"Ya Allah, Berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkan kami dari siksa Neraka"

Kamis, 02 Juli 2009

" Jangkrik "




Sebutan ini ditujukan buat mobil Jadul kesayangan anakku. Mobil ini hadiah untuknya karena dia mau disunat pada hari Senin tanggal 15 Desember 2008 lalu. Mobil keluaran tahun 1981 yang telah dimodifikasi oleh suamiku dari warna aslinya Biru menjadi Merah, warna kesukaan anakku. Dengan aksesioris yang menghiasi mobil ini membuatnya kelihatan gagah. Tampak depan atas bagasi dihiasi berbagai macam lampu hasil design suamiku. Jok mobil yang berwarna merah berbahan beludru dengan model kursi balap dilengkapi juga dengan besi rollbar menambah kokoh si “ Jangrik Merah” berbody kecil ini atau lebih enak disebut mungil.


Senin, 15 Juni 2009

"Wisata Gunung Bunder"




Minggu pagi aku dan keluarga siap-siap untuk jalan-jalan, biasanya semua sesuai rencana tapi pagi ini setelah semuanya dipersiapkan dan mulai berangkat ada kebingungan kemana arah tujuan jalan kali ini...anakku sudah mulai ribut "mama kita mau kemana?? " kemudian aku bertanya kesuamiku yang dari tadi diam sambil mengemudi " baba kita mau kemana ?? tuh si fauzan udah ribut terus dari tadi" kataku mengulang pertanyaan anakku. Baba adalah panggilan anakku ke suamiku dalam bahasa Betawi. suamiku tersenyum lalu dia berkata " gimana kalau kita kegunung bunder? baba belum pernah kesana tapi kata orang-orang tempatnya enak" katanya memulai pembicaraan karena dari tadi dia berfikir hendak kemana. "Oke baba yang penting tempatnya enak dan fauzan bisa mandi kata anakku" setelah itu kami meluncur ke Arah Bogor dimana tempat Wisata tersebut berada. Memasuki pintu gerbang Wisata mulai terlihat indah panorama Alam pegunungan, Udara panas yang menyengat hilang seketika tergantikan sejuknya hawa pegunungan. Sesampainya di sini kami mulai mengikuti jalanan ssambil menikmati keindahan alam, kiri kanan jalan dihiasi pohon pinus yang indah melambai ditiup angin, banyak sekali terlihat disini Curug-Curug, kami mampir ke salah satu curug yaitu CURUG CIGAMEA Di kawasan Gunung Salak Endah, Curug Cigamea letaknya tak jauh dar jalan menuju ke Pasir Reungit, Kawah Ratu dan menuju Curug Seribu. Panoramanya sangat indah sekali walaupun tingginya tidak melebihi 50 meter. Suasananya terasa alami dan begitu segar untuk dinikmati. Hembusan angin dan ditambah gemericik air akan membuat betah berada di sini. dari depan loket masuk kami harus berjalan melewati anak tangga yang tersusun rapi dari konblok dan bebatuan alam dipagari besi penyangga tebing wah indah sekali pemandangannya, banyak Monyet-monyet kecil bergelantungan dan berlarian menambah suasana alam semakin berwarna. Sesampainya di Air terjun Cigamea fauzan langsung minta untuk mandi. Fauzan dan suamiku langsung nyebur dikolam air terjun yang dingin, aku hanya melihat dengan tersenyum. Alangkah Indahnya ciptaan Allah, air mengalir dari tebing batu disinari matahari yang membentuk pelangi, Subhannallah..gumamku dalam hati.