You look so beautiful today
When you're sitting there it's hard for me to look away
So i try to find the words that i could say
I know distance doesn't matter but you feel so far away
And I cant lie
Every time
I leave my heart turns gray
And I want to come back home to see your face
And I
Cause I just cant take it
Another day without you with me
Is like a blade that cuts right through me
But I can wait
I can wait forever
When you call my heart stops beating
When you're gone it wont stop bleeding
But I can wait
I can wait forever
You look so beautiful today
It's like every timeI turn around I see your face
The thing I miss the most is waking up next to you
When I look into your eyes, I wish that I could stay
And I cant lie
Every time I leave my heart turns gray
And I want to come back home to see your face
And I
Cause I just cant take it
Another day without you with me
Is like a blade that cuts right through me
But I can wait
I can wait forever
When you call my heart stops beating
When you're gone it wont stop bleeding
But I can wait
I can wait forever
I know it feels like forever
I guess that's just the price I gotta pay
But when I come back home to feel your touch
Makes it better
Till that day
Theres nothing else that I can do
And I just cant take it
I just cant take it
Another day without you with me
Is like a blade that cuts right through me
But i can wait
I can wait forever (I can wait forever)
When you call my heart stops beating
When you're gone it wont stop bleeding
But I can wait
I can wait forever
I can wait forever
I can wait forever...
lyrics by SIMPLE PLAN
Selasa, 20 April 2010
Senin, 19 April 2010
Berbuat Baik dan Bersabar
Seorang lelaki bertanya: “Wahai Rasulullah sesungguhnya aku mempunyai beberapa orang kerabat, yang hubungan aku erat dengan mereka tetapi mereka memutuskannya. Aku berbuat baik kepada mereka tetapi mereka berperangai buruk kepadaku. Aku bersabar menghadapi sikap mereka itu tetapi mereka menganggap sikapku itu adalah bodoh.”
Kemudian Baginda menjawab: ”Sekiranya benar seperti yang engkau katakan itu, maka seolah-olah engkau menyuap mereka dengan abu yang panas, sedangkan engkau senantiasa mendapat pertolongan dari Allah selama engkau berada dalam kebenaran”.
==>Islam mengajar umatnya supaya banyak bersabar baik dalam keadaaan senang atau pun susah, karena ia merupakan pengukur derajat keimanan seseorang. Allah sentiasa memberi pertolongan kepada orang yang sentiasa bersabar dan benar dalam bertindak.
==>Islam mengajar umatnya supaya jangan membalas keburukan orang lain, sebaliknya selalu berbuat baik kepada setiao manusia.
==>Setiap umat Islam wajib menyambung tali silaturrahim dan haram memutuskannya.
Jumat, 16 April 2010

Tanggal, 15 Desember 2008, Fauzan di sunat di daerah Depok, pulangnya langsung selamatan
"Ya Allah, sesungguhnya tak ada yang mudah melainkan yang Engkau jadikan mudah. Dan Engkaulah yang membuat kesusahan itu menjadi kemudahan apabila Engkau kehendaki".
"Ya Allah, cukupilah aku dengan rezeki yang halal dari-Mu daripada yang haram, kayakanlah aku dengan anugerah-Mu daripada yang selain-Mu".
"Ya Allah, Dzat yang melepaskan kesusahan, yang menghilangkan duka cita, yang mengabulkan doa orang yang dalam keadaan terpaksa, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang didunia dan di akhirat. engkau senantiasa mengasihi aku, maka kasihilah aku dengan kasih sayang yang dengannya Engkau membuatku tidak butuh kepada kasih sayang yang selain kasih sayang-Mu".
"Ya Allah, cukupkanlah aku dengan barang yang halal di sisi-Mu daripada yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu, bukan dari yang lain".
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, dari kelemahan dan sifat malas, dari sifat penakut dan kikir, serta dair himpitan utang dan tekanan orang-orang".
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu agar tidak menyekutukan-Mu sedang aku mengetahuinya, dan aku mohon ampun terhadap apa yang tidak aku ketahui".
"Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kenikmatan yang langgeng yang tidak perlu berpindah dan tidak pula sirna".
"Ya Allah, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan untuk mengerjakan amal shalih yang engkau Ridhai, dan mesukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih".
Kamis, 15 April 2010
Indahnya pemandangan pagi di Pantai Mauk
Rabu, 14 April 2010
Kenangan yang tak terlupakan

Tak terasa sudah setahun semenjak kepergiannya keharibaan yang Kuasa, tak terasa waktu begitu cepat berlalu, hari demi hari terlewati, sedih dan kehilangan masih membekas dihatinya, tapi apa mau dikata semuanya milik-Nya dan akan kembali kepada-Nya, kita manusia hanya menunggu giliran yang berikutnya, inilah segores cerita tentang kemanakanku yang meninggal pada usia 1 tahun 11 bulan yang bernama Muhammad Aiditya Miftah Hafiz.
Minggu lalu Adikku Aidil ayah dari kemanakanku tersebut diatas, mampir kerumahku pada saat menjelang Magrib, dia pulang kerja dengan naik kereta Api, setelah selesai shalat, aku mulai melihat foto-foto yang tersimpan di laptop anakku, pada saat itu tangganku terhenti pada foto ananda miftah, dari sini mulai tergulir kembali cerita mengenai kemanakanku, dengan airmata yang mengambang Aidil mulai berkata, "kak jangan dihapus fotonya ya, biarkan dia menjadi kenaganku". aku katakan pada adikku bahwa foto ini tidak akan pernah kakak hapus. Dia mulai mengingat kembali setahun yang lalu tentang kejadiannya. Adikku mulai bercerita."kak, Aidil ingat, sehari sebelum kepergiaannya, hati Aidil terasa sedih, sakit sekali didada ini tapi pada saat itu Aidil ngak tau apa yang akan terjadi karena si Miftah sehat-sehat saja, sedih itu sangat menusuk hati hingga Aidil berkata pada Allah, ya Allah ada apa ini? mengapa hatiku sedih sekali apa yang akan terjadi? ya Allah jika ini yang terbaik bagi-Mu aku Rela dan Ikhlas itu bisik hatiku".
Sesampai Aidil dirumah, tidak ada terjadi apa-apa, biasanya Aidil langsung mengendong si Miftah dan bercanda dengannya. namun menjelang malam Aidil mulai bingung karena dia tidak mau bobo, ketika Aidil suruh tidur dia tetap tidak mau, tiba-tiba menjelang tengah malam badannya panas dan dia menunjuk ke langit-langit rumah sambil menangis. hati Aidil sedih sekali melihat keadaan ini, Aidil langsung mengambil inisiatif untuk membawanya dengan segera ke klinik terdekat. setelah menerima obat-obatan dari klinik tersebut Aidil segera pulang, namun tangis si Miftah tak terhenti, dia tetap menangis, Aidil tak tau apa yang ia rasakan karena diapun tidak mengatakan apa yang dia rasakan. Aidil dan Ibunya bingung hingga akhirnya aku telphone kakak.
Setelah pembicaraan lewat telphone kakak mengatakan agar dibawa ke RS yang lebih besar untuk dirawat, Aidil dengan segera membawanya ke RS yang dituju, tapi apa yang Aidil dapat dirumah sakit tersebut, belum sempat mereka memeriksa anakku mereka menyurukku membawa anakku ke RS yang lain. dengan alasan kamar yang ada diRS tersebut penuh. Dengan rasa cemas dan sedih aku bawa anakku ke RS yang lainnya. Alhamdullillah dokternya menangani secara cepat, anakku langsung diperiksa, tapi sekali lagi perasaanku terkoyak, dokter tersebut menyuruhku membawa dengan segera anakku ke RS yang lain yang lengkap peralatannya, karena menurut dokter tersebut ada ganguan pencernaan di perut anakku dan harus ditangani di RS yang lengkap peralatannya. Hatiku mulai galau saat itu, pertanda apa ini, mengapa semua RS yang aku datangi seolah tak menerima anakku. namun prasangka buruk itu aku tepis dari fikiranku. aku harus menyelamatkan anakku, dengan cepat aku pindahkan anakku kerumah sakit yang lainnya.
Sesampainya disana anakku langsung masuk UGD, cukup cepat kerja dokter-dokter disini, mereka menangani dengan baik. aku ingat pada saat itu kakak masih diperjalanan menuju rumah sakit. "Iya kataku". dan aku menyambung ceritanya. pada saat itu kakak ingat, kakak langsung ke dokter dan menanyakan apa sebenarnya yang dirasakan oleh Miftah, dokter mengatakan bahwa adanya kelainan di lambung dan masalah dipencernaannya, yang membuat kakak kaget adalah pada saat Dokter mengatakan bahwa ananda miftah ada history berhenti nafas, pada saat itu jam menunjukkan pukul 4 pagi, kakak pegang tangan si Miftah, dia lalu mengengam tangan kakak dengan erat seolah tak ingin untuk melepaskannya, kakak katakan padanya "miftah ini bunda sayang, sembuh ya sayang, kakak melihat dia menatap kakak sambil gengamannya dipererat kakak merasakan hal yang aneh pada saat itu, kakak pegang kakinya dingin sekali tetapi dari perut ke atas hangat, kakak minta ibunya untuk menyelimutinya. setelah kakak cium dan kakak bacakan salawat dia mulai tenang, dan dokternya mengatakan "bu biarkan dia istirahat dulu". lalu kakak ke dokter yang memeriksa denyut nadi dan lainnya. kakak berbicara pada dokter tersebut "dokter gimana, saya ingin dia dirawat dan diperiksa seluruhnya agar diketahuan apa yang ia rasakan". dokter tersebut menjawab dengan tenang "ibu sabar ya kita lagi menunggu dokter anak, dia akan kita pindahkan ke ruangan khusus, untuk pemeriksaan lebih lanjut." lalu kakak bertanya lagi." sekitar jam berapa Dok?" dokter tersebut menjawab "sekitar jam 8 bu, tapi saya minta kesabaran ibu dan menyerahkan semuanya atas kehedak Tuhan, apapun yang terjadi diluar kuasa kita dan ibu harus dapat menerimanya".
Adzan Subuh telah berkumandang, memanggil para ummat Muhammad untuk bersujud, kakakpun melangkahkan kaki untuk shalat subuh mushola belakang UGD tersebut, kakak berdoa untuk kesembuhan ananda Miftah dan meminta yang terbaik pada-Nya.
setelah selesai shalat kakak berfikir apa maksud ucapan dokter tadi. tapi sudahlah yang penting kakak sekarang ada disamping anakmu, dengan doa-doa yang kakak panjatkan ke hadirat-Nya, kakak masih melihat anakmu tidur dengan tenang, pada saat itu kakak juga bertanya pada asisten dokter tersebut jam berapa dokter anak datang, tapi menurutnya sudah datang dari tadi, kakak mulai berfikir lagi kenapa belum juga dibawa ke ruang rawat, tapi sudahlah kakak fikir dokter-dokter itu juga pasti tau tindakan apa yang harus mereka lalukan.
Kakak duduk disebelah si Miftah sambil mengenggam tangannya, sedih sekali perasaan kakak saat itu. Sekitar jam setengah tujuh pagi ananda Mifta terbangun matanya melihat sekeliling dan menatap keatas dia merengek, rengekan tersebut biasa kakak dengar apabila ada yang mau mengendongnya tapi dia tidak mau. makanya pada saat itu kakak panggil Aidil, fikiran kakak dia pasti ingin digendong sama Aidil. tapi suasana saat itu tiba-tiba berubah, kakak melihat rengekannya bekurang, kakak melihat gerakan perutnya sangat cepat, kemudian naik keatas, dia seperti sesak nafas, batas kerongkongannya mulai berbunyi seperti dia mulai mengorok, kejadian cepat sekali kakak masih ingat saat itu dia sakaratul maut, setelah sampai kekerongkongan matanya menatap keatas dan suara itu terhenti seiring dengan nafasnya yang telah kembali kehadirat-Nya, airmata kakak mengalir kencang sedih sekali hati ini melihatnya, dokter memberi bantuan pacu jantung tapi semua itu tidak menolong, karena Allah lebih cinta padanya, buah hatimu yang ganteng, baik budi.
Ya kak, kalau ingat semua itu Aidil sedih, sekarang Aidil hanya bisa menatap makamnya disitu juga tertulis nama Aidil, ya Allah ternyata Engkau lebih mencintai anakku.
Aku berkata, sembari menghiburnya," ya sudahlah, tenangkan hatimu, banyaklah berdoa, dan bertaqwa, jangan pernah meninggalkan perintah-Nya, anakmu milik Allah dia bahagia disana dengan para malaikat dan bidadari-bidadari, dia akan selalu mendoakanmu, maka dari itu kuatkan imanmu, ini semua rahasia Allah, hanya Dia yang tau apa yang terbaik bagi hambanya.
Hadis riwayat Anas bin Malik ra.: Sesungguhnya Allah Taala mengutus seorang malaikat di dalam rahim. Malaikat itu berkata: Ya Tuhan! Masih berupa air mani. Ya Tuhan! Sudah menjadi segumpal darah. Ya Tuhan! Sudah menjadi segumpal daging. Manakala Allah sudah memutuskan untuk menciptakannya menjadi manusia, maka malaikat akan berkata: Ya Tuhan! Diciptakan sebagai lelaki ataukah perempuan? Sengsara ataukah bahagia? Bagaimanakah rezekinya? Dan bagaimanakah ajalnya? Semua itu sudah ditentukan dalam perut ibunya
Selasa, 13 April 2010
tersinggung dan tersakiti
Kadang sempat terfikir, mengapa orang bisa menaruh dendam sebegitu lama hanya karena soal becanda?.
Ketersinggungan seseorang bisa saja muncul apabila suasana hatinya sendang tidak enak atau adanya suatu masalah yang dia rasakan pada saat itu, sedangkan dia tidak dapat mengatasi masalah tersebut dengan cepat sehingga terbawa atau terpengaruh pada pribadinya. Semua itu dapat terlihat dari raut wajahnya yang mengambarkan suasana hatinya, atau kecendrungan untuk lebih berdiam diri, menahan gejolak perasaannya. Pada saat ini apapun yang orang lain katakan, mau itu dalam serius atau pun bencanda dia tidak akan dapat memberikan respon positif terhadap lawan bicaranya. Banyak kita temui hal seperti ini dimasyarakat kita, seseorang yang senang dicandai tetapi apabila temannya berbalik mencandainya dia akan tersinggung setengah mati, dalam hal ini ketersinggungan yang mendalam dapat membuat terjadinya perkelahian hingga pembunuhan yang berakibat melenyapkan nyawa seseorang. Rasa sakit hati dan dendam yang mendalam inilah yang dapat membuat seseorang tidak berfikir panjang akan sebab akibat yang ditimbulkan, dia hanya merasa puas atas apa yang telah dia lakukan, yang ia rasa dapat mengurangi rasa sakit hatinya itu.
Atau sakit hati yang berkepanjangan dalam rumah tangga yang berakibat dendam, contohnya:
Sepasang suami istri yang mengadakan liburan bersama teman-teman lingkungannya ke kawasan Puncak, di sana mereka berkumpul dan melakukan berbagai aktifitas untuk membahagiakan keluarga dan anak-anak. Semua gembira, canda ria, berbaur dalam bahagia, setelah selesai makan siang, anak-anak dibiarkan bermain sedang para ibu dan bapak berkumpul, mereka mulai mengadakan permainan yang dipimpin oleh seorang moderator, permainan ini tidak terlalu serius hanya ingin mengetahui pendapat masing-masing pasangan, mulailah sang moderator memberi pertanyaan kepada para suami “ Apabila anda ikut berlayar dalam suatu kapal, disana ikut Ibu dan Istri Anda , pada saat itu angin kencang dan ombak laut mulai meninggi, cuaca buruk menghadang, semua orang didalam kapal panik, pada saat itu apa yang anda harus lakukan bila anda diberi dua pilihan yaitu menyelamatkan Ibu anda atau Isteri Anda? Hampir semua suami menjawab “ apabila itu terjadi pada saya, saya akan bertanya pada ibu saya, ibu bagai mana ini, siapa yang harus saya selamatkan, sedang saya sayang sama kalian berdua, sebenarnya saya tidak ingin memilih tapi apa yang harus saya lakukan? Dan pasti pada saat itu Ibu saya akan menjawab “ Selamatkanlah Istrimu karena Ibu sudah tua, sudah puas menjalani hidup ini, sedangkan kamu baru melangkah, apabila kamu memilih Ibu, kasihan anak-anakmu akan kehilangan Ibu mereka, Istrimu lebih penting kamu selamatkan, berarti kamu juga akan menyelamatkan jiwa dan perasaan anak-anakmu, dia Adalah teman hidupmu, dia akan menjagamu dikala suka dan duka, dia akan menemimu diusia senjamu, pada saat kau sakit dia akan merawatmu penuh keihklasan karena kamu ayah dari anak-anakmu. Untuk itu aku akan menyelamatkan Istriku dan minta maaf pada Ibuku dan doaku selalu bersama cinta kasihnya”. tapi ”Salah satu suami ada yang memberi jawaban “Kalau saya yang pertama saya selamatkan adalah Ibu saya karena Ibu saya tidak akan tergantikan oleh orang lain sedangkan Istri kapan saja bisa diganti”.
Sebenarnya jawaban ini juga tidak buruk, karena disini dia menunjukkan betapa baktinya dia kepada Ibu yang telah melahirkannya, betapa cintanya dia terhadap ibunya. Tapi saat pertanyaan ini ada, yang menemaninya adalah istrinya yang juga ingin mengetahui berapa besar rasa sayang dan cinta suaminya serta bagaimana cara suaminya menjaga dan melindunginya apabila kejadian tersebut mereka alami, barangkali jika suaminya bisa sedikit berargumentasi atau memberi alas an tanpa menyinggung perasaan sang istri keadaan mungkin akan lebih baik. Tatapi dengan jawaban yang diberikan suami membuat Istrinya merasa tersinggung, ia merasa sedih atas jawaban suaminya, paling tidak dia ingin jawaban seperti suami-suami temannya yang lain, airmukanya merah, dia malu, paling tidak sahabatnya yang lain dapat menilai rumah tangganya tidak harmonis atau tidak ada kecocokan, dia kesal atas perlakuan suaminya, yang ia rasakan suaminya tidak memujanya atau memberikan sesuatu penilaian yang baik atas dirinya apalagi jawaban itu diberikan didepan teman-temannya, timbul rasa dendam dalam hatinya untuk membalasnya suatu saat.
Hal-hal demikian yang sering kita temui dimasyarakat kita saat ini, bercanda, dicandai yang akhirnya timbul rasa tersinggung dan saling menyinggung. Bagaimana bisa kita rasakan nikmat dan bahagia hidup ini.
Bersabda Nabi s.a.w :”Berfirman Allah Ta’ala :”Hai hambaku! Semua kamu berdosa, kecuali orang yang telah aku maafkan. Maka minta ampunlah kepadaKu, niscaya Aku ampunkan dosamu! Dan siapa yang mengetahui, bahwa Aku mempunyai kekuasaan untuk mengampunkan dosanya, niscaya Aku ampunkan baginya dan tidak aku hiraukan yang lain”
Ketersinggungan seseorang bisa saja muncul apabila suasana hatinya sendang tidak enak atau adanya suatu masalah yang dia rasakan pada saat itu, sedangkan dia tidak dapat mengatasi masalah tersebut dengan cepat sehingga terbawa atau terpengaruh pada pribadinya. Semua itu dapat terlihat dari raut wajahnya yang mengambarkan suasana hatinya, atau kecendrungan untuk lebih berdiam diri, menahan gejolak perasaannya. Pada saat ini apapun yang orang lain katakan, mau itu dalam serius atau pun bencanda dia tidak akan dapat memberikan respon positif terhadap lawan bicaranya. Banyak kita temui hal seperti ini dimasyarakat kita, seseorang yang senang dicandai tetapi apabila temannya berbalik mencandainya dia akan tersinggung setengah mati, dalam hal ini ketersinggungan yang mendalam dapat membuat terjadinya perkelahian hingga pembunuhan yang berakibat melenyapkan nyawa seseorang. Rasa sakit hati dan dendam yang mendalam inilah yang dapat membuat seseorang tidak berfikir panjang akan sebab akibat yang ditimbulkan, dia hanya merasa puas atas apa yang telah dia lakukan, yang ia rasa dapat mengurangi rasa sakit hatinya itu.
Atau sakit hati yang berkepanjangan dalam rumah tangga yang berakibat dendam, contohnya:
Sepasang suami istri yang mengadakan liburan bersama teman-teman lingkungannya ke kawasan Puncak, di sana mereka berkumpul dan melakukan berbagai aktifitas untuk membahagiakan keluarga dan anak-anak. Semua gembira, canda ria, berbaur dalam bahagia, setelah selesai makan siang, anak-anak dibiarkan bermain sedang para ibu dan bapak berkumpul, mereka mulai mengadakan permainan yang dipimpin oleh seorang moderator, permainan ini tidak terlalu serius hanya ingin mengetahui pendapat masing-masing pasangan, mulailah sang moderator memberi pertanyaan kepada para suami “ Apabila anda ikut berlayar dalam suatu kapal, disana ikut Ibu dan Istri Anda , pada saat itu angin kencang dan ombak laut mulai meninggi, cuaca buruk menghadang, semua orang didalam kapal panik, pada saat itu apa yang anda harus lakukan bila anda diberi dua pilihan yaitu menyelamatkan Ibu anda atau Isteri Anda? Hampir semua suami menjawab “ apabila itu terjadi pada saya, saya akan bertanya pada ibu saya, ibu bagai mana ini, siapa yang harus saya selamatkan, sedang saya sayang sama kalian berdua, sebenarnya saya tidak ingin memilih tapi apa yang harus saya lakukan? Dan pasti pada saat itu Ibu saya akan menjawab “ Selamatkanlah Istrimu karena Ibu sudah tua, sudah puas menjalani hidup ini, sedangkan kamu baru melangkah, apabila kamu memilih Ibu, kasihan anak-anakmu akan kehilangan Ibu mereka, Istrimu lebih penting kamu selamatkan, berarti kamu juga akan menyelamatkan jiwa dan perasaan anak-anakmu, dia Adalah teman hidupmu, dia akan menjagamu dikala suka dan duka, dia akan menemimu diusia senjamu, pada saat kau sakit dia akan merawatmu penuh keihklasan karena kamu ayah dari anak-anakmu. Untuk itu aku akan menyelamatkan Istriku dan minta maaf pada Ibuku dan doaku selalu bersama cinta kasihnya”. tapi ”Salah satu suami ada yang memberi jawaban “Kalau saya yang pertama saya selamatkan adalah Ibu saya karena Ibu saya tidak akan tergantikan oleh orang lain sedangkan Istri kapan saja bisa diganti”.
Sebenarnya jawaban ini juga tidak buruk, karena disini dia menunjukkan betapa baktinya dia kepada Ibu yang telah melahirkannya, betapa cintanya dia terhadap ibunya. Tapi saat pertanyaan ini ada, yang menemaninya adalah istrinya yang juga ingin mengetahui berapa besar rasa sayang dan cinta suaminya serta bagaimana cara suaminya menjaga dan melindunginya apabila kejadian tersebut mereka alami, barangkali jika suaminya bisa sedikit berargumentasi atau memberi alas an tanpa menyinggung perasaan sang istri keadaan mungkin akan lebih baik. Tatapi dengan jawaban yang diberikan suami membuat Istrinya merasa tersinggung, ia merasa sedih atas jawaban suaminya, paling tidak dia ingin jawaban seperti suami-suami temannya yang lain, airmukanya merah, dia malu, paling tidak sahabatnya yang lain dapat menilai rumah tangganya tidak harmonis atau tidak ada kecocokan, dia kesal atas perlakuan suaminya, yang ia rasakan suaminya tidak memujanya atau memberikan sesuatu penilaian yang baik atas dirinya apalagi jawaban itu diberikan didepan teman-temannya, timbul rasa dendam dalam hatinya untuk membalasnya suatu saat.
Hal-hal demikian yang sering kita temui dimasyarakat kita saat ini, bercanda, dicandai yang akhirnya timbul rasa tersinggung dan saling menyinggung. Bagaimana bisa kita rasakan nikmat dan bahagia hidup ini.
Bersabda Nabi s.a.w :”Berfirman Allah Ta’ala :”Hai hambaku! Semua kamu berdosa, kecuali orang yang telah aku maafkan. Maka minta ampunlah kepadaKu, niscaya Aku ampunkan dosamu! Dan siapa yang mengetahui, bahwa Aku mempunyai kekuasaan untuk mengampunkan dosanya, niscaya Aku ampunkan baginya dan tidak aku hiraukan yang lain”
Langganan:
Postingan (Atom)












