"Ya Allah, Berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkan kami dari siksa Neraka"

Kamis, 25 Maret 2010

Mengingatkan

Kubur Setiap Hari Menyeru Manusia Sebanyak Lima (5) Kali ...

1. Aku rumah yang terpencil,maka kamu akan senang dengan selalu membaca Al-Quran.
2. Aku rumah yang gelap,maka terangilah aku dengan selalu solat malam.
3. Aku rumah penuh dengan tanah dan debu,bawalah amal soleh yang menjadi hamparan.
4. Aku rumah ular berbisa,maka bawalah amalan Bismillah sebagai penawar.
5 . Aku rumah pertanyaan Munkar dan Nakir,maka banyaklah bacaan
"Laa ilahaillallah, Muhammadar Rasulullah", supaya kamu dapat jawapan kepadanya.

Lima Jenis Racun dan Lima Penawarnya

1. Dunia itu racun,zuhud itu obatnya..
2. Harta itu racun,zakat itu obatnya.
3 . Perkataan yang sia-sia itu racun,zikir itu obatnya.
4. Seluruh umur itu racun,taat itu obatnya.
5. Seluruh tahun itu racun,Ramadhan itu obatnya.

Nabi Muhammad S.A.W bersabda :

Ada 4 di pandang sebagai ibu ", yaitu :

1. Ibu dari segala OBAT adalah SEDIKIT MAKAN .
2. Ibu dari segala ADAB adalah SEDIKIT BERBICARA.
3. Ibu dari segala IBADAT adalah TAKUT BERBUAT DOSA.
4. Ibu dari segala CITA CITA adalah SABAR.


Ingatlah kepada kebenaran dan kesabaran.
Beberapa kata renungan dari Al Qur'an :

Orang Yang Tidak Melakukan Shallat:


Subuh : Dijauhkan cahaya muka yang bersinar
Dzuhur : Tidak diberikan berkah dalam rezekinya
Ashar : Dijauhkan dari kesihatan/kekuatan
Maghrib : Tidak diberi santunan oleh anak-anaknya.
Isya : Dijauhkan kedamaian dalam tidurnya

Jumat, 19 Maret 2010

Inside Ka'bah

Inside Ka'abah

Saudaraku seiman, gambar ini (bagian dalam Baitullah) adalah hadiah istimewa bagi kita semua
(terutama bagi yang belum pernah masuk atau belum pernah melihat/memiliki gambar seperti ini).






-------------------------------------------------------------------------------

Tak bosan-bosan rasanya membaca kisah ini...

AIRMATA RASULULLAH SAW...
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan
salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya
masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam", kata Fatimah yang membalikkan
badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan
bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"
"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,"
tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan
pandangan yang menggetarkan.

Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang
memisahkan pertemuan di dunia.
Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan
tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan
kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit
dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?", tanya Rasululllah
dengan suara yang amat lemah.
"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
"Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh
kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?", tanya Jibril lagi.
"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah
berfirman kepadaku: "Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat
Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh
Rasulullah ditarik.

Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya
menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya
menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?"
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata
Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak
tertahankan lagi.

"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini
kepadaku, jangan pada umatku."
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera
mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku"
"peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."


Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan
telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

"Ummatii,ummatii,ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"
Dan, berakhirlah hidup manusia mu lia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi

Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

Jumat, 12 Maret 2010

Islamic Calendar Converter Widget - Alhabib Islamic Web Service and Accessories

Islamic Calendar Converter Widget - Alhabib Islamic Web Service and Accessories

Islamic Clock - Allah Muhammad Round - Alhabib Islamic Web Service and Accessories

Islamic Clock - Allah Muhammad Round - Alhabib Islamic Web Service and Accessories

Pujaanku

Izinkan aku pergi

Walau tiada daya untuk melangkah

Akan ku bawa asa ini jauh

Sejauh langkah yang tertatih



Semangat ini ada karenamu

Rasa ini terbelenggu cintamu

Senandung rindu tertuju padamu

Sayang ini masihkah jua padamu



Malaikat cinta saksi saat itu

Saat kau ucap kata manismu

Merayu mendayu ditelingaku

Tak kan kulupa sampai hayatku



Kini kau jauh dari Rangkulanku

Kini kau jauh dari Anganku

Kini kau jauh dari Impiku

Kini kau jauh dari Hatiku



Mengapa cinta kau tanam dulu

Lalu kau cabut dan kau buang

Luka tergores, ternganga sudah

Tiada obat pelipur lara



Kuharap suatu saat kau merasa

Tiada cinta seindah cintaku

Tiada hari indah selain bersamaku

Tiada bahagia dan canda tanpa hadirku



Saat itu baru kau akan merasa sangat kehilanganku

Namun aku sudah pergi jauh sekali darimu

Membawa rasa cintamu besertaku


 
Perpisahan pasti kita jelang

Cuma waktu Tuhan yang tentukan

Pisah hidup dan mati ada didepan

Tergantung kita siapkan Iman


 

By : Nini Musmar



Rabu, 03 Maret 2010

Kunci Meraih Keberhasilan

• Kunci Kemuliaan adalah taat kepada Allah dan Rasulnya.

• Kunci Rezeki adalah usaha dibarengi istigfar dan taqwa

• Kunci Surga adalah tauhid (Syahadat tauhid dan syahadat Rasul)

• Kunci Iman adalah membaca ayat-ayat Allah dan tanda-tanda kebesaran yang ada pada semua mahluk-Nya

• Kunci Kebaikan adalah Jujur

• Kunci Hidupnya kalbu adalah merenungi Al-Quran, mendekatkan diri kepada Allah dipenghujung malam hari, dan meninggalkan dosa-dosa

• Kunci Ilmu adalah tidak malu untuk bertanya dan mendengar dengan baik.

• Kunci Kemenangan dan keberuntungan adalah sabar.

• Kunci Kebahagian adalah taqwa

• Kunci Menambah nikmat adalah bersyukur

• Kunci Menginginkan pahala akhirat adalah zuhud terhadap duniawi

• Kunci keberhasilan adalah do’a

Selasa, 02 Maret 2010

Kuasa-Mu

Ketika hujan turun membasahi muka bumi

Hembusan angin megiringi lambayan dedaunan

Gemericik suara air mengalun sendu

Sentuhan alam menyentuh kalbu



KuasaMu wahai Tuhanku…

Air berkahmu menyirami lahan kering menguning

Kini hamparan karpet hijau persawahan subur karnaMu

Membawa rezeki bagi hambaMu..



Tiada daya tanpa hadirMu…

Tiada kuasa atas takdirmu…

Doa hambamu Mengalun Pilu…

Mengharap kasih dalam rangkulanMu..



Bumi berputar seiring waktu…

Tak pernah mau ia menunggu…

Hasrat hati mengulang hari

Yang telah jauh meninggalkan pergi



Asaku besar menuai harap..

Langkah tersekat di dalam pekat..

Beri hamba kebaikan dunia akhirat

Agar mendapat rahmat selamat


by : Nini Musmar