"Ya Allah, Berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkan kami dari siksa Neraka"

Kamis, 10 Juni 2010

"Ya Allah, Jauhkanlah kami dari kemiskinan, dan berikan kekeyaan kepada kami tanpa kesusahan"
"Ya Allah, jauhkan kami dari bencana, dan berikanlah kekayaan kepada kami tanpa ujian"
"Ya Allah, berilah kami limpahan akal pikiran yang sempurna, limpahkanlah kami hati yang paling bersih, berilah kami limpahan amal yang paling suci, limpahkanlah kami akhlak yang terbaik, berilah kami rezeki yang berlimpah, berkanlah kami kesehatan yang sempurna, berilah kami rezeki kekayaan dunia yang terbaik, berilah kami rezeki nikmat akhirat"
Semoga Allah senantiasa mencurahkan rahmat dan kesejahteraan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarganya, dan sahabatnya. Dan segala puji bagi Allah.

Kamis, 06 Mei 2010

Usil, Jahil, Nakal itulah sebutannya


Cerita ini terkumpul pada saat aku dan teman-temanku berkumpul, kami saling mengingat masa lalu kala masih menjadi pelajar, Unik, asyik, jahil, Nakal dan kelewatan, itu summary dari semua ceritanya.

-------

Awalnya cerita dimulai dari pertemuan reuni, salah satu sahabatku mulai membuka ceritanya sebut saja namanya Rio.

Rio bercerita kala masih duduk di bangku SMP dia mempunyai seorang teman, anak pejabat tinggi dipemerintahaan, dia selalu diberi jajan lebih oleh ayahnya, sedangkan Rio dan teman-temannya hanya jajan secukupnya, pada saat itu Rio mulai berfikir bagaimana memanfaatkan uang temannya ini, sedangkan temannya tersebut termasuk teman yang pelit sebut saja namanya Tio.

Suatu hari Rio berkumpul dengan teman-temannya yang lain, mulai timbul ide di fikirannya, bagaimana cara mendapatkan uang Tio, selidik punya selidik akhirnya dia tau bahwa Tio pantang sekali membawa dompetnya ke Toilet, karena menurutnya dia punya jimat yang diletakkan didompetnya, "hmmm ... baguslah" fikir Rio pada saat itu, dan dia mulai mencari tau dimana tempat dompet itu dititipkan, nah ...ternyata dompet tersebut dititipkan kesalah satu temannya yang bernama Ari, Ari ini terkenal paling jujur dikelas, Rio mulai mendekatinya dengan gaya preman, dia minta dompet Tio, awalnya Ari tidak mau memberinya, dengan sedikit gertakan akhirnya Ari memberi dompet tersebut ke Rio, dengan cekatan Rio mengambil beberapa lembar uang yang ada didompet itu. Dengan senyum manis dia kembalikan dompet itu ke Ari, sambil mengajak Ari untuk bertemu di jam Istrirahat sekolah.

Jam Istirahatpun tiba, Rio beserta teman-temannya menemui Ari dan Tio, dengan senyum mengembang Rio bilang ke Tio " Tio, gue mau traktir loe dan teman-teman yang lain makan dikantin, mau ngak?", mendengar ini Tio lalu menjawab "Wah dengan senang hati". akhirnya merekapun makan, tanpa Tio sadari, bahwa untuk membayar semua makanan itu adalah uang yang diambil dari dompetnya oleh Rio, dan kejadian ini berlanjut terus tanpa Tio Sadari.

"hahaha...kalau ingat waktu dulu aku merasa berdosa tuh sama temanku Tio, tapikan dia ikutan juga makan makanan yang aku pesan. jadi rasa bersalahku berkurang sedikit, hahaha...sangking kebanyakan uangnya, Tio tidak menyadari beberapa lembar uangnya telah aku ambil" kata Rio dengan tawa renyah. "Nakal sekali aku pada saat itu" katanya lagi.

-------

Lain lagi cerita temanku yang lain sebut saja namanya Hamid, dia bercerita waktu dia duduk di Sekolah Menengah dia pernah meniru gaya temannya yang Jahil, walaupun dia tau itu salah. "dulu didepan sekolahku ada tukang gorengan mangkal, setiap hari banyak anak sekolah yang ngumpul sambil makan gorengan, suatu hari aku melihat harun makan gorengan dengan banyak dan cepat, aku memperhatikannya, sambil menghabiskan gorengan yang ada ditanganku, setelah selesai, harun berkata ke pedagang itu "Bang udah, saya makan dua", sambil membayar dan berlalu, aku memperhatikannya lalu aku tiru apa yang dilakukan harun tersebut, eh ternyata jitu, abang tukang gorengan itu ternyata tidak mengetahui berapa jumlah yang sudah aku makan, aku bayar dan akupun berlalu. namun saat ini aku berfikir barangkali si abang tukang gorengan itu terlalu percaya, sehingga dia tidak menyangka banyak pelajar yang "ngembat" gorengannya termasuk aku" kata hamid senyum-senyum.

-------

Aku juga nimrung dalam cerita ini, aku katakan ke teman-temanku, aku juga punya cerita lucu dan aku tidak akan pernah lupa, ini temanku yang jahil dan kelewatan dan paling kelewatan. ceritanya begini. Aku punya teman bernama Rubi, Rubi ini terkenal sangat pelit atau tepatnya terlalu perhitungan, apa karena dia kuliah jurusan Akuntansi sampai semua dikakulasiin, mungkin juga. pada suatu hari, kami mempunyai tugas kelompok yang harus dikerjakan, nah kami mulai berjanji untuk berkumpul dirumah salah satu temanku untuk mengerjakan tugas kelompok tersebut.

Pada saat kami mengerjakan tugas tersebut semuanya serius, hingga selesai. Salah satu temanku mulai berkata "Duh laper nih, enaknya makan apa ya" dan dengan tiba-tiba sahabatku Rubi menjawab "Wah pada laper ya? mau ngak aku traktir?". kami semua saling berpandangan, temenku yang lain berkata "Tumben?, ada angin apa nih?, kalau aku sih mau aja, jarang-jarang Rubi mau nraktir kita". katanya sambil lompat-lompat. Akupun demikian, aku katakan pada rubi "Bi dapat rezeki dari mana kamu? tumben banget mau traktir kita-kita". kata ku

Dengan senyum mengembang dia menjawab "Udah ikut aja, aku mau ajak kalian makan di Texas Chiken, mau ngak?". kami serentak menjawab "mau...mau...mau.."

dengan mobil temanku kami pun meluncur ke kawasan dimana tempat Restauran Texas chiken itu berada, tidak terlalu jauh dari rumah temanku, kira-kita 1 km. dengan rasa senang kami pun mulai memesan apa yang kami inginkan, rubipun datang menghampiri dengan berkata " Ayo makan sepuasnya, pesan aja yang enak-enak, tenang, ntar aku bayar semua, jangan lupa pada nambah ya" katanya sambil ikutan makan.

Setelah semua selesai makan dan kenyang, kitapun kembali lagi pulang ke rumah temanku Ita, dengan perut kenyang dan hati girang, mulai lagi kami bertanya ke Rubi " Bi kami senang nih, coba kalau sering-sering pasti lebih enak" kata Ita. "tapi ngomong-ngomong kamu dapat rezeki dari mana?" kata Ita lagi, lalu aku menyambung pertanyaan temanku tadi "Iya..bi, ngomong dong, kita kan ikutan senang bila teman dapat rezeki" kataku pula. Kami tau disamping kuliah rubi juga mengajar disalah satu sekolah menengah atas tidak jauh dari rumahnya. Aku beranggapan dia baru terima gaji, bonus, rapelan atau apalah dari tempat kerjanya. "Ada dech...nanti aku bilang kalian kaget lagi" katanya sambil tertawa-tawa. " Ngaklah, kita malah senang", celetuk temanku yang lain. "Bener nih?" kata Rubi lagi. "Aku sih senang kalau kalian semua pada senang, tapi okelah aku jujur, aku dapat rezeki nomplok tadi malam". "dari mana?" tanya Ita dengan semangat. dengan santai Rubi menjawab "Aku menang Togel...hahahaha, sama rata sama rasa, udah pada kenyangkan". katanya dengan gelak tawa kemenangan, menang sudah mengerjai kami semua, senang ternyata uang yang dia pakai untuk membayar bukan uangnya sendiri tapi dari hasi judi, kami serentak semuanya mengeroknya sambil memaki-maki, temanku yang lain pada uagh..uagh pengen muntah, tapi ngak keluar, maklum udah ketelan dan terdorong air...hihihi. itulah kejahilan temanku yang sungguh-sungguh kelewatan

by: nini musmar

Jumat, 23 April 2010

Kisah Nelayan yang tidak bersabar dan bersyukur atas nikmat Allah

Suatu kisah bahtera rumah tangga yang kurang mensyukuri nikmat Allah.
-------
Ceritanya begini;
Disuatu kampung Nelayan ada dua pasang suami istri, sebut saja satu keluarga Pak Lukman yang satu keluarga lagi keluarga pak Datau.

Istri Pak Lukman adalah seorang wanita yang pendiam, rajin dan betah dirumah, sedangkan istri pak datau adalah wanita pesolek yang rajin berdandan. mereka tinggal berjauhan, tetapi Pak Lukman dan Pak datau bersahabat, sehingga mereka sering saling berkunjung

Setiap pak Lukman berkunjung ke Rumah Pak Datau dia selalu disapa dengan senyum ramah bu Datau, yang selalu berhias sebelum suaminya pulang, timbul pikiran Pak Lukman " Andai aku punya istri seperti dia alangkah indah hidup ini, disambut istri dengan dandanan yang cantik, walau lelah pasti tidak akan terasa lelah" itulah fikiran pak Lukman.

Berbeda dengan Pak Datau jika dia berkunjung ke rumah pak lukman diapun berfikir" Alangkah bahagia hidup pak lukman mempunyai istri yang pandai merawat rumah tangga, betah dirumah dan rajin"
------
Hari berlalu, bulan berganti dan tahunpun berjalan, tak terasa kejenuhan pak lukman dan angan-angan yang tinggi terhadap istri Pak Datau, membuat suasa rumah tangganya semakin tidak harmonis, dia selalu marah yang tidak tau juntrungannya.

Sedangkan Pak Datau juga demikian dia selalu bertengkar dengan istrinya karena istrinya hanya bisa bersolek, tidak pernah memperhatikan keadaan rumah yang berantakan seperti kapal pecah, serta tidak mau mengerti apa kemauan suami apalagi membantu usahanya.
Sehingga sampai di suatu saat, dua sahabat ini bertemu dan ingin curhat mengenai pasangan masing-masing.

Ketika mereka bertemu Pak Lukman yang lebih dulu membuka pembicaraan, Pak Lukman mengatakan bahwa dia telah jenuh hidup bersama istrinya, dia ingin sekali mempunyai istri seperti Istri Pak Datau yang pesolek, Pak Datau sangat terkejut mendengar pernyataan Pak Lukman, dia tidak menyangka bahwa sahabatnya menyukai istrinya, ingin rasanya dia marah pada temannya ini, tapi dia urungkan dia ingin mendengar penjelasan lebih lanjut dari Pak Lukman serta alasan-alasannya. Setelah berbicara panjang lebar akhirnya Pak Lukman mengatakan keinginannya untuk bertukar istri. Dia akan menceraikan istrinya jika Pak Datau mau dan dia akan menikah dengan istri Pak Datau juga sebaliknya. Pak Datau coba berfikir kembali tentang keaadaan rumah tangganya, baik buruknya, hingga keputusanpun diambilnya, untuk segera menceraikan istrinya.

Setelah masing-masing menceraikan istrinya, dengan rasa senang pak Lukman menikahi mantan istri Pak datau dengan seribu angan-angan dikepalanya. Sedang Pak Datau hanya merenung, sudahlah barangkali jodohnya dengan istrinya hanya sampai disini, kemudian diapun mencoba melamar mantan istri Pak Lukman, gayung bersambut, mantan istri Pak lukman menerima lamaran Pak Datau.

-------

Bulan-bulan pertama pernikahan semua indah dirasakan oleh pak Lukman, hingga berjalan enam bulan pernikahan, baru mulai terasa hidupnya makin susah, karena ternyata Istrinya yang sekarang ini tidak dapat melakukan apa-apa kecuali berhias dan bersolek, dia tidak mau membantu usaha suami, tidak mau mengerti kesusahan suami, dan tidak perduli dengan urusan rumah tangga, Pak Lukman mulai jenuh, penghasilannya menurun, rezekinya seakan seret, tidak ada peningkatan sama sekali, ia mulai mengingat kembali kenangannya dulu bersama dengan mantan istrinya, betapa rajinnya dia, semua dapat dilaksanakannya dengan baik, fisik dan wajahnya juga cantik walaupun tidak dipoles dengan kosmetik.

Beberapa hari kemudian, sepulang melaut dia bertemu dengan Pak Datau, dia ingin menanyakan tentang rumah tangga baru Pak Datau. Lalu ia mengajak Pak Datau untuk berbincang-bincang sebelum pulang. Merekapun duduk ditepi laut menjelang senja, Pak Lukman mulai membuka pembicaraannya.

Pak Lukman : "Pak Datau, kita sudah sama-sama menikah selama enam bulan, tapi kok aku merasa apa yang aku angan-angankan selama ini semu, aku bosan, dan jenuh "

Pak datau : "Memangnya ada apa pak"

Pak Lukman : "Seperti yang dahulu telah aku bicarakan aku jenuh dengan istriku, aku selalu berangan-angan atas istrimu, tapi sekarang semua membosankan"

Pak Datau : "Maksud pak Lukman apa? Saya bingung?"

Pak Lukman : "begini pak Datau, saya ingin bertukar kembali"
Pak datau terperangah mendengar permintaan pak lukman

Pak Datau : "Pak Lukman, dulu saya bersedia karena barang kali ini adalah memang jalan yang terbaik, tapi untuk saat ini saya tidak akan mau bertukar kembali"
Pak Lukman : "Kenapa Pak?"


Pak Datau : " Saya senang dengan istri saya sekarang ini, istri saya yang dulu hanya bisa bersolek, jika saya nasehati atau saya ajarin untuk membantu usaha saya dia tidak pernah mau belajar, yang dia tau hanya berdandan. Setiap saya pulang dia sudah berpenampilan cantik didepan rumah, banyak sekali teman saya terkagum-kagum melihatnya, sedang saya tidak suka, saya tidak suka karena dia hanya bisa memberi pesona keorang lain, setelah saya masuk kerumah, rumah saya seperti kapal pecah, berantakan, kotor, kamar tidur bau, semuanya tidak ada yang dapat saya nilai bagus, rasa capek dan pegal yang saya rasakan semakin bertambah dengan kekesalan yang memuncak, hingga terjadilah pertengkaran, yang awalnya hanya pertengkaran kecil hingga menjadi besar dan tidak tertahan hingga Pak Lukman datang, dan meminta untuk bertukar, "
Pak Lukman : "Tapi kenapa Pak Datau dulu tidak memberitahu saya?"


Pak Datau : "Pak Lukman tidak pernah bertanya?! dan tidak pernah mau mendengar cerita saya, Pak Lukman hanya melihat kecantikan fisiknya saja"
Pak Lukman : " ya, saat itu saya terlena oleh angan2 saya" sambil menarik nafas panjang, "Bagaimana dengan kehidupan Pak Datau sekarang ini?"

Pak Datau : " Saya bahagia dengan istri saya ini, sepulang saya melaut, makanan tersedia, rumah rapi dan bersih, sisa-sisa ikan yang tidak laku terjual akan dibersihkan dan diolah kemudian dibuat ikan asin, ikan Asap dan terasi ikan, saya jadi bersemangat untuk melaut, saya banyak dapat ikan, karena jaring saya bagus, jika ada yang sobek istri saya dengan cekatan menjahitnya, penghasilan saya bertambah karenanya, dia membawa keberuntungan besar bagi saya, dia tidak suka bertandang dan ngegosip, dia membantu kehidupan saya, inilah istri idaman saya, istri yang saya impikan, istri yang dapat berkerjasama membantu suami, kalau masalah kecantikan, cukuplah saya saja yang melihatnya, karena pada dasarnya dia cantik luar dalam." jawab Pak Datau dengan senyum mengembang.
Pak Lukman : "Ya, saya menyesal dan kecewa, padahal kalau dulu saya syukuri dan saya suruh berdandan dia juga pasti mau," tapi sudah lah nasi sudah menjadi bubur. semoga Pak Datau bahagia, mungkin juga ini dosa saya terhadap mantan istri saya dulu, sama seperti Pak Datau bilang, dia istri yang baik, tapi saya tidak mensyukurinya, malah hati dan fikiran saya selalu melihat yang diluar sana. "Alangkah bahagianya aku, seandainya aku mau bersabar dan bersyukur pada saat itu" fikir Pak Lukman.
-------
Bersabar dan bersyukur sangat penting diterapkan dalam kehidupan kita, karena pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna. Semua manusia yang diciptakan Allah mempunyai kelebihan dan kekurangan, jika kita telah mempunyai pasangan yang telah di karunia Allah, hendaknyalah saling melengkapi dan menutupi kekurangan masing-masing, sehingga akan terbentuk keluarga yang harmonis, saling pengertian, keterbukaan dan komunikasi yang kuat yang sangat dibutuhkan dalam menjalin keeratan cinta kasih dalam rumah tangga. Dengan demikian rasa sayang dan cinta dibarengi dengan sabar dan bersyukur atas nikmat yang diberikan-Nya akan dapat melengkapi Indahnya Mahligai Rumah tangga yang diBina.
-------
Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu bersabar dan bersyukur atas Nikmat-Nya. Amin

-------

Firman Allah:
Artinya : "Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) -Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur". SQ. Luqman Ayat 31
by : nini musmar

Kamis, 22 April 2010

Perbuatan baik dan buruk

Dengan langkah gontai, Ibu tua itu mulai berjalan, menelusuri jalanan sempit bertikung, tanpa arah, tanpa tujuan, kaki lemahnya dia paksakan untuk berjalan, mata yang mulai buram dia paksakan untuk melihat, baju kumuh yang dia gunakan tidak membuat iba orang disekelilingnya, "begitu keraskah kehidupan ini", fikirnya dalam hati, sampai tidak seorangpun mau menegurnya, menyapa kemana arah tujuannya.


Andai waktu bisa diputar kembali, andai masa lalu bisa kembali lagi, ah semua semu, hidup ini hanya persinggahan, ibu tandi berhenti sejenak, mencoba meluruskan kakinya yang letih, dilihatnya kembali disekelilingnya, suasana ramai dan semua orang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Mereka seolah tak melirik sedikitpun atas keberadaanya, kejam sekali pikirnya, "kemana lagi akan aku ayunkan langkah kakiku ini? kemana lagi akan kubawa penderitaan ini" bisiknya lirih.
"Telah jauh aku melangkah, telah letih hati dan perasaan ini, mengapa penderitaan ini seolah tiada pernah ada akhirnya, mengapa derita ini selalu menemaniku", dengan air mata tertahan Ibu itu mencoba melanjutkan perjalanannya walau dengan haus dan lapar yang dia tahan.


Kenangannya kembali kemasa lalu, dimana ia merasa bahagia, memiliki keluarga yang lengkap, harmonis, serta mapan, semua itu dia rasakan indah, hingga suatu saat cobaan datang tanpa diundang, suami tercinta diambil yang Kuasa, Harta yang ada telah tersita, semua tanpa tanda, tanpa firasat, terasa terhenyak dan terhempas, gemuruh didada serasa susah untuk diungkapkan, "apa salahku" gumamnya pada saat itu, airmata tertumpah tak terbendung, perih dihati menghujam sampai kehulu hati. "Apakah aku terlalu sombong pada saat itu, sehingga aku lupa berterimakasih kepada yang memberi rezeki, apakah aku terlalu congkak pada saat itu hingga sedikitpun aku tak ingin berbagi pada siapapun, atau terlalu tinggi hatikah aku pada saat itu sehingga aku tidak pernah perduli dengan apa yang ada disekelilingku, aku terlalu sibuk dengan duniaku, aku terlalu sibuk dengan kemewahanku, aku terlalu bangga akan diriku, seakan yang aku miliki saat itu tidak akan pernah berakhir".


Airmatanya kembali mengalir tak kala teringat akan seseorang tetangga yang datang kerumahnya meminta bantuan dengan memohon dan berharap. tapi apa yang ia katakan mungkin lebih menyakitkan dari belati yang digoreskan dihati. "Ngapain kamu ke saya? kamukan masih muda masih bisa toh cari duit?, usaha dong, kalau kamu punya anak yatim coba minta ke Yayasan agar anak kamu ada yang membantu" jawabnya ketus pada saat itu, padahal tetangganya itu datang hanya untuk meminjam uang yang nilainya sebenarnya sangat tidak berarti baginya.

"Ah dosaku sangat besar, hingga ini yang aku terima di akhir usia senjaku, aku telah hancur, aku tak tau harus kemana lagi, aku malu, aku malu pada orang-orang dilingkunganku, aku malu pada diriku, aku malu pada tuhanku, tapi apa yang aku harus lakukan, ingin berdoa aku tak tau apa yang harus aku minta, ingin sembahyang aku tak tau apa yang harus aku baca, karena selama ini aku tak pernah belajar, aku banyak terlena dengan dunia, aku terlalu lupa segalanya, hingga rukun shalat saja aku tak tahu, ternyata bodoh sekali aku ini" gumamnya dalam hati.




Inilah sekelumit cerita yang terjadi dilingkungan kita pada saat ini, banyak orang yang lemah imannya karena harta, banyak orang yang tertutup hatinya dan terlupa akan kodratnya sebagai manusia, dia lupa akan hak dan kewajibannya hidup didunia, hingga inilah peringatan yang diberikan Allah kepadanya, sadarkah dia, kembali berserah dirikah dia kepada yang Maha Menciptakan ataukah dia akan mendapatkan Azab yang lebih berat, karena semua yang ia terima, adalah akibat dari perbuatannya sendiri. Jika ia berbuat baik maka baiklah yang ia dapatkan, namun jika dia berbuat buruk maka keburukan itu akan kembali lagi kepadanya.


Mana yang kita pilih? Baik atau buruk? itulah yang akan kita dapatkan.


Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Allah Taala berfirman (kepada malaikat pencatat amal): "Bila hamba-Ku berniat melakukan perbuatan jelek, maka janganlah kalian catat sebagai amalnya. Jika ia telah mengerjakannya, maka catatlah sebagai satu keburukan. Dan bila hamba-Ku berniat melakukan perbuatan baik, lalu tidak jadi melaksanakannya, maka catatlah sebagai satu kebaikan. Jika ia mengamalkannya, maka catatlah kebaikan itu sepuluh kali lipat"
----
Firman Allah dalan surat An-Nass Ayat 36;
Artinya: "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri"
----
Semoga kita termasuk orang-orang yang berserah diri dan selalu dalam lindungan Allah SWT.
Amin
by: nini musmar

Rabu, 21 April 2010

UPIN IPIN



Kalau anak udah maniak kartun upin ipin wah udah susah disuruh belajar, pasti jawabannya "Ntar dulu mama" lagi nonton upin ipin, "nanti kalau udah habis filmnya, baru belajarnya, ya ma".
Upin dan Ipin adalah sebuah film animasi anak-anak yang dirilis pada tanggal 14 September,2007 di Malaysia dan di siarkan di TV9, dan diproduksi oleh Les' Copaque. Awalnya film ini bertujuan untuk mendidik anak-anak agar menghayati bulan Ramadhan.Di Indonesia Upin dan Ipin hadir di TPI dan di tayangkan setiap hari pukul 19.00 WIB. Walau bahasanya berbeda dengan bahasa Indonesia, dengan logat Melayu yang sangat kental ternyata film ini banyak mendapat perhatian anak-anak diIndonesia, misalnya dari cara meniru logat tersebut yang mendengarkan pasti akan tau bahwa itu logat dari film kartun Upin-Ipin.
anakku contohnya bila pulang sekolah sesampai dirumah dia akan mengucapkan "Assalamualaikum, tok, tok atok" kadang aku geli mendengarnya, karena logatnya seakan dipaksakan, aku akan berkata padanya "waalaikumsalam, sayang ini mama yang dirumah, bukan atok" dia akan tersenyum dan menjawab"betul...betul...betul"
AYAT KURSI
"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi(1) Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."

Selasa, 20 April 2010

"I Can Wait Forever"

You look so beautiful today
When you're sitting there it's hard for me to look away
So i try to find the words that i could say
I know distance doesn't matter but you feel so far away
And I cant lie
Every time
I leave my heart turns gray
And I want to come back home to see your face
And I
Cause I just cant take it

Another day without you with me
Is like a blade that cuts right through me
But I can wait
I can wait forever
When you call my heart stops beating
When you're gone it wont stop bleeding
But I can wait
I can wait forever

You look so beautiful today
It's like every timeI turn around I see your face
The thing I miss the most is waking up next to you
When I look into your eyes, I wish that I could stay
And I cant lie
Every time I leave my heart turns gray
And I want to come back home to see your face
And I
Cause I just cant take it

Another day without you with me
Is like a blade that cuts right through me
But I can wait
I can wait forever
When you call my heart stops beating
When you're gone it wont stop bleeding
But I can wait
I can wait forever

I know it feels like forever
I guess that's just the price I gotta pay
But when I come back home to feel your touch
Makes it better
Till that day
Theres nothing else that I can do
And I just cant take it
I just cant take it

Another day without you with me
Is like a blade that cuts right through me
But i can wait
I can wait forever (I can wait forever)
When you call my heart stops beating
When you're gone it wont stop bleeding
But I can wait
I can wait forever
I can wait forever
I can wait forever...

lyrics by SIMPLE PLAN