"Ya Allah, Berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkan kami dari siksa Neraka"

Jumat, 19 Februari 2010

"Imajiner Doa"

oleh: Ratih Sanggarwati

Doa yang kupanjatkan ketika aku masih gadis:
"Ya Allah beri aku calon suami yang baik, yang sholeh. Beri aku suamiyang dapat kujadikan imam dalam keluargaku."

Doa yang kupanjatkan ketika selesai menikah:
"Ya Allah beri aku anak yang sholeh dan sholehah, agar mereka dapatmendoakanku ketika nanti aku mati dan menjadi salah satu amalankuyang tidak pernah putus."

Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku lahir:
"Ya Allah beri aku kesempatan menyekolahkan mereka di sekolah Islamiyang baik meskipun mahal, beri aku rizki untuk itu ya Allah...."

Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah mulai sekolah:
"Ya Allah..... jadikan dia murid yang baik sehingga dia dapat bermoralIslami, agar dia bisa khatam Al Quran pada usia muda."

Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah beranjak remaja:
"Ya Allah jadikan anakku bukan pengikut arus modernisasi yg mengkhawatirkanku.Ya Allah aku tidak ingin ia mengumbar auratnya, karena dia ibarat buah yangsedang ranum."

Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku menjadi dewasa:
"Ya Allah entengkan jodohnya, berilah jodoh yang sholeh pada mereka,yang bibit, bebet, bobotnya baik dan sesuai setara dengan keluargakami."

Doa yang kupanjatkan ketika anakku menikah:
"Ya Allah jangan kau putuskan tali ibu & anak ini, aku takut kehilanganperhatiannya dan takut kehilangan dia karena dia akan ikut suaminya."

Doa yang kupanjatkan ketika anakku akan melahirkan:
"Ya Allah mudah-mudahan cucuku lahir dengan selamat. Aku inginkan namapemberianku pada cucuku, karena aku ingin memanjangkan teritoriawibawaku sebagai ibu dari ibunya cucuku."

Ketika kupanjatkan doa-doa itu, aku membayangkan Allah tersenyumdan berkata......

"Engkau ingin suami yang baik dan sholeh sudahkah engkau sendiri baikdan sholehah?Engkau ingin suamimu jadi imam, akankah engkau jadi makmum yang baik?"

"Engkau ingin anak yang sholehah, sudahkah itu ada padamu dan padasuamimu. Jangan egois begitu......masak engkau ingin anak yang sholehahhanya karena engkau ingin mereka mendoakanmu....tentu mereka menjadisholehah utama karena-Ku, karena aturan yang mereka ikuti haruslahaturan-Ku."

"Engkau ingin menyekolahkan anakmu di sekolah Islam, karena apa?......prestige? ...... atau....mode?....atau engkau tidak mau direpotkandengan mendidik Islam padanya? engkau juga harus belajar, engkau jugaharus bermoral Islami, engkau juga harus membaca Al Quran dan berusahamengkhatamkannya."

"Bagaimana engkau dapat menahan anakmu tidak menebarkan pesonanya denganmengumbar aurat, kalau engkau sebagai ibunya jengah untuk menutup aurat?Sementara engkau tahu Aku wajibkan itu untuk keselamatan dan kehormatanumat-Ku."

"Engkau bicara bibit, bebet, bobot untuk calon menantumu, seolah engkautidak percaya ayat 3 & 26 surat An Nuur dalam Al Quran-Ku. Percayalahkalau anakmu adalah anak yang sholihah maka yang sepadanlah yang diaakan dapatkan."

"Engkau hanya mengandung, melahirkan dan menyusui anakmu. Aku yangmemiliki dia saja, Aku bebaskan dia dengan kehendaknya. Aku tetapmencintainya, meskipun dia berpaling dari-Ku, bahkan ketika diamelupakan-Ku. Aku tetap mencintainya."

"Anakmu adalah amanahmu, cucumu adalah amanah dari anakmu, berilahkebebasan untuk melepaskan busur anak panahnya sendiri yang menjadiamanahnya.

"Lantas...... aku malu...... dengan imajinasi do'a-ku sendiri....Aku malu akan tuntutanku kepada-NYA.......Maafkan aku ya Allah......

"Salah Kirim Email"

Sepasang suami isteri setengah baya yang sama-sama dari kalanganprofesional merasa penat dengan kesibukan di ibukota.Mereka memutuskan untuk berlibur di Bali.


Mereka akan menempati kembali kamar hotel yang sama dengan ketika mereka ber honeymoon saatmenikah 30 tahun yang lalu.


Karena kesibukannya, sang suami harus terbang lebih dahulu danisterinya baru menyusul keesokan harinya.


Setelah check in hotel di Bali, sang suami mendapati sebuah komputeryang tersambung ke internet telah terpasang di kamarnya.


Dengan gembira ia menulis e-mail mesra kepada isteri di kantornya diJalan Sudirman, Jakarta.


Celakanya, ia salah mengetik alamat e-mail isterinya dan tanpa menyadari kesalahannya ia mengirimkan e-mail tersebut.


Di lain tempat di daerah Cinere Jakarta, seorang wanita baru kembali dari pemakaman suaminya yang baru saja meninggal.


Setibanya di rumah, ia langsung mengecheck e-mail untuk membaca ucapan-ucapanbelasungkawa.


Baru saja selesai membaca e-mail yang pertama, ia langsung jatuh pingsan tak sadarkan diri.


Anak sulungnya yang terkejut kemudianmembaca e-mail tersebut (tak lama kemudian jatuh pingsan juga)


email yang bunyinya:


To: Isteriku tercinta

Subject: Papa sudah sampai Ma !!!

Date: 23 Mei 2008


Aku tahu pasti kamu kaget tapi seneng dapat kabar dariku.

Ternyata disini mereka udah pasang internet juga, katanya biar bisaberkirim kabar buat orang-orang tercinta di rumah.

Aku baru sampai dan sudah check-in. Katanya mereka juga sudahmempersiapkan segalanya untuk kedatanganmu besok.

Nggak sabar deh rasanya nungguin kamu.

Semoga perjalanan kamu kesini juga mengasyikkan seperti perjalananku kemaren.

Love you Mom,


Papa


PS: Disini lagi panas-panasnya !

Kalau pada mau, anak-anak diajak aja!!

salaaaam

"Wudhu Lahir dan Bathin"

Seorang ahli ibadah bernama Isam Bin Yusuf, sangat waras dan khusyuk sholatnya.

Namun, dia selalu khawatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggap lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasaikan kurang khusyuk.

Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al- Assam dan bertanya, "Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan sholat?" Hatim berkata, "Apabila masuk waktu solat, aku berwudhu lahir dan batin.

" Isam bertanya, "Bagaimana wudhu lahir dan batin itu? " Hatim berkata,"Wudhu lahir sebagaimana biasa yaitu membasuh semua anggota wudhu dengan air".

Sementara wudhu batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :
* Bertaubat
* Menyesali dosa yang telah dilakukan
* Tidak tergila-gilakan dunia
* Tidak mencari/mengharap pujian orang (riya')
* Tinggalkan sifat berbangga * Tinggalkan sifat khianat dan menipu
* Meninggalkan sifat dengki.

" Seterusnya Hatim berkata, "Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku rasakan:

1. Aku sedang berhadapan dengan Allah,
2. Surga di sebelah kananku,
3. Neraka di sebelah kiriku,
4. Malaikat Maut berada di belakangku, dan
5. Aku bayangkan pula aku seolah-olah berdiri di atas titian 'Shiratal mustaqim' dan menganggap bahwa sholatku kali ini adalah sholat terakhir bagiku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik."

"Setiap bacaan dan doa didalam sholat, aku paham maknanya kemudian aku ruku' dan sujud dengan tawadhu, aku bertasyahud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersholat selama 30 tahun."

Apabila Isam mendengar, menangislah dia karena membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim.

"Bila Kematian itu telah Tiba"

Hari berganti hari. Keadaanku semakin lemah.
Tubuhku kaku seperti mayat di atas tempat tidur di
salah sebuah rumahsakit yang aku sendiri tidak tahu
mengapa aku di tempatkan di sini. Sebelum tu,
yang aku ingat aku sedang menyetir mobil ,
lalu bertabrakan dengan truk gandeng. Tapi selepas itu
aku tidak ingat apa-apa. Pandanganku kabur.
Tidak dapat ku pastikan siapa orang-orang yang
berada di sekelilingku. Aku terasa dada ku teramat
berat dan bagian pinggangku sudah tidak berasa
apa-apa lagi. Derita sungguh. Nafasku sesak.

Tiba-tiba tanganku di pegang kuat. "Mengucap sayang,, mengucap... ... ..
Asyhaduallailahaill allah... ... ... "ucapan itu di
bisikkan ke telingaku di sertai dengan tangisan. Itu
suara ibu. Manusia yang pernah meninabobokan
daku semasa kecil, manusia yang pernah
menyuapkan nasi ke dalam mulutku, manusia
yang pernah memberi susunya serta yang pernah
memandikanku karena kotorl.

"Bagaimana dengan keadaannya dokter?" Aku amati suara
itu. Pasti itu suara abang. Mungkin abang baru
sampai. "lemah" ,jawab dokter dengan ringkas. "Itu
kata dokter bang, jangan berserah kepada takdir
sahaja. Kita perlu usaha". Sudah seminggu aku
terlantar di tempa tidur ini, kenapa baru sekarang abang
menjenguk? Datang lah ke sini, aku ingin
berbicara denganmu. Datanglah... ..

Tapi mataku... ... . semakin gelap. Adakah aku sudah buta?
Tidak!!!!Aku tidak mahu buta. Aku masih ingin
melihat dunia ini. "Sabarlah dik, banyak-banyak
ingatkan Allah." Abangkah yang bersuara itu? Apa
yang aku tanggung ini tidak semudah yang kau
lafazkan, abang. Tolonglah adikmu ini. Tolong
bukakan mataku.

"Tekanan darahnya amat rendah". Sayup sayup kedengaran
suara dokter. Kedengaran juga ibu menangis
terisak-eiak. Ibu, kau hanya mampu menangis
saja. Dan bila tiba saatnya, Kita akan berpisah.
Tapi,ibu... .. aku tidak mahu berpisah denganmu.
Tolonglah ibu, selamatkan lah daku.

"Yassin... ... " bacaan yassin terngiyang-ngiyang di
telingaku. Aku tahu itu suara abang. Tetapi kenapa
aku di perdengarkan dengan suara itu Apakah aku
sudah menghampiri maut ? Aku takut!!!!!!!

Sedetik lagi sakaratul maut datang. Sedetik lagi izrail
datang. Sedetik lagi malaikat maut datang. Aku di
ambang sakaratul maut... ... Aku semakin tegang
dan demakin sendat nafas di dada. Ketika itu, aku
tidak ingat apa-apa lagi. Aku tidak kenal sesiapa
di sekelilingku. Tapi yang pastinya sekarang, aku
berhadepan dengan sakaratul maut.

"Tolong ibu, tolonglah aku, aku takut". Tapi rintihan ku
tidak di pedulikan. Apa mereka semua sudah
Tuli? Aku di lambung resah,gelisah dan penuh
kesah.Keluhan dan rintihan
"Panas,dahaga, haus,panas. .. ... ..". tapi tiada siapa pun yang peduli.

Nenekku datang,"Nenek. .. ... ... ..". "Kau dahaga cu, kau
lapar cu, mahu air?? Ini gelas penuh air madu,
kalau cucu mahu masuk syurga,minum air ini".

"Ibu... ... ". Ibuku datang, Ibu menggoyangkan gelas yg berisi
susu . " Ini ibumu. ,minumlah Air susu ini
segar, nak. Buangkan islam, matilah dalam agama yahudi... ..".

Ayah... ... .kau datang ayah... ... .". "Matilah dalam agama
yahudi anakku. Matilah dalam agama nasrani.
Itulah agama> yang membantu kau masuk ke syurga".

"Nenek... .ibu... ..ayah... ... suara kau kah tadi?? Kenapa
kau berubahlaku? ? Atau suara syaitan yang ingin
memurtadkan aku??

"Mengucap sayang, mengucap.
Asyhaduallailahaill allah... ... ". Ucapan itu di ajukan sekali lagi ke
telingaku. Itu suara ibu. Tapi lidahku sudah menjadi kelu.

Manusia-manusia berjubah hitam datang. "Mari ikut kami".
Manusia-manusia berjubah hijau datang membawa
bersamanya payung hijau,katanya" Mari ikut kami".
Cahaya putih datang. Datang kilatan hitam.
Datang sinaran kuning. Cahaya merah
datang. "Apa ini,apa ini?. Akulah sakaratul
maut... ... .!!!!!!". Kedinginan menjalar, merayap
perlahan-lahan dari hujung kaki ke hujung rambut
dan kini seluruh jasadku di selimuti sejuk.
Dan kemudian datanglah malaikat maut di hujung kepalaku.

"Hai jiwa yang keji, keluarlah dari kemurkaan
Allah... ... .".Aku tersentak. Roh ku berselerak di
dalam tubuhku. Lalu,innalillahi wainnailaihi rajiuun... .

Malaikat-malaikat yang menunggu sesayup mata memandang
dan menghemburlah bangkai yang sebusuk-
busuknya. Tiba-tiba bau busuk menusuk ke
hidungku, seperti bau sampah yang amat
busuk. "Apa yang busuk ni? Tak adakah orang
yang mengangkat sampah hari ini? Ah, busuknya,
hanyirnya,bau bangkainya.. . ... ".

"Assalamualaikum. .. ... ".

"Siapa yang memberi salam itu?".

"Aku".

"Kau siapa wahai pemuda ".

Seorang lelaki tercegat di hadapan tempat tidurlku. Aku
tidak pernah melihat orang yang sekotor,
dan sebusuknya di dunia ini.Rambutnya yang
tidak terurus, baju yang di pakai berlumut hijau,
kuning,coklat dan entah apa-apa warna lagi, dari
lubang hidung, telinganya dan mulutnya terdapat
nanah dan darah pekat keluar. Tanpa di
pedulikannya. .. ... jijik, aku rasa... ... .. melihatnya.

"Kau tak kenal aku?"

"Tidak!" jawabku tegas. "Mana mungkin aku kenal kau
sekotor dan sejijik ini".

"Aku sahabatmu, kau yang membuat aku seperti ini".

"Bohong!". Aku menjerit sekuat hati. Biar semua penghuni
ruangan ini mendengarnya. "Aku tak kenal engkau!
Lebih baik kau pergi dari sini".

"Akulah amalanmu yang keji... ... ... .".

Aku terdiam. Aku tidak mampu berkata apa-apa lagi. Ya!
aku teringat kini, semuanya telah pernah ku
dengar dan ku pelajari dulu. Segala dosa dan
keburukan yang kita lakukan di dunia, akan di
jelmakan dalam sebagai suatu makhluk yang
teramat hodoh di hadapan kita di alam barzakh
nanti. Oh Tuhan, aku banyak dosa. Aku memang
lalai, santai dan lupa dengan segala nikmat yang
telah kau kurniakan. Sholatku karena orang, dan
bukannya ikhlas karena Allah. Pergaulanku bebas,
tak kenal muhrim ataupun tidak. Tapi itu semua
telah berlalu dan dan sudah terlambat untuk
bertaubat.Apa yang aku harus lakukan!!!!!

Surah yassin yang abang pegang di letakkan di
atas dahiku. Aku melihat kakakku
menangis. Aku juga lihat mata ayah bengkak.

Tiba-tiba badanku di sirami air. Air apa ini ??
"Tolong... .sejuk!!!! Kenapa air ini berbau air kapur
barus. Tolong jangan tekan perutku dengan kuat,
sakit!!!! Kenapa ramai orang melihat aku Aku
malu... ..malu... ..malu... ... !!!!!!".

Aku di usung ke suatu ruang.Aku lihat kain putih
dibentangkan. Lalu diletakkannya aku di atas kain
putih itu. Kapas di bubuh di celah-celah badanku.
Lalu aku di bungkus satu demi satu dengan kain itu.

"Nanti, tunggu!! jangan bungkus aku. Kenapa kalian semua
buat aku macam ini? Tolong ... .
panas... ... ..". Kemudian aku diletakkan di suatu
sudut. Beberapa orang termasuk tok imam
menyembahyangkanku. Kelihatan ayah dan abang
berada di saf yang pertama.Tapi kenapa aku di
sembahyangkan? Bukan kah aku boleh
sembahyang sendiri?
Hayatilah dan bayangkan kita yang mengalaminya. .. ..

Aku teringat kata-kata ustazku dahulu. "Sembahyanglah
kamu sebelum kamu disembahyangkan" . Dan kini
baru aku sedar aku sudah tidak mampu lagi untuk
mengangkat takbir, ruku', sujud dan tahiyyat.

Aku di angkat perlahan-lahan kemudian di
letakkan di dalam kotak kayu. Kotak apa ini?"Aku
di usung oleh enam orang termasuk ayah dan
abang. Aku di usung setapak demi setapak". "Al-
Fatihah!"Kedengaran suara langkah imam. Kelihatan
ibu, kakakku,ayahku dan lain-lain mengekuti di
belakang. Tapi kemana dia bawanya aku?". Nun jauh disana
, kelihatan tanah perkuburan
kampungku. "Ke situkah aku dibawanya? Tolong
turunkan aku, aku takut!!!!!!" .

Setibanya di tanah perkuburan, kelihatan satu liang yang
cukup pas dengan jasadku. Beberapa tangan
memegangku, dan aku di turunkan ke dalam liang
itu. "Perlahan-lahan" , aku terdengar suara
imam memberitahu. "Tolong keluarkan aku dari
sini! Aku seram!!!". Kini aku berada di dalam liang
sedalam 2 meteri. Sedikit demi sedikit pasir dan
tanah menutupiku.

"Tanah apa ini?". "Aduh sakitnya badanku di timbuni
tanah". "Innalillahiwa innailaihi rajiuuun... ... . Dari Allah kita datang,
dan kepada Allah jualah kita kembali".

Kedengaran bacaan talkin dari imam. "Sesungguhnya
mati itu benar alam barzakh itu benar, siratul
mustaqim itu benar, syurga an neraka itu juga
benar... ... ..".Sayup sayup aku terdengar
imam terus mebaca talkin, tetapi makin lama
makin hilang. Pandanganku makin lama, makin
kabur dan terus tidak kelihatan. Tubuhku terasa
telah di timbuni sedikit demi sedikit pasir dan
tanah yang di lemparkan ke atasku. Terasa
semakin gelap dan ... ... . aku kini sendirian.

"Nanti! Nanti! Tolong! Tolong ayah, ibu! Jangan
tinggalkan aku seorang. Aku takut!!! Gelap!!!
Panas!!! Tolong !!!! Aaaaaaaaa!!! !" "

" Hai orang-orang yang beriman,bertaqwalah kamu kepada ALLAH dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar" (QS. AT TAUBAH:119)

"Bocah Misterius"

Bocah itu menjadi pembicaraan dikampung Ketapang. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung.

Ia menggoda teman sebayanya, remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua.Sangat menyebalkan, anak itu menggoda dgn berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yg tampak coklat menyala.Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dgn tetesan air dan butiran-butiran es yg melekat diplastik es tersebut. Ini terjadi ditengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus.Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yg melihatnya.Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, krn kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya.

Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampung mengenai bocah itu. Mrk tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan bagaimana nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut.

Pernah ada yg melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan. Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yg menyeramkan. Membuat mundur semua orang yg akan melarangnya.
Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu, yg setiap bakda zuhur akan muncul secara misterius.

Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu datang lagi. Benar, ia menari-nari dgn menyeruput es kelapa itu.Luqman pun lalu menegurnya.. Cuma,ya itu tadi,bukannya takut, bocah itu malah melotot!
Luqman membaca doa, lantas menangkap lengan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya, kuatir bocah itu bocah jadi-jadian

Bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman pun membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dgn tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yg melihatnya.

"Kenapa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukankah ini kepunyaan saya?" tanya bocah itu seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya. Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman.

"Maaf ya, itu krn kamu melakukannya dibulan puasa," jawab Luqman dgn halus, "Bukankah seharusnya kamu jg berpuasa? Bukannya ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dgn tingkahmu itu.."

Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan uneg-unegnya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap Luqman lebih tajam lagi.

"Itu kan yg kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yg lebih sering melakukan hal ini ketimbang saya..?! Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup dibawah garis kemiskinan pada sebelas bulan diluar bulan puasa?

Bukankah kalian yg lebih sering melupakan kami yg kelaparan, dgn menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami?

Bukankah kalian juga yg selalu tertawa dan melupakan kami yg sedang menangis?

Bukankah kalian yg selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yg mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput ajal..?! Lumayan 1 orang miskin mati lg.. makin bersih dunia ini ?!

Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja bagi kalian utk menahan lapar dan haus? Ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian...!?"
Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan pada Luqman utk menyela. Namun, tiba2 suara bocah itu berubah. Kalo tadinya ia berkata begitu tegas dan terdengar "sangat" menusuk, kini ia bersuara lirih, mengiba.

"Ketahuilah Tuan.., kami ini berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan bulan puasa, tp memang tak ada makanan yg bisa kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja.Dan ketahuilah juga, justru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan lah yg menyakiti perasaan kami dgn berpakaian yg luar biasa mewahnya dan mempersiapkan makanan yg luar biasa banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan 'Idul Fithri?

Tuan.., sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yg seadanya pula.

Tuan.., kalianlah yg melupakan kami, kalianlah yg menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan ramadhan ini. Apa yg telah saya lakukan adalah yg kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami...!

Tuan.., sadarkah Tuan akan ketidak abadian harta?

Lalu kenapakah kalian masih saja mendekap harta secara berlebih?

Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yg dibuatnya terbengong-bengong.

Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi.

Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan raya kampung Ketapang. Ia edarkan pandangan ke seluruh sudut yg bisa dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu.

Ditengah deru nafasnya yg memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng bingung. Bahkan, orang-orang yg menunggu penasaran didepan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu keluar dari rumah Luqman!

Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang!

Pertemuan itu menjadi pertemuan yg terakhir. Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan tudingan-tudingan yg memang betul adanya.
Luqman rindu akan kehadiran anak itu agar ada seseorang yg berani menunjuk hidungnya ketika ia salah.



"Jangan Anggap Keledai Bodoh"

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam sementara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.

Akhirnya, si petani memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup - karena berbahaya), jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya.

Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur. Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yangsedang terjadi, ia menangis penuh kengerian.

Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur. Si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.

Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang- guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.

Sementara tetangga2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga mengguncangkan badannya dan melangkah naik.

Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri !

THINGS TO LEARN :

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran.

Cara untuk keluar dari "sumur" (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan mengguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati kita) dan melangkah naik dari "sumur" dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.

Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari "sumur" yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah !

Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :
1. Bebaskan dirimu dari kebencian
2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan.
3. Hiduplah sederhana.
4. Berilah lebih banyak.
5. Berharaplah lebih sedikit.
6. Tersenyumlah.
7. Miliki teman yang bisa membuat engkau tersenyum

Buah hatiku

Langkah kecilmu riang berlari
Tiada duka terbekas dihati
Tiada beban terpikul didiri
Indahnya hari selalu kau nikmati

Masa ini begitu indah
Semua yang kau lalui terukir canda
Bahagia terlihat di wajah mungilmu

Buah hatiku permata jiwa
Moga hidupmu selalu berkah
Kuatkan tekatmu meraih cita
Masa depanmu menanti disana

Ananda sayang jantung hatiku
Hidup ini berjalan waktu
Galilah ilmu demi masa depanmu
Jalani dengan Iman dan ketaqwaan
Tuk bekal dunia dan akhiratmu

Do’a Ibunda selalu menyertai hidupmu
Putraku sayang belahan jiwa
Kebangaanku dalam Cinta
Semoga engkau kelak berguna

by: Nini Musmar