مِنْ نُقْصَانِ
دِينِهَا.
" Wahai kaum wanita bersedekahlah kalian , sesungguhnya telah diperlihatkan
kepadaku bahwa kalian sebagai mayoritas penduduk neraka . Maka mereka ( kaum
wanita ) berkata : Disebabkan apa wahai rasulullah ? Beliau berkata : Kalian
banyak melaknat , mengingkari kebaikan keluarga ( suami ) , aku tidaklah
melihat kaum yang kurang akal dan agamanya, yang dapat menghilangkan akal
seorang laki-laki yang kokoh hatinya, selain salah seorang dari kalian .
Mereka berkata : apa yang dimaksud dengan kurang agama dan akalnya wahai
rasulullah ? Beliau berkata : Bukankah persaksian seorang wanita seperti
setengah persaksian seorang laki-laki ? Mereka berkata : benar , maka beliau
katakan ; Demikianlah yang menunjukkan kekurangan akalnya . Bukankah jika
dia haidh tidak sholat dan tidak puasa ? Mereka berkata ; benar . Beliau
berkata : Demikianlah yang menunjukkan kekurangan agamanya ". (4)
Di dalam hadis ini beliau shalallahu alaihi wasallam memberitakan kepada
kita tentang beberapa perbuatan kaum wanita yang menyebabkan mereka menjadi
mayoritas penduduk neraka , yaitu :
- Banyak berkata dengan perkataan yang jelek seperti melaknat dan mencela ,
dan ini tergolong perbuatan dosa besar .
- Mengingkari kebaikan-kebaikan yang diberikan oleh suami kepadanya yang
berarti dia telah kufur nikmat, dan mengkufuri nikmat adalah diharamkan .
- Menjadikan hilangnya akal seorang laki-laki sehingga dia berkata dan
berbuat yang tidak pantas untuk menyenangkannya, maka wanita tersebut ikut
mendapatkan dosanya .
Beberapa perbuatan dosa yang lain yang dilakukan banyak kaum wanita di masa
kini , diantaranya :
- Menyerupai kaum laki-laki dalam berpakaian dan berhias , dan ini adalah
perbuatan dosa besar karena rasulullah shalallahu alaihi wasallam telah
melaknat kaum wanita yang menyerupai kaum laki-laki dan sebaliknya ;
Beliau Shalallahu 'alahi wa sallam bersabda :
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُتَشَبِّهِينَ
مِنْ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنْ النِّسَاءِ
بِالرِّجَالِ
Rasulullah Shalallahu 'alahi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai
kaum wanita dan wanita yang menyerupai kaum laki-laki (5)
- Memakai parfum , kemudian melewati majlis kaum laki-laki , sehingga
membangkitkan syahwat kaum laki-laki untuk menzina-inya ;
Beliau Shalallahu 'alahi wa sallam bersabda :
كُلُّ عَيْنٍ زَانِيَةٌ وَالْمَرْأَةُ إِذَا اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ
بِالْمَجْلِسِ فَهِيَ كَذَا وَكَذَا يَعْنِي زَانِيَةً
" Setiap mata itu berzina , seorang perempuan yang memakai parfum lalu dia
melewati majlis ( laki-laki ) maka dia demikian dan demikian yaitu wanita
yang berzina " .(6)
- Sombong karena fisiknya terlihat indah dan cantik ketika memakai pakaian
yang mewah ;
Nabi Shalallahu 'alahi wa sallam bersabda :
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ
كِبْرٍ
" Tidaklah masuk sorga seseorang yang di dalam hatinya ada sifat kesombongan
sebesar biji sawi " .
- Suka menggibahi saudaranya yang lain , ini termasuk perbuatan dosa besar ,
Sebagaimana yang Allah Ta'ala firmankan :
-
وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ
أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ
رَحِيمٌ
" Dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu
yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu
merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah
Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang " . (QS Al Hujurat : 12)
- Talawwun ( bermuka dua ) yaitu mendatangi satu kelompok manusia dengan
menunjukkan bahwa dirinya bersama mereka dan menyelisihi lawan mereka ,
dengan maksud membuat kerusakan di antara mereka dan meraih kuntungan untuk
dirinya sendiri; lalu mendatangi kelompok yang lain dan menunjukan bahwa
dirinya bersama mereka dengan maksud yang sama.
Nabi Shalallahu 'alahi wa sallam bersabda :
إِنَّ شَرَّ النَّاسِ ذُو الْوَجْهَيْنِ الَّذِي يَأْتِي هَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ
وَهَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ
" Sesungguhnya manusia yang paling jahat adalah seseorang yang memiliki dua
muka , yaitu yang mendatangi mereka dengan satu muka dan mendatangi yang
lain dengan muka ( yang lain ) " .(7)
- Bepergian ( safar ) tanpa mahrom , dengan safar demikian ini dirinya tidak
aman dari fitnah .
Beliau Shalallahu 'alahi wa sallam bersabda :
لَا تُسَافِرْ الْمَرْأَةُ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ , وَلَا يَدْخُلُ
عَلَيْهَا رَجُلٌ إِلَّا وَمَعَهَا مَحْرَمٌ , فَقَالَ رَجُلٌ : يَا رَسُولَ
اللَّهِ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أَخْرُجَ فِي جَيْشِ كَذَا وَكَذَا وَامْرَأَتِي
تُرِيدُ الْحَجَّ , فَقَالَ : اخْرُجْ مَعَهَا.
" Janganlah seorang wanita bepergian kecuali bersama mahromnya , maka ada
seorang laki-laki berkata : Wahai rasulullah sesungguhnya saya ingin keluar
bergabung dengan tentara ini dan itu , sedangkan istri saya hendak
menunaikan haji , maka beliau katakan : " Keluarlah kamu bersamanya (istri)"
.
- Sering masuk ke pasar-pasar padahal tidak ada keperluan ( hajat ) yang
mendesak , lalu dia banyak bicara dengan para penjual dan selainnya dari
kaum laki-laki sehingga terjadilah fitnah ;
Rasulullah Shalallahu 'alahi wa sallam bersabda :
الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتْ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ
" Wanita adalah aurat , maka jika dia keluar ( dari rumahnya ) syetan
menampakkannya indah ( di hadapan laki-laki ) " . (8)
- Berbaur dengan laki-laki yang bukan mahromnya ( ikhtilath ) dalam suatu
ruangan , demikian ini mendatangkan fitnah dan kebinasaan dalam agamanya .
Rasulullah Shalallahu 'alahi wa sallam bersabda :
إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ قَالَ الْحَمْوُ الْمَوْتُ
" Hati-hatilah kalian dari memasuki kaum wanita , ada seorang laki-laki dari
kaum Anshar berkata ; Wahai rasulullah bagaimana pendapat anda tentang ipar
. Maka beliau berabda : " Ipar adalah membinasakan " .
Masih banyak kemungkaran yang lain yang dilakukan oleh kebanyakan kaum
wanita yang menyebabkan mereka terjerumus ke dalam neraka. Maka kaum wanita
yang menghendaki keselamatan dari adzab Allah Ta'ala, hendaklah menyerahkan
diri mereka kepada syariat-Nya , janganlah ikut melakukan kebodohan meskipun
banyak wanita yang melakukannya , janganlah ikut melakukan kemaksiatan
meskipun banyak kaum wanita berbuat maksiat , janganlah tertipu dengan
kebanyakan kaum wanita yang melanggar syariat Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ
إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ
Artinya :" Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi
ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. mereka tidak lain
hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah
berdusta (terhadap Allah) " . (QS Al An'am : 116).
وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ (103)
Artinya :" Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman - walaupun kamu
sangat menginginkannya- " (QS Yusuf : 103 )
وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ
Artinya :" Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih".(QS
Saba : 13) .
Jika engkau ( wahai wanita muslimah ) menginginkan kemuliaan di dunia dan di
akhirat , yakni keberuntungan dengan meraih surga dan jauh dari adzab neraka
, maka laksanakanlah perintah-perintah Allah , jauhilah larangan-larangannya
, dan pegangilah Al Kitab dan As Sunnah di atas pemahaman salaf ( pendahulu
kita ) yang shalih .
Dia, Allah Ta'ala berfirman :
وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
Artinya :" Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, Maka
Sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus " . (QS Ali
Imron : 101 .)
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَئِكَ
هُمُ الْفَائِزُونَ (52)
Artinya : " Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut
kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, Maka mereka adalah orang- orang yang
mendapat kemenangan " . (QS An Nur : 52)
وَالَّذِينَ يُمَسِّكُونَ بِالْكِتَابِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ إِنَّا لَا
نُضِيعُ أَجْرَ الْمُصْلِحِينَ (170)
Artinya :" Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al kitab ( Al Qur'an
) serta mendirikan shalat, (akan diberi pahala) karena Sesungguhnya Kami
tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan " . (QS Al
A'raf : 170 )
Allah Ta'ala berfirman :
فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ
أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Artinya :"Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan
ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih " . (QS An Nur : 63 )
Rasulullah Shalallahu 'alahi wa sallam bersabda :
كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى قَالُوا يَا رَسُولَ
اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ
عَصَانِي فَقَدْ أَبَى
" Setiap umatku akan masuk sorga kecuali yang enggan memasukinya. Mereka (
para sahabat ) berkata : Wahai rasulullah siapa yang enggan memasukinya ?
Beliau berkata : Siapa yang mentaatiku maka dia masuk sorga , dan siapa yang
bermaksiat kepadaku berarti dia enggan memasukinya " .(9)
مَثَلِي وَمَثَلُكُمْ كَمَثَلِ رَجُلٍ أَوْقَدَ نَارًا فَجَعَلَ الْجَنَادِبُ
وَالْفَرَاشُ يَقَعْنَ فِيهَا وَهُوَ يَذُبُّهُنَّ عَنْهَا وَأَنَا آخِذٌ
بِحُجَزِكُمْ عَنْ النَّارِ وَأَنْتُمْ تَفَلَّتُونَ مِنْ يَدِي
" Perumpamaan aku dan kalian seperti seseorang yang menyalakan api , lalu
belalang-belalang akan jatuh di dalamnya dan dia berupaya menolaknya dari
api ( agar tidak terjatuh ke dalamnya ) . Sementara aku memegangi pinggang
kalian dari api neraka ( agar tidak terjatuh ke dalamnya ) , sedangkan
kalian terlepas dari pegangan tanganku " .(10)
وَأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ أَوَّلُهُمَا كِتَابُ اللَّهِ فِيهِ
الْهُدَى وَالنُّورُ فَخُذُوا بِكِتَابِ اللَّهِ وَاسْتَمْسِكُوا بِهِ
"Saya tinggalkan dua perkara yang berat(11) kepada kalian, yang pertama dari
keduanya adalah Kitab Allah yang mengandung petunjuk dan cahaya, maka
ambillah kitab Allah dan pegangilah ia…"(12)
وَإِنِّي تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ أَحَدُهُمَا كِتَابُ اللَّهِ عَزَّ
وَجَلَّ هُوَ حَبْلُ اللَّهِ مَنْ اتَّبَعَهُ كَانَ عَلَى الْهُدَى وَمَنْ
تَرَكَهُ كَانَ عَلَى ضَلَالَةٍ
"Ingat dan sesungguhnya saya meninggalkan kepada kalian dua perkara yang
berat, yang salah satunya adalah Kitab Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang mana
ia adalah tali Allah, barangsiapa yang mengikutinya maka dia di atas
petunjuk, dan barangsiapa yang meninggalkannya maka dia di atas kesesatan".
Saya memohon kepada Allah agar nasihat ini berguna bagi setiap yang
membacanya , sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha Mulia .
Shalawat dan salam yang banyak semoga tetap tercurah atas nabi kita Muhamad
, atas keluarganya dan sahabatnya .
سبحانك اللهم وبحمدك , لا إله إلا أنت , أستغفرك و أتوب إليك .
Footnote :
1 Dikeluarkan oleh Bukhori dan Muslim di dalam " Shahih Keduanya " dari
sahabat Utsamah bin Zaid .
2 Dikeluarkan oleh Bukhori dan Muslim di dalam " Shahih Keduanya " dari
sahabat Ibnu Abbas .
3 Dikeluarkan oleh Muslim di dalam " Shohihnya "
4 Dikeluarkan oleh Bukhori di dalam " Shohihnya " dari sahabat Abu Sa'id Al
Khudri rodhiyallahu anhu , dan Muslim di dalam " Shohihnya " dari sahabat
Abdullah bin Umar .
5Dikeluarkan oleh Bukhori di dalam " Shohihnya " dari Ibnu Abbas
rodhiyallahu anhuma .
6 Diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad , Tirmidzi , Nasai dan Abu Dawud dari
sahabat Abu Musa Al Asy'ari , dan Tirmidzi mengatakan hadis hasan sohih dan
disohihkan juga oleh Al Imam Ibnu Hibban dan Hakim .
7 Dkeluarkan oleh Bukhori dan Muslim di dalam " Shohih Keduanya " dari
sahabat Abu Hurhairoh radhiyallahu anhu.
8 Diriwayatkan oleh Tirmidzi di dalam " Sunannya " , dan dia mengatakan
hadis hasan yang asing , dan dishohihkan oleh Ibnu Hibban dan Ibnu Huzaimah
, dan di dalam lafadz keduanya terdapat tambahan pada akhirnya ; " Dan
dirinya sangat dekat dengan Wajah Tuhannya ketika di dalam rumahnya " .
9 Dikeluarkan oleh Bukhori dan Muslim di dalam " Shohih Keduanya " dari
sahabat Abu Hurhairoh rhadhiyallahu anhu dengan lafadz yang sedikit berbeda
.
10Dikeluarkan oleh Muslim di dalam " Shahihnya " , dan Al Imam Ahmad di
dalam " Musnadnya " dari sahabat Jabir bin Abdullah radhiyallahu anhuma .
1 Kedua perkara ini dinamakan sesuatu yang berat karena agung dan besarnya
perkara keduanya atau karena beratnya pengamalan keduanya, Syarah Shohih
Muslim An Nawawi.
2 Dikeluarkan oleh Muslim di dalam " Shahihnya " dari sahabat Zaid bin Arqam
rodhiyallahu anhu .
REFERENSI :
1- Al Qur'an Al Karim
2- Shohih Bukhori dengan syarahnya Fathul Bari
3- Shohih Muslim dengan syarahnya An Nawawi
4- Sunan Tirmidzi dengan syarahnya Tuhfatul Ahfadzi
5- Sunan Abu Dawud dengan syarahnya Aunul Ma'bud
6- Sunan Nasai
7- Musnad Al Imam Ahmad
8- Shohih Ibnu Hibban
9- Shohih Ibnu Huzaimah
10- Nasihati Linnisa karya Umu Abdillah Al Wadi'iyyah
11- Sab'un Mukholafatan Taqa'u fihan Nisa.
Sumber Buletin Al Hikmah, Semarang No. 12/I/1428H
Dikirim via email darussa...@yahoo.co.id oleh Al Akh Abu Zubair Eko Ardi

Rabu, 03 Maret 2010

Kunci Meraih Keberhasilan

• Kunci Kemuliaan adalah taat kepada Allah dan Rasulnya.

• Kunci Rezeki adalah usaha dibarengi istigfar dan taqwa

• Kunci Surga adalah tauhid (Syahadat tauhid dan syahadat Rasul)

• Kunci Iman adalah membaca ayat-ayat Allah dan tanda-tanda kebesaran yang ada pada semua mahluk-Nya

• Kunci Kebaikan adalah Jujur

• Kunci Hidupnya kalbu adalah merenungi Al-Quran, mendekatkan diri kepada Allah dipenghujung malam hari, dan meninggalkan dosa-dosa

• Kunci Ilmu adalah tidak malu untuk bertanya dan mendengar dengan baik.

• Kunci Kemenangan dan keberuntungan adalah sabar.

• Kunci Kebahagian adalah taqwa

• Kunci Menambah nikmat adalah bersyukur

• Kunci Menginginkan pahala akhirat adalah zuhud terhadap duniawi

• Kunci keberhasilan adalah do’a

Selasa, 02 Maret 2010

"Keutamaan Sedekah"

Sedekah memiliki beberapa keutamaan bagi orang yang mengamalkannya.

Pertama : Mengundang datangnya rizqi, dalam Al-quran dijelaskan, Allah akan membalas setiap kebaikan hamba-hambaNya dengan sepuluh kebaikan, bahkan diayat yang lain dinyatakan 700 kebaikan, Khalifah Ali bin Abi thalib menyatakan, “Pancinglah rizqi dengan sedekah”.

Kedua : Sedekah dapat menolak bala. Rasulullah SAW bersabda, “Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah mendahului sedekah”.

Ketiga : Sedekah dapat menyembuhkan penyakit, Rasulullah SAW menganjurkan, “Obatilah penyakitmu dengan sedekah”.

Keempat : Sedekah dapat menunda kematian dan memperpanjang umur. Rasulullah SAW bersabda,”Perbanyaklah bersedekah, sebab sedekah bisa memanjangkan umur”.

Mengapa demikian? Sebab Allah SWT mencintai orang-orang yang bersedekah. Kalau Allah SWT sudah mencintai seorang hamba-Nya, tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, tidak ada permintaan dan doa yang Allah tidak kabulkan, dan tidak ada dosa yang Allah tidak hapuskan, dan hamba tersebut akan meninggal dunia dalam keadaan Husnul Khotimah.

Senin, 22 Februari 2010

Adab Sopan Santun Istri

    Setengah dari adab sopan santun waninta ialah selalu berbuat yang baik dan menahan diri ketika suaminya pergi. Serta berbahagialah dan bergembiralah serta bersenang-senang pada waktu suaminya berada disampingnya. Dan tiada semestinya istri itu menyakiti suaminya dalam keadaan apapun juga.
   Diriwayatkan dari Ma'az bin Djabal bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: " Janganlah wanita itu menyakiti suaminya didunia, dimana istrinya dari bidadari berkata : Janganlah engkau menyakiti dia, nanti engkau dimurkai Allah. Sesungguhnya dia (suami) itu adalah bagian darimu, mungkin ia akan berpisah dengan engkau lalu datang kepada kami.
   Rasullulah SAW bersabda: " Jikalau aku menyuruh seseorang untuk bersujud kepada seseorang, niscaya akan aku suruh wanita untuk bersujud kepada suaminya, karena besar haknya atas istrinya"
Karena itulah Rasulullah SAW bersabda: " Wanita itu adalah aurat, maka apabila ia keluar, niscaya setan melihatnya dengan membelalak matanya" Dan Rasulullah bersabda: " Wanita itu mempunyai sepuluh aurat, apabila ia kawin maka suaminya menutup satu aurat. Maka apabila ia meninggal dunia maka kuburannya menutup kesepuluh aurat itu":
   Hendaklah sang isteri merasa cukup dari suaminya. dengan apa yang dikarunakan Allah dari rezeki. dan hendaklah ia mendahulukan hak suami dari hak dirinya dan hak kaum kerabatnya yang lain. Hendaklah sang istri itu menghiasi diri, bersedia dalam segala hal keadaan untuk bersenan-senang apabila suaminya berkehendak, Hendaklah sang isteri itu cinta kasih kepada semua anak-anaknya, Menjaga dan menutupi segala kepentingan mereka. Hendaklah sang isti itu pendek lidahnya dari memaki anak-anak dan mengulang-ulangi kesalahan suami.Dan setengah dari adab sopan santun istri adalah tidak membanggakan dirinya terhadap suami dengan kecantikan dan melecehkan suami karena buruknya.


Kamis, 18 Februari 2010

"Cinta"

Cinta Sejati

Bertepuk sebelah tangan saja tidak akan berbunyi. Bercinta dengan yang tidak mencintai, akan menyebabkan seseorang itu kecewa dan merana . Itulah lumrahnya apabila bercinta dengan manusia. Sebaliknya bercinta dengan Allah,Tuhan yang Maha Pencinta atau'Al Waduud' itu, cinta kita pasti akan berbalas. Bahkan ia diberi penghargaan dan disambut dengan baik.

Cinta Allah yang Maha Pencinta tidak memilih siapa, rupa, gaya dan bagaimana keadaannya. CintaNya boleh direbut oleh sesiapa sahaja, asalkan rajin berusaha untuknya. Cinta yang tidak pernah luput walau sesaat malahan kekal. Berbeda dengan manusia yang hanya cinta pada yang disukai dan diminati. Cintanya pula bermusim dan tidak kekal. Sewaktu disenangi dicintai, bila jemu atau benci tidak lagi dicintai malah ditinggalkan.

Cinta manusia juga bertujuan dan ada kepentingan. Isteri mencintai suami karena suami tempatnya bergantung. Ibu mencintai anak karena anak itulah penghiburnya di kala sunyi. teman menyayangi teman karena dapat berbagi dikala senang dan susahnya hidup.

Namun Allah yang Maha Pencipta mencintai hamba-hambanya tanpa ada kepentingan apa-apa. Allah hanya melebihkan kecintaanNya kepada orang-orang yang mencintaiNya, sebagai ganjaran buat hambaNya itu.. Allah akan murka kepada orang yang mengingkariNya, yang sombong dan memang tidak mau langsung mencintaiNya.

Cinta Seindah Yang Diucap.

Semua orang boleh mengaku dan berikrar bahwa dia mencintai Allah. Tapi tindak-tanduknya dapat mencerminkan apakah dia benar-benar mencintaiNya. Dan Allah sendiri lebih tahu siapakah diantara hamba-hambanya yang benar-benar mencintaiNya. Orang yang benar-benar mencintai Allah sanggup berbuat apa saja karenaNya. Kalau terhadap orang yang dikasihi, suami dan lain-lain diberikan perhatian dan tumpuan, Sanggup berkorban apa saja, pastilah terhadap Allah lebih-lebih lagi. Malah sanggup pula bersusah payah bangun malam untuk bertemu dan bercakap-cakap dengan kecintaannya. Sedang orang lain bergaul bebas dengan kekasih hati, dia bermujahadah (melawan kehendak nafsu) menolak ajakan kekasihnya karena mengutamakan larangan Allah SWT yang kasihNya lebih utama.

Tanda Cinta.

Tanda seseorang itu mencintai Allah ialah dia beriman kepada Allah, bertaqwa, berkorban untukNya dengan melakukan kebajikan, sabar, bertaubat,membantu kerja-kerja menegakkan agama melakukan ibadah yang fardhu dan rajin mengerjakan ibadah-ibadah sunat. Dia berkasih sayang dengan sesama manusia dan saling bersilaturrahim kerana Allah, dengan menjaga batas-batasnya, saling beri-memberi kerana Allah demi keridhaanNya. Tidak karena yang lain.Allah melimpahkan kecintaanNya dan menempatkan orang-orang yang dicintaiNya itu pada kedudukan yang tinggi dan mulia di Akhirat.

Allah isytiharkan cintaNya di dalam Al-Quran kepada orang yang sungguh-sungguh beribadah berbuat kebaikan danberakhlak mulia.

Diantaranya Allah berfirman:

"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang sabar." ( Surah: Ali Imran,Ayat:146.)

"Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan." ( Surah Ali-Imran,Ayat: 134 )

"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri." ( Surah: Al-Baqarah. Ayat: 222 )

Untungnya Orang Bercinta.

Beruntunglah orang yang bercinta dengan Allah kerana mendapat perhatian,cinta dan kasih sayangNya. Istimewanya orang yang bercinta dengan Allah dan mendapat balasan cintaNya, seluruh isi langit dan bumi akan turut mencintainya. Dia menjadi kekasih Allah manakala orang yang mencintainya turut mendapat kecintaan daripada Allah pula. Orang yang mendapat kecintaan Allah hidup bahagia dan tenang ketika di dunia lagi. Di Akhirat Allah akan berikan kebahagian yang abadi. Begitulah istimewanya orang yang bercinta dengan Tuhan yang Maha Pencinta itu. Kita pasti tidak mahu gagal dalam bercinta. Agar cinta kita berbalas, bercintalah denganNya,Tuhan yang Maha Pencinta itu dengan curahan cinta agung. Pasti akan mendapat balasan cinta yang istimewa dariNya. Usahkan di Akhirat, di dunia lagi, terasa di hati balasan cintaNya.

Rasulullah pernah bersabda :- Cintailah sesuatu itu sekadar saja. Kemungkinan ia akan menjadi kebencianmu pada suatu ketika. Bencilah yang engkau benci itu sekadar saja.. Kemungkinan ia akan menjadi kecintaanmu pada suatu ketika.

Asmaa Ul Husna

Allah s.w.t. telah berfirman yang bermaksud: "ALLAH mempunyai Asmaa-Ul-Husna (nama-nama yang agung yang sesuai dengan sifat-sifat ALLAH S.W.T.), maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asmaa-ul-husna itu." - (Surah Al-A'raf:180) "Katakanlah: "Serulah ALLAH atau serulah AR-RAHMAN. Dengan nama yang mana saja kamu seru. Dia mempunyai al asmaul husna (nama-nama yang terbaik) "Dialah ALLAH, tiada Tuhan melainkan Dia, Dia mempunyai al-asmaul-husna (nama-nama yang baik)"- (Surah Thaha:8) Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata Nabi Muhammad s.a.w. pernah bersabda: "Sesungguhnya Allah s.w.t mempunyai 99 nama, iaitu seratus kurang satu, barangsiapa menghitungnya (menghafal seluruhnya) masuklah ia kedalam syurga" - Riwayat Bukhari

Cinta & Kasih

Rasullullah mengajar umatnya bermunajat dengan berdoa: ''Ya Allah, karuniakan kepadaku cinta dan kasih kepada-Mu serta cinta dan kasih pada mereka yang menyintaiMu, jadikanlah apa saja yang aku suka sebagai pendorong untuk menyintai-Mu''. Rasulullah berpesan di dalam sebuah hadis, Ajarkanlah anakmu belajar menyintai tiga perkara, cinta dan kasih kepada nabi, cinta dan kasih kepada keluarga nabi dan cinta dan kasih pada al-Quran. Cinta ikhlas terhadap tiga perkara ini akan menjadi driving force atau nadi penggerak yang mendorong seseorang sanggup berkorban demi membuktikan cintanya. Para sahabat yang menyintai Rasulullah sampai ke tahap sanggup menggadai nyawa demi cinta dan kasih kepada Rasulullah. Baginda memberi jaminan bahawa cinta begini akan menyelamatkan seseorang dari neraka di hari akhirat. Seorang lelaki Badwi pernah datang berjumpa dengan Rasulullah dan bertanya,Wahai Rasulullah, kapankah akan terjadi kiamat?'' Rasullullah menjawab: ''Apakah kamu sudah siap untuk menghadapinya?'' Lelaki itu menjawab: ''Tidak banyak yang aku sediakan, cuma aku bekalkan diriku dengan rasa cinta dan kasih kepada Allah dan Rasul-Nya.'' Rasullullah menjawab, ''dan dengan cinta itulah kamu akan dikumpulkan dengan orang yang kamu cinta dihari akhirat''. Iman dan cinta kasih saling bertaut rapat. Tanpa cinta, kemanisan iman tidak terasa. Baginda Rasulullah berpesan dalam sebuah hadis, ''Siapa yang mau merasakan nikmat manisnya iman harus belajar mencintai Allah dan Rasulullah. Setelah itu dia belajar mencintai dirinya sendiri.

Rabu, 17 Februari 2010

“Menyakiti itu menyakitkan”

menyakiti orang lain sebenarnya sama juga menyakiti diri sendiri. Karena apa pun perbuatan kita kepada orang lain akan berbalik kepada kita. Kita buat orang lain bahagia, kita juga merasakan bahagia, begitu juga sebaliknya ketika kita buat orang lain sakit, sebenarnya kita juga merasakan sakit. Kalau pun ada yang merasakan kepuasan, itu hanya kepuasan yang semu. Di sisi lain, rasa sakit akan tetap ada, bahkan mungkin lebih. Kalau disakiti oleh orang lain, yang terindah adalah memaafkan, mendoakan. Di situ akan kita dapati ketenangan yang sesungguhnya. disaat kita bisa memaafkan orang lain, tidak ada rasa mendendam hati akan terasa lega, malah lebih tenang
Saat seseorang terluka ia cenderung melukai orang lain karena ia ingin ada orang yg memahami perasaannya. Sulit memang membuat orang paham perasaan kita kalau dia tidak pernah merasakan apa yg kita rasakan.Tapi yang pasti menyakiti tak akan menyembuhkan luka hati, apalagi balas dendam. Di luarnya mungkin merasa bangga dan bahagia, tapi di dalam hati pasti merasakan ketidaktenangan, karena terus memikirkan cara untuk membuat orang yang telah menyakiti merasakan lebih sakit dari yang ia rasakan. Secara otomatis, itu akan membuat ia mengingat-ingat sakit yang pernah dia alamin. Rasanya sakit juga bukan? Seumpama kita menampar orang lain, tangan kita pasti ikut sakit, semakin keras kita menampar orang, semakin sakit tangan kita. Dalam hal ini kita harus mencegah dirikita dari menyakiti orang lain. Untuk itu jadilah orang yang sabar dan pemaaf .
Rassullah SAW bersabda “Janganlah kamu menyakiti siapa pun juga agar orang lain tidak menyakiti kamu . Ingatlah bahwa sesunguhnya kamu akan menemui tuhan kamu, dan Dia pasti akan membuat perhitungan atas segala amalan kamu”.
Firman Allah SWT maksudnya: "Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata". (Al Ahzab ayat 58)

Kamis, 12 November 2009

Bahaya Orang yang Enggan Melunasi Hutangnya

Alhamdulillahi robbil ‘alamin. Allahumma sholli ‘ala nabiyyina Muhammad, wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Risalah kali ini adalah lanjutan dari risalah sebelumnya. Pada risalah sebelumnya, kami telah menjelaskan mengenai keutamaan orang yang memberi pinjaman, keutamaan memberi tenggang waktu pelunasan dan keutamaan orang yang membebaskan sebagian atau keseluruhan hutangnya. Pada risalah kali ini agar terjadi keseimbangan pembahasan, kami akan menjelaskan beberapa hal mengenai bahaya orang yang enggan melunasi hutangnya. Semoga bermanfaat.
Keutamaan Orang yang Terbebas dari Hutang
Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ فَارَقَ الرُّوحُ الْجَسَدَ وَهُوَ بَرِىءٌ مِنْ ثَلاَثٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ مِنَ الْكِبْرِ وَالْغُلُولِ وَالدَّيْنِ
“Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal: [1] sombong, [2] ghulul (khianat), dan [3] hutang, maka dia akan masuk surga.” (HR. Ibnu Majah no. 2412. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih). Ibnu Majah membawakan hadits ini pada Bab “Peringatan keras mengenai hutang.”
Mati Dalam Keadaan Masih Membawa Hutang, Kebaikannya Sebagai Ganti
Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِىَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ
“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih). Ibnu Majah juga membawakan hadits ini pada Bab “Peringatan keras mengenai hutang.”
Itulah keadaan orang yang mati dalam keadaan masih membawa hutang dan belum juga dilunasi, maka untuk membayarnya akan diambil dari pahala kebaikannya. Itulah yang terjadi ketika hari kiamat karena di sana tidak ada lagi dinar dan dirham untuk melunasi hutang tersebut.
Urusan Orang yang Berhutang Masih Menggantung
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ
“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi no. 1078. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaiman Shohih wa Dho’if Sunan At Tirmidzi)
Al ‘Iroqiy mengatakan, “Urusannya masih menggantung, tidak ada hukuman baginya yaitu tidak bisa ditentukan apakah dia selamat ataukah binasa, sampai dilihat bahwa hutangnya tersebut lunas atau tidak.” (Tuhfatul Ahwadzi, 3/142)
Orang yang Berniat Tidak Mau Melunasi Hutang Akan Dihukumi Sebagai Pencuri
Dari Shuhaib Al Khoir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِىَ اللَّهَ سَارِقًا
“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah no. 2410. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shohih)
Al Munawi mengatakan, “Orang seperti ini akan dikumpulkan bersama golongan pencuri dan akan diberi balasan sebagaimana mereka.” (Faidul Qodir, 3/181)
Ibnu Majah membawakan hadits di atas pada Bab “Barangsiapa berhutang dan berniat tidak ingin melunasinya.”
Ibnu Majah juga membawakan riwayat lainnya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ إِتْلاَفَهَا أَتْلَفَهُ اللَّهُ
“Barangsiapa yang mengambil harta manusia, dengan niat ingin menghancurkannya, maka Allah juga akan menghancurkan dirinya.” (HR. Bukhari no. 18 dan Ibnu Majah no. 2411). Di antara maksud hadits ini adalah barangsiapa yang mengambil harta manusia melalui jalan hutang, lalu dia berniat tidak ingin mengembalikan hutang tersebut, maka Allah pun akan menghancurkannya. Ya Allah, lindungilah kami dari banyak berhutang dan enggan untuk melunasinya.
Masih Ada Hutang, Enggan Disholati
Dari Salamah bin Al Akwa’ radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:Kami duduk di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu didatangkanlah satu jenazah. Lalu beliau bertanya, “Apakah dia memiliki hutang?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Tidak ada.” Lalu beliau mengatakan, “Apakah dia meninggalkan sesuatu?” Lantas mereka (para sahabat) menjawab, “Tidak.” Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyolati jenazah tersebut.Kemudian didatangkanlah jenazah lainnya. Lalu para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah shalatkanlah dia!” Lalu beliau bertanya, “Apakah dia memiliki hutang?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Iya.” Lalu beliau mengatakan, “Apakah dia meninggalkan sesuatu?” Lantas mereka (para sahabat) menjawab, “Ada, sebanyak 3 dinar.” Lalu beliau mensholati jenazah tersebut.Kemudian didatangkan lagi jenazah ketiga, lalu para sahabat berkata, “Shalatkanlah dia!” Beliau bertanya, “Apakah dia meningalkan sesuatu?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Tidak ada.” Lalu beliau bertanya, “Apakah dia memiliki hutang?” Mereka menjawab, “Ada tiga dinar.” Beliau berkata, “Shalatkanlah sahabat kalian ini.” Lantas Abu Qotadah berkata, “Wahai Rasulullah, shalatkanlah dia. Biar aku saja yang menanggung hutangnya.” Kemudian beliau pun menyolatinya.” (HR. Bukhari no. 2289)
Dosa Hutang Tidak Akan Terampuni Walaupun Mati Syahid
Dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ
“Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim no. 1886)
Oleh karena itu, seseorang hendaknya berpikir: “Mampukah saya melunasi hutang tersebut dan mendesakkah saya berhutang?” Karena ingatlah hutang pada manusia tidak bisa dilunasi hanya dengan istighfar.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Sering Berlindung dari Berhutang Ketika Shalat
Bukhari membawakan dalam kitab shohihnya pada Bab “Siapa yang berlindung dari hutang”. Lalu beliau rahimahullah membawakan hadits dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كَانَ يَدْعُو فِى الصَّلاَةِ وَيَقُولُ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ » . فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مِنَ الْمَغْرَمِ قَالَ « إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ » .
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdo’a di akhir shalat (sebelum salam): ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGHROM (Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan banyak utang).”
Lalu ada yang berkata kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kenapa engkau sering meminta perlindungan adalah dalam masalah hutang?” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika orang yang berhutang berkata, dia akan sering berdusta. Jika dia berjanji, dia akan mengingkari.” (HR. Bukhari no. 2397)
Al Muhallab mengatakan, “Dalam hadits ini terdapat dalil tentang wajibnya memotong segala perantara yang menuju pada kemungkaran. Yang menunjukkan hal ini adalah do’a Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berlindung dari hutang dan hutang sendiri dapat mengantarkan pada dusta.” (Syarh Ibnu Baththol, 12/37)
Adapun hutang yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung darinya adalah tiga bentuk hutang:
Hutang yang dibelanjakan untuk hal-hal yang dilarang oleh Allah dan dia tidak memiliki jalan keluar untuk melunasi hutang tersebut.
Berhutang bukan pada hal yang terlarang, namun dia tidak memiliki cara untuk melunasinya. Orang seperti ini sama saja menghancurkan harta saudaranya.
Berhutang namun dia berniat tidak akan melunasinya. Orang seperti ini berarti telah bermaksiat kepada Rabbnya. Orang-orang semacam inilah yang apabila berhutang lalu berjanji ingin melunasinya, namun dia mengingkari janji tersebut. Dan orang-orang semacam inilah yang ketika berkata akan berdusta. (Syarh Ibnu Baththol, 12/38)
Itulah sikap jelek orang yang berhutang sering berbohong dan berdusta. Semoga kita dijauhkan dari sikap jelek ini.
Kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sering berlindung dari hutang ketika shalat? Ibnul Qoyyim dalam Al Fawa’id (hal. 57, Darul Aqidah) mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta perlindungan kepada Allah dari berbuat dosa dan banyak hutang karena banyak dosa akan mendatangkan kerugian di akhirat, sedangkan banyak utang akan mendatangkan kerugian di dunia.”
Inilah do’a yang seharusnya kita amalkan agar terlindung dari hutang: ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGHROM (Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan banyak utang).
Berbahagialah Orang yang Berniat Melunasi Hutangnya
Ibnu Majah dalam sunannya membawakan dalam Bab “Siapa saja yang memiliki hutang dan dia berniat melunasinya.” Lalu beliau membawakan hadits dari Ummul Mukminin Maimunah.
كَانَتْ تَدَّانُ دَيْنًا فَقَالَ لَهَا بَعْضُ أَهْلِهَا لاَ تَفْعَلِى وَأَنْكَرَ ذَلِكَ عَلَيْهَا قَالَتْ بَلَى إِنِّى سَمِعْتُ نَبِيِّى وَخَلِيلِى -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدَّانُ دَيْنًا يَعْلَمُ اللَّهُ مِنْهُ أَنَّهُ يُرِيدُ أَدَاءَهُ إِلاَّ أَدَّاهُ اللَّهُ عَنْهُ فِى الدُّنْيَا ».
Dulu Maimunah ingin berhutang. Lalu di antara kerabatnya ada yang mengatakan, “Jangan kamu lakukan itu!” Sebagian kerabatnya ini mengingkari perbuatan Maimunah tersebut. Lalu Maimunah mengatakan, “Iya. Sesungguhnya aku mendengar Nabi dan kekasihku shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang muslim memiliki hutang dan Allah mengetahui bahwa dia berniat ingin melunasi hutang tersebut, maka Allah akan memudahkan baginya untuk melunasi hutang tersebut di dunia.” (HR. Ibnu Majah no. 2399. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih kecuali kalimat fid dunya -di dunia-)
Dari hadits ini ada pelajaran yang sangat berharga yaitu boleh saja kita berhutang, namun harus berniat untuk mengembalikannya. Perhatikanlah perkataan Maimunah di atas.
Juga terdapat hadits dari ‘Abdullah bin Ja’far, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الدَّائِنِ حَتَّى يَقْضِىَ دَيْنَهُ مَا لَمْ يَكُنْ فِيمَا يَكْرَهُ اللَّهُ
“Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang ingin melunasi hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut selama hutang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 2400. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)
Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam membayar hutang. Ketika dia mampu, dia langsung melunasinya atau melunasi sebagiannya jika dia tidak mampu melunasi seluruhnya. Sikap seperti inilah yang akan menimbulkan hubungan baik antara orang yang berhutang dan yang memberi hutangan.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ خِيَارَكُمْ أَحْسَنُكُمْ قَضَاءً
“Sesungguhnya yang paling di antara kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang.” (HR. Bukhari no. 2393)
Ya Allah, lindungilah kami dari berbuat dosa dan beratnya hutang, mudahkanlah kami untuk melunasinya.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shollallahu ‘ala nabiyyiina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Kami ucapkan jazakumullah khoiron kepada guru kami Al Ustadz Aris Munandar yang telah mengoreksi ulang tulisan ini. Semoga Allah selalu memberkahi ilmu dan umur beliau.
Yogyakarta, 6 Shofar 1430 H
Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya
***
Penulis: Muhammad Abduh TuasikalMuroja’ah: Ustadz Aris Munandar

Rabu, 16 September 2009

catatanku hari ini

Sesungguhnya bergaul dan berteman dengan orang saleh serta mendengarkan cerita-cerita mereka akan menanamkan pada diri kita rasa cinta kebaikan dan keinginan untuk mengikuti mereka. Sehingga dapat mencapai apa yang mereka peroleh berupa kesungguhan dalam melakukan ketaatan, karena hati itu sangat membutuhkan peringatan dan penyemangat terutama pada saat banyak orang lalai karena mengejar kenikmatan dunia.
Barangsiapa yang menjadikan sesuatu yang baik itu sebagai prioritas dan cita-cita, maka amalan yang lainpun akan baik. dalam kitab Az-Zuhd(282) Ibrahim bin Adham pernah berkata " Amalan yang paling utama pada timbangan amal adalah yang paling berat menurut anggota badan. Barangsiapa menyempurnakan amalannya, niscaya pahalanya juga akan disempurnakan . Dan barangsiapa tidak beramal (kebaikan) berarti ia telah bepergian dari dunia menuju akhirat tanpa bekal, sedikitpun ataupun banyak"
Wahai saudaraku, janganlan anda melupakan Zat yang telah memberimu masa untuk hidup dan menjadikan batasan untuk hari-harimu dan napasmu. Segala sesuatu selain-Nya akan sirna, termasuk dirimu, hidup didunia hanya sementara, semuanya akan kembali padaNya kita tidak dapat memutar waktu untuk kembali lagi, air mata tidak akan ada artinya lagi pada saat segalanya harus dipertanggung jawabkan.
Semoga Allah senantiasa merangkul kita dalam kasih sayang dan kecintaanya.

Semoga Allah menjadikan amal-amal kita ikhlas karna mengharapkan wajah dan keridhaanNya.