Jumat, 26 Maret 2010
Yogurt Facial Cleanser untuk Kulit Sehat Bercahaya
Kulit wajah cenderung kusam tidak bercahaya? Padahal segala macam produk dicoba namun hasilnya kok kurang memuaskan. Cobalah facial dengan yogurt. Produk susu asam ini selain bagus bagi kesehatan saluran cerna, ternyata juga berkhasiat untuk membuat wajah yang kusam kembali bercahaya.
Siapkan bahan-bahan untuk resep rumahan ini yaitu 2 oz (sekitar 60 ml) yogurt tanpa rasa (plain yogurt), 2 sendok teh madu, 3/4 sendok teh wheat germ oil, 1 oz (30 mg) potongan apel kualitas baik, 1 sendok teh jus lemon, 1-1/2 sendok makan kentang lumat atau tepung kentang serta 5 tetes minyak esensial lavender.
Cara pembuatannya adalah campurkan semua bahan ke dalam sebuah wadah disertai pengaduk, kemudian aduk hingga semua bahan tercampur rata. Pindahkan ke wadah yang kedap udara dan taruh di kulkas. Produk ini bertahan hingga tiga hari.
Yang wajib diingat lavender berkhasiat menyembuhkan karena memiliki aroma yang luar biasa. Jangan pernah menggunakan buah-buahan berkualitas jelek yang tidak Anda makan sebagai bahan pembersih wajah.
Gunakan cleanser ini di awal Anda mulai membersihkan wajah.
Kamis, 25 Maret 2010
Mengingatkan
Kubur Setiap Hari Menyeru Manusia Sebanyak Lima (5) Kali ...
1. Aku rumah yang terpencil,maka kamu akan senang dengan selalu membaca Al-Quran.
2. Aku rumah yang gelap,maka terangilah aku dengan selalu solat malam.
3. Aku rumah penuh dengan tanah dan debu,bawalah amal soleh yang menjadi hamparan.
4. Aku rumah ular berbisa,maka bawalah amalan Bismillah sebagai penawar.
5 . Aku rumah pertanyaan Munkar dan Nakir,maka banyaklah bacaan
"Laa ilahaillallah, Muhammadar Rasulullah", supaya kamu dapat jawapan kepadanya.
Lima Jenis Racun dan Lima Penawarnya
1. Dunia itu racun,zuhud itu obatnya..
2. Harta itu racun,zakat itu obatnya.
3 . Perkataan yang sia-sia itu racun,zikir itu obatnya.
4. Seluruh umur itu racun,taat itu obatnya.
5. Seluruh tahun itu racun,Ramadhan itu obatnya.
Nabi Muhammad S.A.W bersabda :
Ada 4 di pandang sebagai ibu ", yaitu :
1. Ibu dari segala OBAT adalah SEDIKIT MAKAN .
2. Ibu dari segala ADAB adalah SEDIKIT BERBICARA.
3. Ibu dari segala IBADAT adalah TAKUT BERBUAT DOSA.
4. Ibu dari segala CITA CITA adalah SABAR.
Ingatlah kepada kebenaran dan kesabaran.
Beberapa kata renungan dari Al Qur'an :
Orang Yang Tidak Melakukan Shallat:
Subuh : Dijauhkan cahaya muka yang bersinar
Dzuhur : Tidak diberikan berkah dalam rezekinya
Ashar : Dijauhkan dari kesihatan/kekuatan
Maghrib : Tidak diberi santunan oleh anak-anaknya.
Isya : Dijauhkan kedamaian dalam tidurnya
1. Aku rumah yang terpencil,maka kamu akan senang dengan selalu membaca Al-Quran.
2. Aku rumah yang gelap,maka terangilah aku dengan selalu solat malam.
3. Aku rumah penuh dengan tanah dan debu,bawalah amal soleh yang menjadi hamparan.
4. Aku rumah ular berbisa,maka bawalah amalan Bismillah sebagai penawar.
5 . Aku rumah pertanyaan Munkar dan Nakir,maka banyaklah bacaan
"Laa ilahaillallah, Muhammadar Rasulullah", supaya kamu dapat jawapan kepadanya.
Lima Jenis Racun dan Lima Penawarnya
1. Dunia itu racun,zuhud itu obatnya..
2. Harta itu racun,zakat itu obatnya.
3 . Perkataan yang sia-sia itu racun,zikir itu obatnya.
4. Seluruh umur itu racun,taat itu obatnya.
5. Seluruh tahun itu racun,Ramadhan itu obatnya.
Nabi Muhammad S.A.W bersabda :
Ada 4 di pandang sebagai ibu ", yaitu :
1. Ibu dari segala OBAT adalah SEDIKIT MAKAN .
2. Ibu dari segala ADAB adalah SEDIKIT BERBICARA.
3. Ibu dari segala IBADAT adalah TAKUT BERBUAT DOSA.
4. Ibu dari segala CITA CITA adalah SABAR.
Ingatlah kepada kebenaran dan kesabaran.
Beberapa kata renungan dari Al Qur'an :
Orang Yang Tidak Melakukan Shallat:
Subuh : Dijauhkan cahaya muka yang bersinar
Dzuhur : Tidak diberikan berkah dalam rezekinya
Ashar : Dijauhkan dari kesihatan/kekuatan
Maghrib : Tidak diberi santunan oleh anak-anaknya.
Isya : Dijauhkan kedamaian dalam tidurnya
Jumat, 19 Maret 2010
Inside Ka'bah
Inside Ka'abah
Saudaraku seiman, gambar ini (bagian dalam Baitullah) adalah hadiah istimewa bagi kita semua
(terutama bagi yang belum pernah masuk atau belum pernah melihat/memiliki gambar seperti ini).
-------------------------------------------------------------------------------
Tak bosan-bosan rasanya membaca kisah ini...
AIRMATA RASULULLAH SAW...
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan
salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya
masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam", kata Fatimah yang membalikkan
badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan
bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"
"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,"
tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan
pandangan yang menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang
memisahkan pertemuan di dunia.
Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan
tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan
kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit
dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?", tanya Rasululllah
dengan suara yang amat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
"Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh
kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?", tanya Jibril lagi.
"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah
berfirman kepadaku: "Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat
Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh
Rasulullah ditarik.
Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya
menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya
menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?"
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata
Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak
tertahankan lagi.
"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini
kepadaku, jangan pada umatku."
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera
mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku"
"peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."
Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan
telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
"Ummatii,ummatii,ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"
Dan, berakhirlah hidup manusia mu lia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Saudaraku seiman, gambar ini (bagian dalam Baitullah) adalah hadiah istimewa bagi kita semua
(terutama bagi yang belum pernah masuk atau belum pernah melihat/memiliki gambar seperti ini).
-------------------------------------------------------------------------------
Tak bosan-bosan rasanya membaca kisah ini...
AIRMATA RASULULLAH SAW...
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan
salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya
masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam", kata Fatimah yang membalikkan
badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan
bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"
"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,"
tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan
pandangan yang menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang
memisahkan pertemuan di dunia.
Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan
tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan
kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit
dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?", tanya Rasululllah
dengan suara yang amat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
"Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh
kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?", tanya Jibril lagi.
"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah
berfirman kepadaku: "Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat
Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh
Rasulullah ditarik.
Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya
menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya
menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?"
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata
Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak
tertahankan lagi.
"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini
kepadaku, jangan pada umatku."
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera
mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku"
"peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."
Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan
telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
"Ummatii,ummatii,ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"
Dan, berakhirlah hidup manusia mu lia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Jumat, 12 Maret 2010
Pujaanku
Izinkan aku pergi
Walau tiada daya untuk melangkah
Akan ku bawa asa ini jauh
Sejauh langkah yang tertatih
Semangat ini ada karenamu
Rasa ini terbelenggu cintamu
Senandung rindu tertuju padamu
Sayang ini masihkah jua padamu
Malaikat cinta saksi saat itu
Saat kau ucap kata manismu
Merayu mendayu ditelingaku
Tak kan kulupa sampai hayatku
Kini kau jauh dari Rangkulanku
Kini kau jauh dari Anganku
Kini kau jauh dari Impiku
Kini kau jauh dari Hatiku
Mengapa cinta kau tanam dulu
Lalu kau cabut dan kau buang
Luka tergores, ternganga sudah
Tiada obat pelipur lara
Kuharap suatu saat kau merasa
Tiada cinta seindah cintaku
Tiada hari indah selain bersamaku
Tiada bahagia dan canda tanpa hadirku
Saat itu baru kau akan merasa sangat kehilanganku
Namun aku sudah pergi jauh sekali darimu
Membawa rasa cintamu besertaku
Perpisahan pasti kita jelang
Cuma waktu Tuhan yang tentukan
Pisah hidup dan mati ada didepan
Tergantung kita siapkan Iman
By : Nini Musmar
Rabu, 03 Maret 2010
Kunci Meraih Keberhasilan
• Kunci Kemuliaan adalah taat kepada Allah dan Rasulnya.
• Kunci Rezeki adalah usaha dibarengi istigfar dan taqwa
• Kunci Surga adalah tauhid (Syahadat tauhid dan syahadat Rasul)
• Kunci Iman adalah membaca ayat-ayat Allah dan tanda-tanda kebesaran yang ada pada semua mahluk-Nya
• Kunci Kebaikan adalah Jujur
• Kunci Hidupnya kalbu adalah merenungi Al-Quran, mendekatkan diri kepada Allah dipenghujung malam hari, dan meninggalkan dosa-dosa
• Kunci Ilmu adalah tidak malu untuk bertanya dan mendengar dengan baik.
• Kunci Kemenangan dan keberuntungan adalah sabar.
• Kunci Kebahagian adalah taqwa
• Kunci Menambah nikmat adalah bersyukur
• Kunci Menginginkan pahala akhirat adalah zuhud terhadap duniawi
• Kunci keberhasilan adalah do’a
Langganan:
Postingan (Atom)



