"Ya Allah, Berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkan kami dari siksa Neraka"

Selasa, 02 Maret 2010

"Keutamaan Sedekah"

Sedekah memiliki beberapa keutamaan bagi orang yang mengamalkannya.

Pertama : Mengundang datangnya rizqi, dalam Al-quran dijelaskan, Allah akan membalas setiap kebaikan hamba-hambaNya dengan sepuluh kebaikan, bahkan diayat yang lain dinyatakan 700 kebaikan, Khalifah Ali bin Abi thalib menyatakan, “Pancinglah rizqi dengan sedekah”.

Kedua : Sedekah dapat menolak bala. Rasulullah SAW bersabda, “Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah mendahului sedekah”.

Ketiga : Sedekah dapat menyembuhkan penyakit, Rasulullah SAW menganjurkan, “Obatilah penyakitmu dengan sedekah”.

Keempat : Sedekah dapat menunda kematian dan memperpanjang umur. Rasulullah SAW bersabda,”Perbanyaklah bersedekah, sebab sedekah bisa memanjangkan umur”.

Mengapa demikian? Sebab Allah SWT mencintai orang-orang yang bersedekah. Kalau Allah SWT sudah mencintai seorang hamba-Nya, tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, tidak ada permintaan dan doa yang Allah tidak kabulkan, dan tidak ada dosa yang Allah tidak hapuskan, dan hamba tersebut akan meninggal dunia dalam keadaan Husnul Khotimah.

Rabu, 24 Februari 2010

Mengecilkan Perut

Jika makan nasi jangan diikuti dengan air. Minumlah setelah 2-3 jam sehabis makan. Ini menghindari agar perut nggak besar/ buncit.

Setelah bersalin banyak wanita mengalami perut buncit.Cara untuk memulihkannya kembali ialah :

a. Campurkan sedikit kapur sirih, lima helai daun sirih,beberapa tetes minyak kayu putih dan satu sendok besar air jeruk nipis.

b. Usapkan ramuan ini pada perut dan berbengkung. Lakukan sampai kelihatan perubahannya.

Cara lain

Masaklah kelapa sampai menjadi minyak. Setelah dingin usapkan pada perut. Biarkan selama 10 menit. Lakukan setiap hari sehingga kelihatan hasilnya.

Campurkan sedikit asam jawa, segelas air panas dan garam. Embun kan semalaman. Keesokan paginya minum air tersebut sebelum mencuci muka

Selasa, 23 Februari 2010

Perjalanan Ziarah ke Banten

Kemaren lusa tanggal 21 Februari 2010 aku dan keluarga pergi berziarah ke Makam para Wali Allah, di mulai dengan bangun pagi setelah sholat subuh aku dan keluarga mulai dengan persiapan munuju rumah kakak iparku yang tidak jauh dari rumahku, semua berkumpul disana dan setelah lengkap semua yang akan ikut, baru kita pergi bersama-sama ke sana.

Jam 7.00 wib kita mulai berangkat naik ELF menuju tempat yang kita rencanakan. Kendaraan sudah mulai melaju menuju Bintaro untuk sementara mengisi bensin untuk bekal persediaan selama perjalanan pulang pergi, lalu kita masuk tol pondok aren menuju Merak.

Sesampainya ditempat tujuan kita semua munuju tempat yang dituju yang pertama yaitu Makam syeh Hassanuddin, banyak sekali ibu-ibu yang dikatakan “ berdagang uang recehan” atau apalah itu namanya, karena dengan menukarkan uang yang kita miliki ke dalam bentuk recehan untuk dibagikan sedekah kepada orang-orang yang sepanjang jalan menuju makan untuk diberi sedekah, entah ini kebiasaan atau kebudayaan turun temurun atau emang keharusan aku juga tidak tahu, dengan membagikan uang recehan seratus rupiah kepada anak-anak yang berkerumunan meminta-minta sedekah dan ibu-ibu tua maupun muda serta kotak-kotak amal yang diteriak-teriakin agar dibagi sedekah recehan, namun demikian ribuan orang yang hadir disana memberi sedekah dengan rasa bahagia. Setelah tiba dipintu makan, berduyung duyung orang yang datang berziarah antri untuk masuk, menunggu penziarah yang sebelumnya masih berdoa didalam. Aku mengikuti keluarga untuk masuk ke makan Syeh Hassanuddin, setelah berada didalam makam kami semua yang sudah masuk dipersilahkan untuk duduk dan do’apun dimulai, selama berdo’a tidak ada hentinya beberapa orang meminta sedekah recehan dengan menggunakan wadah keranjang kecil. Doa dilakukan tidak begitu lama sekitar Lima menit-an, setelah itu rombongan keluar dan digantikan oleh rombongan yang antri kemudian.

Kami keluar dengan desak-desakan anak-anak tepaksa di pegang erat, sepanjang jalan lorong keluar banyak penjaja hiasan anak-anak, mainan dan makanan, aku membeli telur asin dengan harga Rp. 1,500 per biji yang aku rasa harganya cukup murah dari pada harga telur asin yang di Jakarta sekitar Rp. 2,750-Rp.3,000.

Setelah tiba diluar kami mampir kesalah satu warung yang ada didepan parkiran, disana kami beristirahat sambil memberi makan anak-anak yang ikut dalam perjalanan, cukup lumayan enak dan murah makanan yang ada di sekitar makam ini.

Gerbang Makam Syeh Maulana Yusuf

Perjalanan kami lanjutkan lagi menuju makam Sultan Banten II, Syeh Maulana Yusuf, Serang Banten, makam ini letaknya tidak terlalu jauh dari Makam Syeh Hasanuddin. Memasuki makam melewati pintu yang lebih luas dari tempat makam sebelumnya, kami semua masuk tanpa antrian, sesampai didepan makam kami berdoa bersama-sama, banyak juga yang datang, sepertinya dari rombongan pengajian-pengajian, dilihat dari seragam yang mereka pakai. Dimakam ini aku melihat Al-Quran kuno yang ditulis dengan menggunakan tulisan tangan. Tulisan itu begitu indah bayangkan saja sudah berapa abad itu Alquran tapi tulisannya masih terlihat jelas. Dimakam ini juga kita semua tidak lama karena kita akan menuju makam berikutnya.

Al-Quran Tulisan tangan                              Makam Syeh Maulana Yusuf

Tujuan kita berikutnya adalah Makam Syeh Muhammad Soleh bin Abdurrahman yang letaknya ada dia atas gunung yang dinamakan Gunung Santri. Ditempat ini juga banyak sekali orang yang berziarah, walaupun harus mendaki gunung para penziarah berbondong-bondong naik, sesekali mereka istirahat di bangku-bangku pingiran yang disediakan oleh masyarakat yang berdagang disekitar kaki gunung tersebut. Sesampainya di atas makam tersebut hanya terdiri dua pintu, yaitu pintu masuk dan pintu keluar. Di pintu masuk antrian sudah memadati, ketika pintu dibuka terjadilah saling dorong mendorong aku masuk sambil memeluk kemanakanku yang baru duduk di kelas III, hati ini agak gusar juga pada saat mau masuk, melihat banyaknya orang yang saling dorong aku takut kemanakanku terjepit, tapi akhirnya aku masuk juga, didalam aku melihat satu makam yang lumayan panjang dari makam sebelumnya, didinding makam tertulis nama Syeh Muhammad Sholeh, sama seperti makam sebelumnya kita berdoa bersama, juga hanya sebentar saja, setelah itu kita keluar, seperti masuk tadi dengan berdesak-desakan dan saling dorong karena dari pintu masuk sudah banyak yang masuk rombongan berikutnya.

Gunung Santri

Setelah berada diluar makam kita semua mampir ke sebelah warung yang berada persis disebelah makam, disini anak-anak bisa belanja makanan baso, gado-gado, peyek kacang, teh manis dll. Dan yang lainnya bisa mengerjakan Sholat Zuhur di Musholah yang ada persis di depan pintu keluar makam dengan membayar seribu rupiah untuk mengambil air wudhu. Setelah istirahat sekitar setengah jam lalu perjalanan akan kita lanjutkan ke makam yang lain tetapi ketika kita semua telah berkumpul, anakku dan anak kakak iparku tidak ada, kami panik semuanya karena sebelumnya anakku cuma pamit mau pipis tetapi setelah kita keliling mencari dan bertanya keorang-orang sekitar tidak ada yang tahu, hatiku cemas sekali saat itu, aku dan suamiku berpencar mencari juga kakak iparku serta yang lainnya. Aku berfikir mungkin anakku sudah turun gunung lebih dahulu, tapi yang lain mengatakan tidak mungkin, walau aku cemas tapi ada ketenangan dihatiku bahwa anakku tidak mungkin pergi kemana-mana. Kakak iparku lebih dulu sampai dibawah dengan komunikasi via HP aku tanya padanya apakah sudah menemukan anak-anak kami, dia menjawab” tidak ada dibawah “ pada saat aku mendengar jawaban tersebut disini baru hatiku mulai gundah dan deg..degan aku lansung telephone suamiku yang masih berada diatas sedang aku berada dipertengahan jalan menuju kaki gunung dengan nada sedih aku katakan bahwa anakku tidak ada di bawah, suamiku lalu mengatakan udah tenang aja abang cari terus sekitar sini.

Pemandangan dari atas Gunung santri

Tidak berapa lama kakak iparku kembali menelpone dan mengatakan anakku dan anaknya sudah ketemu dibawah, rupanya mereka turun gunung berdua mengikuti orang-orang kemudian bermain berdua. Tapi sudahlah mendengar mereka sudah ketemu hatiku lega aku berlari kearah anakku dan aku mengatakan padanya agar tidak meninggalkan rombongan karena nanti bisa hilang dan membuat cemas hati orang tua. Anakku dengan tertunduk minta maaf. Perjalananpun kemudian kita lanjutkan kembali.

Sebenarnya masih ada dua makam lagi yang akan kita kunjungi tetapi dikarenakan hari sudah menjelang petang, dan kelamaan mencari anakku kita memutuskan pergi ke tujuan terakhir yaitu tempat yang bisa disebut orang “Batu Quran”. Setalah sampai disini aku dan rombongan turun melewati anak tangga tidak terlalu jauh dari jalanan dimana kendaraan kami parkirkan. Aku melihat danau kecil yang “katanya” disinilah letak batu quran tersebut, tetapi karena air danau itu lagi tinggi sehingga batunya tidak kelihatan, aku tidak begitu tau mengenai sejarah batu quran ini karena aku juga baru pertama kali ke sini, Ketika anakku melihat air danau tersebut ia langsung ingin mandi, karena banyak juga yang mandi, tetapi anakku tidak mau mandi sendiri dia minta ditemani baba’nya. Walaupun tadinya suamiku tidak ingin mandi tapi karena didesak oleh anakku akhirnya iapun mandi juga, tidak begitu lama suamiku dan anakku sudah keluar dari tempat pemandian tersebut karena airnya yang begitu dingin, anakku sampai menggigil kedinginan. Danau tempat pemandian ini dipisahkan dua tempat yaitu pemandian untuk pria dan pemandian untuk wanita tertutup tembok tinggi.

Mata air "Batu Quran"

Setelah semua berkumpul kamipun berencana ingin pulang, tapi sekali lagi kami mampir di warung dekat situ karena anakku ingin makan nasi uduk yang satu bungkusnya seribu rupiah, anakku makan sampai delapan bungkus, mungkin karena habis mandi dan dingin jadi nafsu makannya meningkat, sambil menunggu anakku makan, aku bertanya ke ibu penjual nasi uduk tentang mengapa banyak yang mandi di danau kecil yang menurutnya air itu berasal dari mata air dan tidak pernah surut, menurutnya cerita-cerita terdahulu bahwa siapa yang mandi disini akan mendapat berkah, itu menurut kepercayaan mereka selama ini, wallahu’alam.

Setelah semua berkumpul kami pun bersegera untuk pulang. sebelum naik kekendaraan rombonganku mampir membeli oleh-oleh. Dan menjelang magrib kamipun berangkat pulang dengan diiringi hujan gerimis disepanjang jalan.

Senin, 22 Februari 2010

Adab Sopan Santun Istri

    Setengah dari adab sopan santun waninta ialah selalu berbuat yang baik dan menahan diri ketika suaminya pergi. Serta berbahagialah dan bergembiralah serta bersenang-senang pada waktu suaminya berada disampingnya. Dan tiada semestinya istri itu menyakiti suaminya dalam keadaan apapun juga.
   Diriwayatkan dari Ma'az bin Djabal bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: " Janganlah wanita itu menyakiti suaminya didunia, dimana istrinya dari bidadari berkata : Janganlah engkau menyakiti dia, nanti engkau dimurkai Allah. Sesungguhnya dia (suami) itu adalah bagian darimu, mungkin ia akan berpisah dengan engkau lalu datang kepada kami.
   Rasullulah SAW bersabda: " Jikalau aku menyuruh seseorang untuk bersujud kepada seseorang, niscaya akan aku suruh wanita untuk bersujud kepada suaminya, karena besar haknya atas istrinya"
Karena itulah Rasulullah SAW bersabda: " Wanita itu adalah aurat, maka apabila ia keluar, niscaya setan melihatnya dengan membelalak matanya" Dan Rasulullah bersabda: " Wanita itu mempunyai sepuluh aurat, apabila ia kawin maka suaminya menutup satu aurat. Maka apabila ia meninggal dunia maka kuburannya menutup kesepuluh aurat itu":
   Hendaklah sang isteri merasa cukup dari suaminya. dengan apa yang dikarunakan Allah dari rezeki. dan hendaklah ia mendahulukan hak suami dari hak dirinya dan hak kaum kerabatnya yang lain. Hendaklah sang istri itu menghiasi diri, bersedia dalam segala hal keadaan untuk bersenan-senang apabila suaminya berkehendak, Hendaklah sang isteri itu cinta kasih kepada semua anak-anaknya, Menjaga dan menutupi segala kepentingan mereka. Hendaklah sang isti itu pendek lidahnya dari memaki anak-anak dan mengulang-ulangi kesalahan suami.Dan setengah dari adab sopan santun istri adalah tidak membanggakan dirinya terhadap suami dengan kecantikan dan melecehkan suami karena buruknya.


Jumat, 19 Februari 2010

"Ayah, Maafkan Dita"

Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.
Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya... karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.
Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, "Kerjaan siapa ini !!!" .... Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar.. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ' Saya tidak tahu..tuan." "Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?" hardik si isteri lagi.
Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata "DIta yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik ... kan !" katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.
Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa... Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.
Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air.. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. "Oleskan obat saja!" jawab bapak si anak.
Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. "Dita demam, Bu"...jawab pembantunya ringkas. "Kasih minum panadol aja ," jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Ditadalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.
Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhubadan Dita terlalu panas. "Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap" kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. "Tidak ada pilihan.." kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut..."Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah" kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikanterkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.
Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata.
"Ayah.. ibu... Dita tidak akan melakukannya lagi.... Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi... Dita sayang ayah.. sayang ibu.", katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. "Dita juga sayang Mbok Narti.." katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris."Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?... Bagaimana Dita mau bermain nanti?.... Dita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi, " katanya berulang-ulang.
Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf...
Tahun demi tahun kedua orang tua tsb menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi..., Namun...., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tsb tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..

"Berdo'a"

Adakah yang Akan Mendoakan Kita?Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandidan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat diRS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelapdalam mimpi malam, dalam dunia roh seorangmalaikat menghampiri si pengusaha yangterbaring tak berdaya.Malaikat memulai pembicaraan, "Kalau dalamwaktu 24 jam ada 50 orang berdoa buatkesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dansebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang akutetapkan belum terpenuhi, itu artinya kauakan meninggal dunia!"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mahgampang .. .. " kata si pengusaha ini dengan yakinnya.Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanjiakan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.Tepat pukul 23:00, Malaikat kembalimengunjunginya; dengan antusiasnya sipengusaha bertanya, "Apakah besok pagi akusudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buataku, jumlah karyawan yang aku punya lebihdari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit".Dengan lembut si Malaikat berkata, "Anakku,aku sudah berkeliling mencari suara hati yangberdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3orang yang berdoa buatmu, sementara waktumutinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalaudalam waktu dekat ini ada 50 orang yangberdoa buat kesembuhanmu".Tampa menunggu reaksi dari si pengusaha, simalaikat menunjukkan layarbesar berupa TV siapa 3 orang yang berdoabuat kesembuhannya. Di layar itu terlihatwajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada2 orang anak kecil, putra putrinya yangberdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesanair mata di pipi mereka".Kata Malaikat, "Aku akan memberitahukanmu,kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatankedua? Itu karena doa istrimu yang tidakputus-putus berharap akan kesembuhanmu"Kembali terlihat dimana si istri sedangberdoa jam 2:00 subuh, " Tuhan, aku tahukalau selama hidupnya suamiku bukanlah suamiatau ayah yang baik! Aku tahu dia sudahmengkhianati pernikahan kami, aku tahu diatidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun diamemberikan sumbangan, itu hanya untukpopularitas saja untuk menutupi perbuatannyayang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan,tolong pandang anak-anak yang telah Engkautitipkan pada kami, mereka masih membutuhkanseorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkanmereka seorang diri."Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalirdi pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat".Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air matamengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik. Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya. Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini,penyesalan yang luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang !Dengan setengah bergumam dia bertanya,"Apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?"Jawab si Malaikat, " Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak Tulus. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik. Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah".
Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrahkalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,"Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! Kau tidak jadi meninggal,karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00".Dengan terheran-heran dan tidak percaya, sipengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan."Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri. ""Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu. "

"Imajiner Doa"

oleh: Ratih Sanggarwati

Doa yang kupanjatkan ketika aku masih gadis:
"Ya Allah beri aku calon suami yang baik, yang sholeh. Beri aku suamiyang dapat kujadikan imam dalam keluargaku."

Doa yang kupanjatkan ketika selesai menikah:
"Ya Allah beri aku anak yang sholeh dan sholehah, agar mereka dapatmendoakanku ketika nanti aku mati dan menjadi salah satu amalankuyang tidak pernah putus."

Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku lahir:
"Ya Allah beri aku kesempatan menyekolahkan mereka di sekolah Islamiyang baik meskipun mahal, beri aku rizki untuk itu ya Allah...."

Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah mulai sekolah:
"Ya Allah..... jadikan dia murid yang baik sehingga dia dapat bermoralIslami, agar dia bisa khatam Al Quran pada usia muda."

Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah beranjak remaja:
"Ya Allah jadikan anakku bukan pengikut arus modernisasi yg mengkhawatirkanku.Ya Allah aku tidak ingin ia mengumbar auratnya, karena dia ibarat buah yangsedang ranum."

Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku menjadi dewasa:
"Ya Allah entengkan jodohnya, berilah jodoh yang sholeh pada mereka,yang bibit, bebet, bobotnya baik dan sesuai setara dengan keluargakami."

Doa yang kupanjatkan ketika anakku menikah:
"Ya Allah jangan kau putuskan tali ibu & anak ini, aku takut kehilanganperhatiannya dan takut kehilangan dia karena dia akan ikut suaminya."

Doa yang kupanjatkan ketika anakku akan melahirkan:
"Ya Allah mudah-mudahan cucuku lahir dengan selamat. Aku inginkan namapemberianku pada cucuku, karena aku ingin memanjangkan teritoriawibawaku sebagai ibu dari ibunya cucuku."

Ketika kupanjatkan doa-doa itu, aku membayangkan Allah tersenyumdan berkata......

"Engkau ingin suami yang baik dan sholeh sudahkah engkau sendiri baikdan sholehah?Engkau ingin suamimu jadi imam, akankah engkau jadi makmum yang baik?"

"Engkau ingin anak yang sholehah, sudahkah itu ada padamu dan padasuamimu. Jangan egois begitu......masak engkau ingin anak yang sholehahhanya karena engkau ingin mereka mendoakanmu....tentu mereka menjadisholehah utama karena-Ku, karena aturan yang mereka ikuti haruslahaturan-Ku."

"Engkau ingin menyekolahkan anakmu di sekolah Islam, karena apa?......prestige? ...... atau....mode?....atau engkau tidak mau direpotkandengan mendidik Islam padanya? engkau juga harus belajar, engkau jugaharus bermoral Islami, engkau juga harus membaca Al Quran dan berusahamengkhatamkannya."

"Bagaimana engkau dapat menahan anakmu tidak menebarkan pesonanya denganmengumbar aurat, kalau engkau sebagai ibunya jengah untuk menutup aurat?Sementara engkau tahu Aku wajibkan itu untuk keselamatan dan kehormatanumat-Ku."

"Engkau bicara bibit, bebet, bobot untuk calon menantumu, seolah engkautidak percaya ayat 3 & 26 surat An Nuur dalam Al Quran-Ku. Percayalahkalau anakmu adalah anak yang sholihah maka yang sepadanlah yang diaakan dapatkan."

"Engkau hanya mengandung, melahirkan dan menyusui anakmu. Aku yangmemiliki dia saja, Aku bebaskan dia dengan kehendaknya. Aku tetapmencintainya, meskipun dia berpaling dari-Ku, bahkan ketika diamelupakan-Ku. Aku tetap mencintainya."

"Anakmu adalah amanahmu, cucumu adalah amanah dari anakmu, berilahkebebasan untuk melepaskan busur anak panahnya sendiri yang menjadiamanahnya.

"Lantas...... aku malu...... dengan imajinasi do'a-ku sendiri....Aku malu akan tuntutanku kepada-NYA.......Maafkan aku ya Allah......