"Ya Allah, Berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkan kami dari siksa Neraka"

Rabu, 16 September 2009

catatanku hari ini

Sesungguhnya bergaul dan berteman dengan orang saleh serta mendengarkan cerita-cerita mereka akan menanamkan pada diri kita rasa cinta kebaikan dan keinginan untuk mengikuti mereka. Sehingga dapat mencapai apa yang mereka peroleh berupa kesungguhan dalam melakukan ketaatan, karena hati itu sangat membutuhkan peringatan dan penyemangat terutama pada saat banyak orang lalai karena mengejar kenikmatan dunia.
Barangsiapa yang menjadikan sesuatu yang baik itu sebagai prioritas dan cita-cita, maka amalan yang lainpun akan baik. dalam kitab Az-Zuhd(282) Ibrahim bin Adham pernah berkata " Amalan yang paling utama pada timbangan amal adalah yang paling berat menurut anggota badan. Barangsiapa menyempurnakan amalannya, niscaya pahalanya juga akan disempurnakan . Dan barangsiapa tidak beramal (kebaikan) berarti ia telah bepergian dari dunia menuju akhirat tanpa bekal, sedikitpun ataupun banyak"
Wahai saudaraku, janganlan anda melupakan Zat yang telah memberimu masa untuk hidup dan menjadikan batasan untuk hari-harimu dan napasmu. Segala sesuatu selain-Nya akan sirna, termasuk dirimu, hidup didunia hanya sementara, semuanya akan kembali padaNya kita tidak dapat memutar waktu untuk kembali lagi, air mata tidak akan ada artinya lagi pada saat segalanya harus dipertanggung jawabkan.
Semoga Allah senantiasa merangkul kita dalam kasih sayang dan kecintaanya.

Semoga Allah menjadikan amal-amal kita ikhlas karna mengharapkan wajah dan keridhaanNya.

Kamis, 02 Juli 2009

" Jangkrik "




Sebutan ini ditujukan buat mobil Jadul kesayangan anakku. Mobil ini hadiah untuknya karena dia mau disunat pada hari Senin tanggal 15 Desember 2008 lalu. Mobil keluaran tahun 1981 yang telah dimodifikasi oleh suamiku dari warna aslinya Biru menjadi Merah, warna kesukaan anakku. Dengan aksesioris yang menghiasi mobil ini membuatnya kelihatan gagah. Tampak depan atas bagasi dihiasi berbagai macam lampu hasil design suamiku. Jok mobil yang berwarna merah berbahan beludru dengan model kursi balap dilengkapi juga dengan besi rollbar menambah kokoh si “ Jangrik Merah” berbody kecil ini atau lebih enak disebut mungil.


Senin, 15 Juni 2009

"Wisata Gunung Bunder"




Minggu pagi aku dan keluarga siap-siap untuk jalan-jalan, biasanya semua sesuai rencana tapi pagi ini setelah semuanya dipersiapkan dan mulai berangkat ada kebingungan kemana arah tujuan jalan kali ini...anakku sudah mulai ribut "mama kita mau kemana?? " kemudian aku bertanya kesuamiku yang dari tadi diam sambil mengemudi " baba kita mau kemana ?? tuh si fauzan udah ribut terus dari tadi" kataku mengulang pertanyaan anakku. Baba adalah panggilan anakku ke suamiku dalam bahasa Betawi. suamiku tersenyum lalu dia berkata " gimana kalau kita kegunung bunder? baba belum pernah kesana tapi kata orang-orang tempatnya enak" katanya memulai pembicaraan karena dari tadi dia berfikir hendak kemana. "Oke baba yang penting tempatnya enak dan fauzan bisa mandi kata anakku" setelah itu kami meluncur ke Arah Bogor dimana tempat Wisata tersebut berada. Memasuki pintu gerbang Wisata mulai terlihat indah panorama Alam pegunungan, Udara panas yang menyengat hilang seketika tergantikan sejuknya hawa pegunungan. Sesampainya di sini kami mulai mengikuti jalanan ssambil menikmati keindahan alam, kiri kanan jalan dihiasi pohon pinus yang indah melambai ditiup angin, banyak sekali terlihat disini Curug-Curug, kami mampir ke salah satu curug yaitu CURUG CIGAMEA Di kawasan Gunung Salak Endah, Curug Cigamea letaknya tak jauh dar jalan menuju ke Pasir Reungit, Kawah Ratu dan menuju Curug Seribu. Panoramanya sangat indah sekali walaupun tingginya tidak melebihi 50 meter. Suasananya terasa alami dan begitu segar untuk dinikmati. Hembusan angin dan ditambah gemericik air akan membuat betah berada di sini. dari depan loket masuk kami harus berjalan melewati anak tangga yang tersusun rapi dari konblok dan bebatuan alam dipagari besi penyangga tebing wah indah sekali pemandangannya, banyak Monyet-monyet kecil bergelantungan dan berlarian menambah suasana alam semakin berwarna. Sesampainya di Air terjun Cigamea fauzan langsung minta untuk mandi. Fauzan dan suamiku langsung nyebur dikolam air terjun yang dingin, aku hanya melihat dengan tersenyum. Alangkah Indahnya ciptaan Allah, air mengalir dari tebing batu disinari matahari yang membentuk pelangi, Subhannallah..gumamku dalam hati.